Visit Agenda: Kisah Pilu Aktor China Terdepak Teknologi AI, Kini Jualan Sayur
ngkok Terpaksa Berjualan Sayur Akibat AI Visit Agenda - Teknologi kecerdasan buatan (AI) tengah mengubah wajah industri hiburan Tiongkok, termasuk dalam
Kisah Pilu Aktor Tiongkok Terpaksa Berjualan Sayur Akibat AI
Visit Agenda – Teknologi kecerdasan buatan (AI) tengah mengubah wajah industri hiburan Tiongkok, termasuk dalam sektor aktor yang dulu meraup popularitas besar. Xu Peng, seorang aktor berusia 30 tahun, menjadi contoh nyata bagaimana perubahan ini memengaruhi karier seseorang. Setelah dipaksa mundur dari dunia akting karena dominasi AI, ia kini menjual sayur di pasar tradisional di kampung halamannya. Kisah ini menggambarkan peralihan karier yang mendadak, sekaligus menjadi cerminan tantangan manusia di era otomatisasi.
Pengalaman Karier dan Perubahan Mendadak
Sebelum beralih ke bidang baru, Xu Peng adalah salah satu aktor muda yang paling terkenal di Tiongkok. Ia lulus dari Akademi Drama Tiongkok dan dikenal karena perannya sebagai karakter CEO dalam drama mikro populer. Kariernya berkembang pesat, dengan mengikuti syuting hingga 15-16 jam sehari. Namun, pada tahun 2026, krisis di industri drama mikro memaksa ia untuk meninggalkan Hengdian, pusat industri film dan televisi, dan kembali ke kampung halaman di Provinsi Shandong.
Kepulangan Xu Peng ke kampung halaman membangkitkan perhatian luas. Banyak penggemarnya datang hanya untuk berfoto dengannya, sementara keluarga dan teman-temannya terkejut melihat perubahan drastis dalam kehidupannya. Meskipun situasinya tampak menyedihkan, Xu Peng berusaha melihatnya sebagai kesempatan baru. “Visit Agenda memperlihatkan bahwa teknologi AI bukan hanya mengancam karier, tapi juga mengubah cara kita bekerja dan beradaptasi,” ujarnya dalam wawancara dengan 8Days.
Impak AI pada Industri Hiburan
Menurut laporan terkini, sekitar 122.000 dari 128.000 drama mikro yang dirilis di Tiongkok pada kuartal I 2026 dihasilkan dengan bantuan AI. Angka ini mencapai lebih dari 95% dari total produksi. Dominasi teknologi ini tidak hanya mengurangi kebutuhan aktor, tetapi juga mengubah cara produksi film dan serial. Xu Peng menjadi salah satu dari 2 juta pekerja yang terancam akibat penggunaan AI, yang menciptakan gelombang kejutan di sektor kreatif.
Visit Agenda menunjukkan bagaimana AI tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga pada pola kerja dan harapan aktor. Banyak bintang yang pernah menjadi ikon di industri drama mikro kini harus beradaptasi dengan peran baru, seperti pedagang sayur atau pekerjaan lain di luar hiburan. Xu Peng mengakui bahwa perubahan ini memaksa dirinya untuk memulai dari awal, tetapi ia tetap optimis.
“Saya menghargai apa yang telah saya capai sebagai aktor, tetapi Visit Agenda memaksa saya untuk mengakui bahwa masa depan bisa berubah dengan cepat. Teknologi AI adalah bagian dari perkembangan, dan saya harus belajar menyesuaikan diri,” kata Xu Peng, yang sekarang fokus pada usaha keluarganya di bidang pertanian.
Perjalanan Baru di Dunia Berbeda
Sejak mengakhiri karier sebagai aktor, Xu Peng mulai menjual sayur di pasar tradisional. Ia menggambarkan peralihan ini sebagai tantangan, tetapi juga peluang untuk menemukan makna baru dalam hidup. “Visit Agenda sekarang memberi saya kebebasan untuk mengeksplorasi hal-hal yang lebih sederhana dan bermakna,” ujarnya. Meski terlihat kontras, ia merasa senang karena bisa kembali ke akar rumput, mengingat pengalaman keluarganya dalam bidang pertanian.
Dalam proses berjualan, Xu Peng juga memanfaatkan kemampuannya dalam berkomunikasi. Ia sering berinteraksi langsung dengan pembeli, menjelaskan keunggulan produk, dan bahkan mencoba mempromosikan usahanya melalui media sosial. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi AI, meskipun menjadi ancaman, juga memicu adaptasi dalam berbagai bidang. Ia menjelaskan, “Visit Agenda sekarang bukan hanya tentang akting, tapi juga tentang bagaimana teknologi bisa memperlebar wawasan kita tentang kehidupan.”
Perbandingan dengan Kisah Lain
Kisah Xu Peng menarik perhatian karena memperlihatkan dampak AI yang nyata. Di sisi lain, berita tentang penyerangan terhadap PLTN Darkhovin, protes dari Iran, atau kisah kesuksesan Juara Japan Open 2026 juga mengisi ruang informasi. Namun, kisah Xu Peng tetap menjadi cerminan situasi manusia di tengah transformasi teknologi. Ia menegaskan, “Visit Agenda memperlihatkan bahwa meskipun AI menggantikan banyak pekerjaan, manusia tetap mampu menemukan jalan keluar.”
Di luar kisah Xu Peng, industri hiburan Tiongkok terus berubah. Banyak aktor muda yang kehilangan peluang karena AI, sementara sebagian besar aktor berpengalaman berusaha menyesuaikan diri dengan peran baru. Xu Peng menilai bahwa era AI adalah ujian bagi semua orang, tetapi ia berharap bisa melangkah maju dengan tetap menjaga integritas dan semangat bekerja. “Visit Agenda adalah bagian dari perjalanan, bukan akhir dari mimpi,” tuturnya.
