Announced: Iran Tuding Serangan AS ke Infrastruktur Sipil Mirip Aksi Teroris
Iran Tuduh Serangan AS ke Infrastruktur Sipil Mirip Aksi Teroris Diumumkan: Iran Kritik Serangan AS yang Diklaim Mirip Teroris Announced - Dalam pernyataan
Iran Tuduh Serangan AS ke Infrastruktur Sipil Mirip Aksi Teroris
Diumumkan: Iran Kritik Serangan AS yang Diklaim Mirip Teroris
Announced – Dalam pernyataan resmi yang diungkapkan pada 28 Februari 2026, Iran mengkritik tindakan Amerika Serikat yang menyerang fasilitas sipil. Tuduhan ini dilontarkan oleh Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, yang menyebutkan bahwa serangan AS menunjukkan pola serupa dengan aksi teroris yang selama ini dijadikan alasan utama untuk menghancurkan negara-negara tertentu. Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas serangkaian serangan yang dilakukan AS di wilayah Irak dan Suriah, serta perluasan ancaman ke Timur Tengah.
“Diumumkan bahwa AS menyerang fasilitas sipil adalah tindakan yang bertentangan dengan prinsip liberalisme dan perang melawan terorisme yang mereka anut. Menghancurkan menara pengawasan maritim Chabahar, sekolah, dan jembatan menunjukkan bahwa serangan ini sengaja dirancang untuk merusak kepercayaan publik terhadap kredibilitas AS,” tegas Baqaei dalam siaran persnya.
Detil Serangan dan Dampaknya
Serangan AS terhadap infrastruktur sipil di Iran diungkapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat dominasi militer mereka di kawasan. Baqaei menyoroti bahwa pada 16 Juni 2026, Menara Pengawasan Maritim Chabahar, yang menjadi pusat operasional pengawasan laut, menjadi sasaran utama. Video serangan tersebut dibagikan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, menunjukkan kerusakan yang parah di area tersebut. Selain itu, serangan rudal ke sekolah di Minab dan pengeboman di Lamerd juga dianggap sebagai tindakan yang merugikan warga sipil.
Menurut Baqaei, serangan di Desa Bunji, Jask pada 18 Juli 2026, menyebabkan lebih dari 10.000 penduduk kehilangan akses air minum. Infrastruktur kelistrikan dan desalinasi yang hancur berdampak luas, terutama pada masyarakat pedesaan yang bergantung pada fasilitas tersebut. Pernyataan ini mengingatkan bahwa tindakan AS tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar warga sipil, yang dianggap menjadi bentuk kekejaman.
Perbandingan dengan Aksi Teroris
Baqaei menegaskan bahwa tindakan AS terhadap Iran memiliki kesamaan dengan aksi teroris yang selama ini mereka kutuk. “Diumumkan bahwa serangan di Chabahar, Minab, dan Jask tidak hanya terjadi di wilayah pertahanan Iran, tetapi juga menjadi simbol kegagalan sistem hukum internasional dalam melindungi masyarakat sipil,” tambahnya. Ia menyoroti bahwa AS selama ini memakai alasan keamanan global untuk menyerang negara-negara yang dianggap “musuh”, tanpa memperhatikan keseimbangan kekuasaan.
Dalam upaya memperjelas klaim mereka, Iran juga menyebutkan bahwa serangan rudal yang menargetkan infrastruktur sipil dilakukan dengan sengaja. Fakta bahwa AS memperlihatkan video kehancuran tersebut dianggap sebagai bagian dari kampanye propaganda untuk membangun narasi bahwa Iran adalah ancaman terhadap keamanan global. Ini memicu perdebatan mengenai konsistensi tindakan AS dalam menggambarkan musuh dan mengambil tindakan represif.
Konteks Konflik dan Respon Internasional
Peristiwa yang diumumkan ini terjadi dalam konteks konflik yang telah berlangsung lama antara Iran dan AS. Sejak 2026, AS terus meningkatkan kehadiran militer di wilayah Timur Tengah, terutama setelah menetapkan kebijakan “keterlibatan langsung” dalam perang melawan terorisme. Iran menganggap ini sebagai upaya untuk mengurangi pengaruh mereka dan menciptakan ketidakstabilan.
Sejumlah negara yang menjadi mitra Iran, seperti Rusia dan Tiongkok, juga mengkritik tindakan AS. Mereka menilai bahwa serangan tersebut menunjukkan sifat dualistik AS, yaitu mengklaim perang melawan teroris sementara secara bersamaan menyerang infrastruktur sipil. Diumumkan bahwa kebijakan ini berpotensi merusak hubungan diplomatik dan mengganggu kerja sama internasional dalam menyelesaikan konflik.
Kesimpulan dan Kebutuhan Tindakan
Iran menegaskan bahwa tindakan AS dalam menghancurkan fasilitas sipil dianggap sebagai bentuk kekejaman yang harus ditanggapi secara internasional. Diumumkan bahwa kehancuran menara, jembatan, dan sekolah menjadi bukti bahwa AS tidak hanya menyerang militer, tetapi juga merendahkan nilai-nilai perdamaian yang mereka promosikan. Pernyataan ini memperkuat tekanan Iran terhadap AS untuk memperbaiki kebijakan mereka dan menjelaskan alasan serangan yang diumumkan.
Baqaei menambahkan bahwa penghancuran tersebut merupakan bagian dari strategi yang dirancang untuk menekan Iran secara ekonomi dan politik. Dengan merusak akses air dan keamanan pelayaran, AS dianggap menciptakan tekanan ekstra pada populasi sipil yang tidak terlibat langsung dalam konflik. Pemerintah Iran berharap negara-negara lain akan mengambil sikap dan menegaskan bahwa serangan diumumkan ini merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional.
