Mengapa Warga Gaza Ikut Rayakan Gelar Juara Piala Dunia 2026 Spanyol?
Kemenangan La Furia Roja dalam turnamen sepak bola terbesar dunia tahun 2026 tidak hanya menggembirakan masyarakat Spanyol. Di wilayah Jalur Gaza, sukacita
Alasan Warga Gaza Merayakan Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026
Perayaan di Tengah Konflik
Tajuknusa.com – Kemenangan La Furia Roja dalam turnamen sepak bola terbesar dunia tahun 2026 tidak hanya menggembirakan masyarakat Spanyol. Di wilayah Jalur Gaza, sukacita yang sama dirasakan oleh banyak penduduk Palestina. Meskipun situasi konflik masih berlangsung, perayaan menyebar ke berbagai tempat mulai dari jalanan, kedai kopi, hingga area nonton bersama.
Di berbagai titik Gaza, penduduk lokal berkumpul untuk menonton laga penentuan. Sebagian memilih kafe sebagai tempat menonton, sementara kelompok lain mengikuti siaran langsung di ruang terbuka. Ancaman serangan dari Israel tidak menghalangi mereka untuk hadir dan merayakan.
Setelah wasit meniup peluit panjang, kegembiraan langsung terlihat di seluruh jalan-jalan Gaza. Kemenangan Spanyol menghadirkan momen langka yang membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang telah berbulan-bulan menjalani kehidupan di tengah pertikaian dan keterbatasan.
Lebih dari Sekadar Pertandingan
Bagi banyak penduduk Palestina, hasil akhir turnamen tahun 2026 mengandung makna yang melampaui sekadar pertandingan olahraga. Gelar juara yang diraih Spanyol dipandang sebagai simbol keterkaitan dengan dukungan negara tersebut terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Dukungan resmi pemerintah Spanyol terhadap hak-hak Palestina, ditambah berbagai gestur solidaritas dari sejumlah pemainnya, memberikan nilai emosional tersendiri pada kemenangan tersebut. Oleh karena itu, banyak warga Gaza turut merayakan keberhasilan tim nasional Spanyol.
Banyak penduduk Palestina mengakui bahwa dukungan mereka terhadap Spanyol bukan hanya didasarkan pada kualitas permainan, tetapi juga sikap pemerintah negara tersebut terhadap isu Palestina.
Suara dari Gaza
Saadi al-Masri, seorang kapten tim sepak bola penyandang disabilitas berusia 40 tahun, menyaksikan pertandingan bersama rekan-rekannya di sebuah kafe. Ia mengungkapkan alasannya:
“Saya mendukung Spanyol karena kami melihatnya sebagai negara yang mendukung perjuangan Palestina dan hak-hak Palestina,” katanya dikutip dari The Guardian, Selasa (21/7/2026).
Spanyol dikenal sebagai salah satu negara Eropa yang paling vokal mengkritik perang Israel di Gaza serta kekerasan yang didukung negara di Tepi Barat yang diduduki. Pemerintah Spanyol juga mendorong Uni Eropa mengambil langkah yang lebih tegas terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk mengusulkan penangguhan pakta perdagangan bebas yang luas.
Lamine Yamal dan Solidaritas
Dukungan warga Palestina terhadap Spanyol juga dipengaruhi oleh sosok bintang muda Lamine Yamal. Banyak penduduk mengibarkan bendera Spanyol sebagai bentuk penghormatan kepada Yamal, yang sebelumnya membawa bendera Palestina saat merayakan keberhasilan Barcelona menjuarai La Liga pada Mei 2026. Aksi tersebut mendapat sorotan internasional.
Ketika menteri pertahanan Israel menyerang Yamal karena mengibarkan bendera Palestina dan menuduhnya “menghasut kebencian”, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez pun memberikan pembelaan terbuka:
“Lamine hanya mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan oleh jutaan orang di Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya,” tulis Sánchez melalui media sosial.
Bagi banyak warga Palestina, tindakan Yamal menjadi simbol dukungan yang bermakna di tengah situasi yang mereka hadapi.
Pesan dan Harapan
Menjelang pertandingan final, tim sepak bola amputasi Gaza Al-Irada mengirimkan pesan video kepada tim nasional Spanyol. “Siapa pun yang mengibarkan bendera Palestina layak mengangkat Piala Dunia,” katanya. Pesan tersebut mencerminkan besarnya harapan dan apresiasi warga Palestina terhadap pihak-pihak yang menunjukkan solidaritas kepada mereka.
Dinamika Politik Final
Final Piala Dunia 2026 juga diwarnai dinamika politik. Dukungan Israel kepada Argentina dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Argentina Javier Milei. Menjelang laga final, Netanyahu turut menyampaikan pesan dukungan kepada tim Argentina.
Sementara itu, Delegasi Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa merespons hasil pertandingan dengan mengunggah gambar tim nasional Spanyol disertai judul “juara dunia”.
Kendala Menonton di Gaza
Meski antusiasme terhadap turnamen sangat tinggi, banyak warga Gaza menghadapi kesulitan untuk mengikuti jalannya pertandingan. Sebagian besar dari sekitar 2 juta penduduk Gaza kini tinggal di kamp-kamp tenda setelah rumah mereka hancur akibat serangan Israel. Keterbatasan akses listrik dan internet membuat mereka tidak dapat menyaksikan pertandingan secara langsung.
Arkan al-Walaida, berusia 23 tahun, memilih pergi ke warnet setiap pagi selama turnamen untuk mencari cuplikan pertandingan. Ia mengandalkan video pendek yang diunggah di TikTok serta kanal resmi FIFA di YouTube dan Instagram. Saat mengetahui pada Senin bahwa Spanyol menjadi juara dunia, ia mengaku tidak mampu menyembunyikan emosinya.
“Jujur, saya merasa seperti akan menang,”
