AS Beri Tahu Israel Soal Skema Serangan ke Gunung Pickaxe di Iran
Jerusalem telah meningkatkan status kesiagaan militernya ke level tertinggi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari
Israel Siap Hadapi Eskalasi Militer AS di Iran
Tajuknusa.com – Jerusalem telah meningkatkan status kesiagaan militernya ke level tertinggi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Teheran menyusul rencana Washington yang akan memperbesar operasi militer di wilayah Iran.
Menurut sumber yang dikutip Anadolu pada Kamis (23/7/2026), pemberitahuan dini dari Washington kepada Israel merupakan bagian dari koordinasi keamanan yang sudah terjalin erat antara kedua negara. Tujuannya jelas, yaitu memberikan waktu bagi Israel untuk bersiap menghadapi respons Iran, termasuk potensi serangan rudal ke wilayahnya.
Rencana Penggunaan Pesawat Pengebom Berat
Laporan yang dimuat The Times of Israel pada Rabu (22/7/2026) mengungkap bahwa AS akan mengerahkan pesawat pengebom berat untuk menyerang kawasan Gunung Pickaxe. Lokasi strategis ini berada di dekat Kota Qom, Iran tengah. Jika terealisasi, ini akan menjadi pertama kalinya sejak serangan gabungan AS-Israel yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026).
Presiden AS Donald Trump dalam sepekan terakhir secara berulang kali menyampaikan peringatan bahwa kawasan tersebut akan segera dihantam oleh Washington. Pernyataan tersebut kemudian dikonfirmasi melalui laporan Anadolu.
Trump memperingatkan bahwa AS akan menghantam infrastruktur Iran apabila Teheran menyerang kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.
Hingga berita ini disampaikan, belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih maupun Israel terkait rencana operasi militer tersebut. Ketegangan di kawasan terus meningkat seiring dengan serangkaian serangan yang dilancarkan AS ke berbagai wilayah Iran dalam 10 hari terakhir.
Sebagai bentuk pembalasan, Teheran menargetkan sejumlah fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di beberapa negara kawasan Timur Tengah. Situasi ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik masih berpotensi berlanjut ke arah yang lebih serius.
