New Policy: Pelatih Mesir Hossam Hassan Tuduh FIFA Atur Piala Dunia demi Messi
cy: Pelatih Mesir Hossam Hassan Tuduh FIFA Atur Piala Dunia demi Messi New Policy menjadi isu utama dalam kontroversi yang terjadi setelah Mesir kalah dari
New Policy: Pelatih Mesir Hossam Hassan Tuduh FIFA Atur Piala Dunia demi Messi
New Policy menjadi isu utama dalam kontroversi yang terjadi setelah Mesir kalah dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, secara tajam mengkritik keputusan FIFA yang dianggapnya memihak Lionel Messi. Ia menyatakan bahwa kebijakan penggunaan VAR dan perubahan aturan pertandingan memengaruhi hasil pertandingan dan memperbesar peluang Argentina melangkah ke babak berikutnya. Pertandingan antara Mesir dan Argentina ini dianggap sebagai momen penting dalam kebijakan baru yang diterapkan oleh FIFA.
VAR dan Kebijakan Penalti
Pertandingan antara Mesir dan Argentina memperlihatkan peran VAR dalam mengubah hasil pertandingan. Dalam pertandingan tersebut, wasit Francois Letexier membuat keputusan kontroversial, terutama saat sundulan Enzo Fernandez mencetak gol penyama skor di menit ke-78. Keputusan ini menimbulkan kekecewaan besar di kalangan pemain Mesir, yang menganggap VAR tidak memberikan keputusan adil ketika Mohamed Salah terjatuh di kotak penalti. Kritik Hassan terhadap VAR dianggap sebagai bagian dari New Policy yang diakui FIFA dalam mengatur pertandingan.
Hassan menekankan bahwa tim Mesir memperlihatkan performa luar biasa sepanjang pertandingan, tetapi keputusan wasit dan VAR membuat mereka terbuang begitu saja. Ia menyebut kebijakan baru tersebut sebagai bentuk keadilan yang kurang sempurna, karena tidak memberikan keuntungan maksimal kepada tim yang lebih kuat. “New Policy ini terasa seperti mengurangi peluang Mesir untuk menang, karena banyak keputusan yang dianggap tidak adil,” kata pelatih Mesir tersebut dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Pengaruh Komersial Messi pada Piala Dunia
Keberadaan Lionel Messi di Piala Dunia 2026 menjadi fokus utama kritik Hassan. Ia menganggap bahwa keputusan FIFA yang menyesuaikan aturan pertandingan secara tidak langsung mendukung keberhasilan Messi dan timnya. Dengan popularitas Messi sebagai bintang sepak bola dunia, FIFA dianggap mengoptimalkan kebijakan baru untuk memastikan ia tetap menjadi pusat perhatian. Hassan menyebut bahwa ini adalah strategi komersial yang diambil oleh FIFA, yang mungkin mengorbankan keadilan bagi tim-tim lain.
Dalam pernyataannya, Hassan juga menyoroti dampak dari kebijakan ini terhadap kesetaraan dalam kompetisi. Ia berharap FIFA dapat lebih transparan dalam pengambilan keputusan, terutama dalam menghadirkan aturan yang memengaruhi hasil pertandingan. “New Policy ini memperkuat keunggulan Messi, tetapi juga membuat para pemain yang lain merasa tidak adil,” imbuhnya. Kritik ini memicu perdebatan di media internasional tentang integritas turnamen Piala Dunia.
Pertandingan antara Mesir dan Argentina juga memperlihatkan bagaimana New Policy bisa memengaruhi momentum tim. Mesir sempat unggul di babak pertama, tetapi keputusan VAR dan wasit di babak kedua memicu kekalahan. Hassan mengatakan bahwa timnya sudah mempersiapkan diri dengan baik, namun kebijakan baru ini membuat mereka kehilangan peluang menang. Ia berharap FIFA bisa memberikan penjelasan yang jelas tentang mengapa keputusan tersebut diambil.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa keputusan VAR dan wasit dijalankan secara independen. Namun, kritik dari pelatih Mesir tetap mengundang pertanyaan tentang adanya bias dalam penerapan New Policy. Argentina, yang memenangkan pertandingan, memperlihatkan kemampuan mereka untuk memanfaatkan aturan yang dianggap lebih menguntungkan. Dengan skor 3-2, Argentina melangkah ke babak perempat final, sementara Mesir harus mengakhiri perjalanan mereka di tahap ini.
