Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Internasional

New Policy: Survei Terbaru: Hanya 23 Persen Warga Dunia Percaya Kepemimpinan Trump

Richard Gonzalez - tajuknusa.com 4 mins read

Survei Menunjukkan 23% Warga Dunia Tidak Percaya Trump Washington, 23 Juni 2026 New Policy - Dalam sebuah survei terbaru yang menyasar kepercayaan publik

New Policy: Survei Terbaru: Hanya 23 Persen Warga Dunia Percaya Kepemimpinan Trump

Survei Menunjukkan 23% Warga Dunia Tidak Percaya Trump

Washington, 23 Juni 2026

New Policy – Dalam sebuah survei terbaru yang menyasar kepercayaan publik internasional terhadap kebijakan New Policy Donald Trump, hanya 23 persen warga dunia yang masih mengakui kemampuan presiden Amerika Serikat tersebut dalam mengelola isu global. Temuan ini mencerminkan penurunan signifikan dalam persepsi internasional terhadap kepemimpinan Trump, terutama di tengah dinamika geopolitik yang berubah cepat. Survei ini, yang dirilis oleh Pew Research Center, menegaskan bahwa New Policy Trump menjadi faktor utama yang memengaruhi citra negara dan kepemimpinan AS di mata masyarakat internasional.

Metode Survei dan Dampak Global

Survei ini melibatkan 42.151 orang dewasa dari 36 negara yang berbeda, dengan periode pengumpulan data berlangsung antara Februari hingga Mei 2026. Hasil survei menunjukkan bahwa New Policy Trump memperlihatkan tren kecenderungan publik untuk menilai kinerjanya secara negatif. Sebanyak 57 persen responden memberikan penilaian negatif terhadap AS, sementara hanya 37 persen yang menyatakan sikap positif. Hal ini mengindikasikan bahwa New Policy Trump mulai memengaruhi kepercayaan dunia, terutama di negara-negara yang tergolong dekat dengan Washington.

Mengutip laporan Anadolu Agency, Rabu (24/6/2026), survei ini memberikan gambaran bahwa kebijakan New Policy Trump tidak hanya menarik kritik dalam lingkaran politik domestik, tetapi juga memicu ketidakpuasan internasional. Kebanyakan negara yang menjadi subjek survei melaporkan penurunan signifikan terhadap citra AS, yang dipandang sebagai mitra strategis dalam berbagai isu global.

Penurunan Citra di Negara-Negara Terpilih

Dari 24 negara yang diteliti, kepercayaan terhadap Trump merosot di 16 negara, termasuk Indonesia, Jerman, dan Kanada. Contohnya, di Kanada penilaian terhadap AS sebagai mitra andalan turun dari 83 persen pada 2022 menjadi 35 persen pada 2026. Di Jerman, persentase responden yang menyukai New Policy Trump menurun dari 60 persen menjadi 23 persen. Perubahan ini menunjukkan bahwa kebijakan New Policy Trump mulai dilihat sebagai kegagalan dalam memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi.

Analisis dari Antara menambahkan bahwa negara-negara seperti Nigeria dan Afrika Selatan juga mencatat penurunan tajam terhadap sikap positif terhadap Trump. Persepsi negatif terhadap New Policy Trump terasa lebih kuat di wilayah Asia dan Afrika, yang sebelumnya dianggap lebih terbuka terhadap pendekatan pemerintahan AS.

Pengaruh New Policy Trump pada Perdamaian Global

Dalam survei, hanya 35 persen responden yang percaya AS berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas internasional, sementara 32 persen menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Trump tidak mempertimbangkan kepentingan negara lain. Data ini menunjukkan bahwa New Policy Trump mengalami kritik terutama dalam hal kebijakan yang dinilai terlalu berorientasi pada kepentingan domestik. Di Italia, misalnya, kepercayaan terhadap Trump turun dari 50 persen menjadi 22 persen, menunjukkan dampak kebijakan New Policy pada persepsi negara-negara sekutu.

Kebijakan Ekonomi dan Diplomasi Global

Kebijakan New Policy Trump yang berfokus pada reduksi pajak dan pengurangan regulasi dipersepsikan sebagai tindakan yang mengorbankan kerja sama internasional. Survei menunjukkan bahwa 45 persen warga dunia menilai AS kurang memperhatikan keseimbangan hubungan dengan negara-negara lain. Di Korea Selatan, kepercayaan terhadap Trump berkurang dari 40 persen menjadi 18 persen, dengan alasan utama terkait dampak ekonomi dan keterbukaan politik terhadap kebijakan New Policy.

Menurut laporan terkini dari Pew Research Center, kebijakan New Policy Trump menghasilkan reaksi yang beragam di berbagai negara. Meski di beberapa wilayah seperti Eropa, kepercayaan terhadap Trump turun secara signifikan, di wilayah lain seperti Asia Tenggara, hasil survei menunjukkan penurunan lebih drastis, yang menggambarkan kemungkinan pergeseran pendapat global terhadap kepemimpinan AS.

Konteks Global dan Tantangan Kepemimpinan Trump

Kebijakan New Policy Trump juga menimbulkan kritik terhadap kebijakan luar negeri yang dianggap tidak konsisten. Survei ini menjadi bukti bahwa warga dunia semakin skeptis terhadap tindakan AS dalam menyelesaikan konflik global, seperti perang dagang atau perubahan iklim. Dalam konteks ini, New Policy Trump terlihat sebagai alat untuk memperkuat dominasi Amerika, tetapi juga memicu ketidakpuasan di kalangan negara-negara yang merasa tidak diperhatikan.

Mengutip laporan dari media internasional, survei ini menggarisbawahi bahwa New Policy Trump memperkuat kecenderungan warga dunia untuk menilai pemerintahan AS secara lebih kritis. Dengan 23 persen hanya percaya pada kebijakan tersebut, data ini menggambarkan perubahan mendalam dalam persepsi global terhadap AS sebagai kekuatan pemimpin dunia.

Perbandingan dengan Tahun-Tahun Sebelumnya

Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kepercayaan terhadap New Policy Trump mengalami penurunan yang berkelanjutan. Dalam survei 2022, 65 persen responden masih menilai Trump sebagai pemimpin yang efektif, tetapi angka tersebut kini berada di bawah 40 persen. Perubahan ini menunjukkan bahwa kebijakan New Policy Trump tidak lagi dianggap sebagai keberhasilan, melainkan sebagai penyebab ketidakpuasan terhadap AS. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan penurunan paling drastis, mencerminkan kecemasan terhadap dampak kebijakan Trump di wilayah Asia Tenggara.

Join the discussion