Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Internasional

Meeting Results: Iran Bakal Targetkan Negara yang Bantu Serangan AS

Richard Wilson - tajuknusa.com 3 mins read

Meeting Results: Iran Akan Menargetkan Negara yang Mendukung Serangan AS Meeting Results - Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan bahwa negara-negara yang

Meeting Results: Iran Bakal Targetkan Negara yang Bantu Serangan AS

Meeting Results: Iran Akan Menargetkan Negara yang Mendukung Serangan AS

Meeting Results – Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan bahwa negara-negara yang membantu Amerika Serikat (AS) dalam menyerang wilayah Iran akan menjadi target utama operasi pertahanan mereka. Pernyataan ini muncul setelah rapat kabinet Iran menghasilkan keputusan strategis untuk mengejar tindakan balas berdasarkan kebijakan internasional yang dianggap telah dilanggar oleh AS. Serangan udara terbaru AS ke Mahshahr, Provinsi Khuzestan, yang menyebabkan satu korban tewas dan empat luka, menjadi pemicu utama untuk keputusan ini. Dalam meeting results, Iran menekankan bahwa setiap negara yang memfasilitasi aksi militer AS dapat dipertanggungjawabkan atas konsekuensi yang terjadi.

Detail Serangan dan Tanggapan Resmi Iran

Menurut laporan resmi, serangan AS pada Senin (13/7/2026) mengenai stasiun pompa air pertanian di Mahshahr, yang menyebabkan kekacauan di wilayah tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa operasi ini menunjukkan sikap agresif AS terhadap kestabilan kawasan dan melanggar Piagam PBB. Dalam meeting results, Iran menegaskan bahwa serangan tersebut dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat dominasi AS di Teluk Hormuz. Pemimpin partai-partai politik Iran mengingatkan bahwa keputusan ini berdasarkan hasil diskusi dalam pertemuan kabinet yang melibatkan seluruh lini pemerintahan, termasuk keamanan dan luar negeri.

“Kita tidak akan membiarkan negara mana pun menjadi pelindung agresi AS terhadap Iran,” tambah pernyataan Kementerian Luar Negeri, dikutip dari Business Standard. “Setiap negara yang memperbolehkan fasilitas atau wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran akan dianggap sebagai bagian dari perang terhadap bangsa kami.”

Dalam meeting results, Iran juga menyoroti bahwa AS mengabaikan perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati. Mereka menuntut PBB agar segera mengambil langkah tegas terhadap AS sebagai tanggapan atas serangan tersebut. Kementerian Luar Negeri meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB untuk meninjau kembali posisi mereka dan memastikan keadilan dalam pengambilan keputusan. “AS harus menjelaskan alasan serangan mereka dan memperbaiki hubungan dengan Iran,” tegasnya.

Impak Serangan dan Tuntutan Internasional

Menurut Mehr News Agency, Wakil Gubernur Khuzestan Valiollah Hayati mengungkapkan bahwa petugas keamanan yang menjadi korban serangan tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan Iran. Dia menambahkan bahwa serangan ini menunjukkan keinginan AS untuk menekan Iran secara ekonomi dan politik. Dalam meeting results, Iran menegaskan bahwa mereka akan mengambil langkah-langkah terukur untuk membalas serangan, termasuk menargetkan fasilitas strategis di negara-negara sekutu AS.

Operasi udara AS di Khuzestan bukanlah yang pertama dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, AS juga meluncurkan serangan ke Bandar Abbas, Sirik, Pulau Qeshm, Jask, Bushehr, dan Kangan. Press TV Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di beberapa lokasi tersebut setelah aksi militer dimulai. Dalam meeting results, pihak Iran menyatakan bahwa serangan-serangan ini bertujuan mengganggu kegiatan ekonomi dan logistik negara mereka, serta mengurangi kemampuan Iran untuk mengelola wilayah selatan.

Komando Pusat AS (Centcom) menyebutkan bahwa serangan terakhir bertujuan memperkuat kemampuan negara tersebut menghentikan serangan pelaut sipil dan kapal dagang di Selat Hormuz. Mereka menegaskan bahwa fasilitas yang ditargetkan termasuk lokasi peluncuran rudal, amunisi, dan jaringan komunikasi. Dalam meeting results, Iran menyetujui bahwa respons mereka akan mencakup perang gerilya di wilayah-wilayah yang disebut sebagai “basis kekuatan AS”.

Ketegangan antara Iran dan AS semakin memuncak setelah serangan udara terakhir. Pemimpin negara-negara Arab Teluk dan organisasi internasional lainnya diingatkan oleh Iran untuk tidak memihak AS dalam konflik ini. “Negara-negara yang terlibat dalam persetujuan serangan AS harus siap menerima konsekuensi,” jelas pernyataan dari meeting results. PBB juga diharapkan memperkuat peran mediasi untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Menurut sumber diplomatik, meeting results ini merupakan hasil dari pembicaraan darurat yang diadakan oleh pemerintah Iran beberapa hari sebelum serangan. Diskusi tersebut melibatkan menteri-menteri kabinet, kepala organisasi keamanan, dan para tokoh pemerintah sipil. Poin utama dalam pertemuan ini adalah menetapkan strategi tindakan balas serta menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk menghentikan agresi AS terhadap Iran. Dalam rangka meningkatkan tekanan, Iran juga berencana melakukan pembicaraan dengan negara-negara lain untuk memperoleh dukungan dalam operasi pertahanan mereka.

Join the discussion