Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Sport

China Open 2026: Sabar/Reza Kembali Takluk dari Lane/Vendy

Richard Wilson - tajuknusa.com 3 mins read

China Open 2026 mencatatkan babak keenam belas yang penuh drama bagi ganda putra Indonesia. Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang tampil

China Open 2026: Sabar/Reza Kembali Takluk dari Lane/Vendy

China Open 2026: Perjalanan Sabar-Reza Berakhir di Babak 16 Besar

Tajuknusa.com – China Open 2026 mencatatkan babak keenam belas yang penuh drama bagi ganda putra Indonesia. Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang tampil sebagai unggulan keenam, harus rela pulang lebih awal setelah kalah dari pasangan Inggris, Ben Lane dan Sean Vendy. Pertandingan yang berlangsung di Changzhou pada Kamis, 23 Juli 2026, berakhir dengan skor telak 18-21 dan 12-21 dalam dua set berturut-turut.

Kekalahan ini bukan sekadar kekalahan biasa bagi duo Indonesia. Mereka kembali mengalami nasib yang sama seperti lima pertemuan sebelumnya melawan Lane dan Vendy. Catatan buruk ini menunjukkan bahwa Sabar dan Reza belum mampu menemukan kunci kemenangan atas pasangan asal Inggris tersebut. Setiap kali bertemu, mereka selalu berakhir sebagai pihak yang kalah.

Analisis Performa dalam Pertandingan

Sabar memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan kekalahan mereka dalam pertandingan kali ini. Menurut pemain berusia 30 tahun tersebut, lawan tampil jauh lebih terorganisir sejak babak pertama berlangsung. Lane dan Vendy mampu mengendalikan ritme permainan dengan sangat baik, sehingga Sabar-Reza kesulitan untuk membalikkan keadaan.

Hari ini mereka jauh lebih disiplin, jauh lebih memegang kendali pertandingan. Mereka juga tadi depannya lebih cepat menurunkan bola daripada kami. Dengan kondisi lapangan yang berangin, mereka bagus dalam mengontrol laju shuttlecock saat menang angin atau kalah angin.

Kondisi lapangan yang berangin menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jalannya pertandingan. Namun, Lane dan Vendy mampu memanfaatkan kondisi tersebut dengan lebih baik dibandingkan Sabar dan Reza. Kemampuan mereka dalam mengontrol shuttlecock saat menghadapi angin menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini.

Harapan untuk Masa Depan

Meskipun mengalami kekalahan, Sabar tidak kehilangan semangat. Ia menyatakan bahwa pengalaman ini akan menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan di masa mendatang. Duo Indonesia berencana untuk mencari strategi baru yang lebih efektif dalam menghadapi permainan Lane dan Vendy.

Sangat penasaran karena belum bisa menang dari mereka di lima pertemuan ini. Kami akan coba lagi ke depannya.

Sabar juga mengungkapkan rasa penasarannya mengapa mereka belum mampu meraih kemenangan. Dengan lima pertemuan yang berlalu tanpa satu kemenangan pun, ada sesuatu yang perlu diperbaiki dari pendekatan mereka terhadap lawan ini.

Perspektif Moh Reza Pahlevi Isfahani

Moh Reza Pahlevi Isfahani memberikan penilaian yang senada dengan rekan setimnya. Ia merasa bahwa duo Indonesia belum menemukan pola permainan yang tepat untuk menghadapi Lane dan Vendy. Menurut Reza, lawan mereka memiliki gaya bermain yang aman dan berbeda dari pemain-pemain lainnya yang pernah mereka hadapi.

Kami belum menemukan pola main yang cocok untuk melawan mereka. Mereka itu mainnya aman dan saya merasa berbeda dari pemain-pemain yang lainnya. Tetapi kami nanti akan coba terus.

Reza juga menekankan bahwa meskipun belum menemukan formula yang tepat, mereka tidak akan berhenti berusaha. Komitmen untuk terus mencoba dan memperbaiki diri menjadi semangat utama yang membawa duo Indonesia dalam setiap pertandingan.

Kekalahan ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan Sabar dan Reza di turnamen bergengsi tersebut. Mereka kembali gagal memutus tren negatif dalam sejarah pertemuan dengan Ben Lane dan Sean Vendy. Namun, pengalaman ini menjadi modal berharga untuk persiapan mereka menghadapi turnamen-turnamen berikutnya di masa depan.

Join the discussion