Key Strategy: Erick Thohir Sebut Lomba Marathon Bisa Tingkatkan Sport Tourism Daerah
Erick Thohir: Key Strategy Menggabungkan Olahraga dan Wisata untuk Meningkatkan Sport Tourism Daerah Strategi Utama Pemerintah Meningkatkan Daya Tarik Wisata
Erick Thohir: Key Strategy Menggabungkan Olahraga dan Wisata untuk Meningkatkan Sport Tourism Daerah
Strategi Utama Pemerintah Meningkatkan Daya Tarik Wisata Olahraga
Key Strategy menjadi salah satu pilar penting dalam upaya pemerintah Indonesia untuk memperkuat sektor pariwisata melalui olahraga. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menekankan bahwa penyelenggaraan lomba maraton tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan strategi utama yang dapat menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam olahraga sekaligus mempromosikan budaya dan destinasi wisata setempat.
Peluang Maraton untuk Meningkatkan Sport Tourism di Daerah
“Acara Mandiri Jogja Marathon tahun ini dinilai sangat strategis karena Yogyakarta adalah pusat pariwisata yang potensial. Meski peringkat wisatawan mancanegara di sini masih tertinggal dari Bali, maraton bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan jumlah pengunjung,” ujar Erick Thohir, dilansir dari Antara.
Dalam wawancara terpisah, ia menambahkan bahwa sport tourism memainkan peran krusial dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dengan menarik wisatawan yang menyukai tantangan fisik dan pengalaman kultural, maraton dapat menjadi pendorong pengembangan wisata berbasis olahraga. Menurut Erick, konsep ini tidak hanya meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga memberi dampak positif terhadap kesehatan masyarakat dan kesadaran akan gaya hidup aktif.
Kemenpora menyebutkan bahwa tahun ini, Mandiri Jogja Marathon mencatatkan partisipasi terbesar sepanjang sejarah, dengan 10.200 pelari dari 17 negara. Angka ini menunjukkan bahwa event maraton tidak hanya menarik peserta dari dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata olahraga. Dengan memperluas kegiatan seperti ini ke berbagai daerah, key strategy pemerintah diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam olahraga sekaligus menciptakan destinasi baru.
Keterlibatan Masyarakat dan Dampak Ekonomi
Erick juga menyoroti bahwa meski Indonesia memiliki populasi muda yang signifikan, tingkat partisipasi olahraga masyarakat hanya mencapai sekitar 17%. Ia menekankan bahwa maraton bisa menjadi katalis untuk mengubah angka ini, karena event yang menarik dan menyenangkan bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat. Selain itu, key strategy ini memiliki potensi untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal melalui pendapatan dari wisatawan, katering, serta penginapan.
Dalam konteks nasional, terdapat sekitar 104 lomba maraton yang digelar di Indonesia, dengan total partisipasi mencapai 10,6 juta pelari. Angka ini menunjukkan bahwa maraton semakin populer dan bisa menjadi pilihan untuk memperkenalkan destinasi wisata daerah. Dengan menggabungkan keindahan alam, sejarah, dan budaya lokal, key strategy ini bisa dijadikan alat untuk membangun sport tourism yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.
Menpora juga menyoroti pentingnya program Car Free Day (CFD) sebagai bagian dari key strategy untuk mendorong gaya hidup sehat. Dari 514 kabupaten/kota, hanya 220 yang rutin menyelenggarakan CFD. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bisa menjadi katalis untuk membangun kesadaran masyarakat akan olahraga dan lingkungan sehat. Selain maraton, CFD juga bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk terlibat dalam berbagai bentuk olahraga dan wisata.
Langkah Nyata untuk Menyebarluaskan Key Strategy
Menpora menekankan bahwa key strategy ini perlu disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. “Setiap daerah memiliki keunikan, dan maraton bisa dirancang agar selaras dengan budaya dan kebutuhan lokal,” katanya. Ia berharap bahwa melalui lomba maraton, daerah-daerah yang kurang dikenal bisa menemukan pasar wisata baru, sekaligus meningkatkan citra sebagai destinasi olahraga. Dengan menarik minat wisatawan, maraton bisa memberi dampak jangka panjang pada ekonomi dan pariwisata.
Key strategy ini juga diharapkan bisa memberi contoh untuk daerah lain yang ingin mengembangkan sport tourism. Dengan menambahkan detail tentang atraksi wisata lokal, event maraton tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga pendidikan tentang nilai-nilai budaya dan sejarah daerah. Erick berharap bahwa ke depan, lebih banyak kota besar dan kecil bisa mengadopsi model ini untuk menciptakan kegiatan yang berdampak luas.
Kemenpora juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan key strategy ini. “Event maraton harus didukung oleh infrastruktur yang memadai dan keterlibatan aktif masyarakat. Tanpa itu, key strategy hanya akan berupa ide tanpa implementasi yang nyata,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini juga perlu diiringi sosialisasi yang tepat agar masyarakat lebih memahami manfaat dari sport tourism.
