Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Internasional

Meeting Results: Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Joseph Wilson - tajuknusa.com 3 mins read

Meeting Results: Trump Klaim AS Loloskan 87 Kapal Tanker Melewati Selat Hormuz Meeting Results - Pada Jumat (19/6/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Meeting Results: Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Meeting Results: Trump Klaim AS Loloskan 87 Kapal Tanker Melewati Selat Hormuz

Meeting Results – Pada Jumat (19/6/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara dengan Axios menyatakan bahwa hasil rapat antara pihak AS dan negara-negara terkait telah membuktikan bahwa Washington secara diam-diam memungkinkan 87 kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz tanpa terdeteksi oleh Iran. Operasi ini dilakukan dalam upaya mengamankan pasokan minyak global yang krusial untuk ekonomi dunia, terutama setelah beberapa minggu konflik antara AS, Israel, dan Iran.

“Kami berangkat pukul 01.00 dini hari, semua lampu dimatikan, dan kapal perusak angkatan laut kami akan merapat,” ujarnya, dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (20/6/2026).

Dalam hasil rapat yang diumumkan, Trump menjelaskan bahwa operasi melewati Selat Hormuz menjadi prioritas setelah pihak Iran menghambat alur pasokan minyak selama beberapa minggu. Menurut laporan, militer AS telah menonaktifkan radar dan sistem pertahanan Iran di area tersebut, memungkinkan kapal tanker mengalir tanpa hambatan. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kapal yang melewati jalur ini meningkat tajam, mencapai sekitar 700 unit, sebuah angka yang menunjukkan strategi AS untuk mengamankan pasokan energi.

“Selama lebih dari sebulan, tidak ada yang tahu,” tambahnya.

Hasil rapat ini juga menekankan pentingnya kerja sama antara AS dan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah. Trump menyatakan bahwa kemenangan dalam operasi ini memperkuat posisi AS sebagai kekuatan utama dalam mengendalikan pasokan minyak global. Selain itu, pernyataannya menunjukkan bahwa AS siap mengambil tindakan lebih lanjut jika Iran tidak memenuhi kesepakatan yang telah ditetapkan dalam waktu 60 hari.

Strategi AS untuk Memastikan Pasokan Minyak Global

Menurut hasil rapat, operasi melewati Selat Hormuz menjadi bagian dari strategi jangka panjang AS untuk memastikan stabilitas pasokan minyak. Dalam beberapa minggu terakhir, konflik antara AS dan Iran menyebabkan gangguan signifikan pada distribusi minyak, yang berdampak pada harga dan pasokan global. Dengan menonaktifkan sistem pertahanan Iran, AS berhasil mengizinkan kapal tanker beroperasi secara bebas, meski hanya dalam jumlah terbatas.

Hasil rapat juga menyebutkan bahwa Trump mempertahankan keyakinan bahwa kekuatan militer AS tetap dominan, meskipun dalam situasi yang rumit. Ia menegaskan bahwa Iran memiliki waktu 60 hari untuk menyelesaikan kesepakatan dengan AS, yang menunjukkan bahwa pemerintahan Trump tetap memprioritaskan negosiasi sebagai alat utama untuk mengatasi krisis. Jika tidak ada kesepakatan, AS siap melakukan tindakan tegas yang akan mengganggu pasokan minyak Iran.

Kesepakatan Elektronik antara AS dan Iran

Sebagai bagian dari hasil rapat, Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani secara elektronik Islamabad Memorandum of Understanding pada Rabu (17/6/2026). Kesepakatan ini diharapkan dapat mengakhiri pertikaian antara AS, Israel, dan Iran, serta mencegah serangan Israel terhadap Lebanon. Dalam pernyataannya, Trump menyebutkan bahwa hasil pertemuan ini menjadi bukti bahwa AS mampu menyelesaikan masalah krisis energi tanpa tergantung sepenuhnya pada kemenangan militer.

Hasil rapat ini juga menunjukkan bahwa AS terus mendorong pihak Iran untuk kembali ke meja perundingan. Trump menegaskan bahwa pasokan minyak yang lancar adalah tujuan utama dari pertemuan tersebut, terlepas dari konflik yang terjadi sebelumnya. Dengan mengizinkan 87 kapal tanker melewati Selat Hormuz, AS berharap bisa memperkuat kepercayaan pasar global terhadap stabilitas kawasan tersebut.

Dalam konteks strategi kebebasan, hasil rapat menegaskan bahwa AS bersedia mengambil risiko untuk menjaga alur pasokan minyak. Trump menekankan bahwa operasi ini memperlihatkan kemampuan militer AS dalam mengatasi ancaman dari Iran, sementara tetap mempertahankan hubungan diplomatik. Dengan menyelesaikan kesepakatan, AS juga berharap bisa mengurangi tekanan ekonomi terhadap negara-negara yang bergantung pada minyak dari kawasan tersebut.

Join the discussion