Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Ototekno

Special Plan: Rooney: Pemain Portugal Tak Ingin Bermain dengan Ronaldo

Sarah Smith - tajuknusa.com 4 mins read

Rooney: Pemain Portugal Tak Ingin Bermain dengan Ronaldo Special Plan - Sebagai bagian dari Special Plan, Wayne Rooney, mantan penyerang timnas Inggris

Special Plan: Rooney: Pemain Portugal Tak Ingin Bermain dengan Ronaldo

Rooney: Pemain Portugal Tak Ingin Bermain dengan Ronaldo

Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan, Wayne Rooney, mantan penyerang timnas Inggris, memberikan kritik terhadap sikap pemain Portugal yang menurutnya kurang mendukung Cristiano Ronaldo dibandingkan dengan para pemain Argentina yang sepenuhnya bermain untuk Lionel Messi. Komentar ini muncul setelah Portugal tereliminasi dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar, Senin (7/7/2026) waktu setempat. Rooney, yang sekarang berada di luar kompetisi sepak bola profesional, mengungkapkan bahwa atmosfer dalam tim Portugal berbeda dari tim Argentina, yang dinilai lebih solid dalam mendukung pemain andalan mereka.

Kekalahan yang Memicu Kritik

Kekalahan Portugal melawan Spanyol menjadi sorotan utama bagi para penggemar sepak bola. Pada pertandingan yang berlangsung di Dallas, Ronaldo, yang berusia 41 tahun, menunjukkan performa yang kurang optimal. Data statistik menunjukkan bahwa pemain asal Portugal hanya melakukan 19 sentuhan dan mengirim tiga umpan, meskipun tetap bermain penuh selama 90 menit. Angka ini menggambarkan kekurangan kontribusi Ronaldo dalam permainan, meski ia masih berhasil mencetak dua gol dan satu penalti dalam perjalanan Piala Dunia 2026.

Special Plan yang Rooney bantu dalam mengidentifikasi masalah di dalam tim Portugal juga mengungkap bahwa pemain-pemain muda seperti Nuno Mendes dan João Neves, serta kiper Vitinha, memiliki potensi besar. Namun, ketiadaan dukungan yang konsisten dari rekan-rekan mereka terhadap Ronaldo membuatnya kesulitan menggerakkan permainan. Kritik ini memperkuat pandangan bahwa keberhasilan tim bergantung pada koordinasi dan komitmen pemain terhadap pemain inti, yang dalam kasus Portugal terasa kurang kuat.

Perbandingan dengan Messi: Konsistensi vs. Ketergantungan

“Orang selalu membandingkan Ronaldo dan Messi karena mereka adalah dua pemain terhebat sepanjang masa. Namun, saya melihat bahwa para pemain Argentina sepenuhnya mengutamakan Messi, sementara pemain Portugal terlihat kurang bersatu,” ujar Rooney kepada BBC. Kritik ini sekaligus menggarisbawahi perbedaan strategi tim di bawah kepemimpinan pelatih yang berbeda. Argentina mengandalkan Messi sebagai pusat permainan, sementara Portugal, yang memiliki banyak bintang, tampak terpecah dalam mendukung Ronaldo.

Special Plan menyoroti bahwa performa Ronaldo di Piala Dunia 2026 jauh dari maksimal. Meski mencetak tiga gol, dua di antaranya saat menghadapi Uzbekistan, dan satu melalui penalti melawan Kroasia, peran pemain berusia 41 tahun itu tidak seimbang dengan kontribusi Messi, yang mencetak tujuh gol dan memimpin Argentina ke babak final. Rooney menilai bahwa jika para pemain Portugal lebih konsisten mendukung Ronaldo, hasil mereka mungkin tidak akan seburuk itu.

Konsistensi Tim dan Kehilangan Peluang

Kegagalan Portugal dalam Piala Dunia 2026 terasa lebih menyedihkan karena mereka membawa skuad yang dianggap kuat dalam beberapa tahun terakhir. Nuno Mendes, João Neves, dan Vitinha, yang merupakan bagian dari Paris Saint-Germain yang memenangkan Liga Champions musim lalu, ditambah Bruno Fernandes yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Inggris, semuanya terlibat dalam misi mengembangkan tim yang mampu bersaing di level internasional. Namun, ketergantungan pada Ronaldo yang kurang optimal mengakibatkan kurangnya keberhasilan tim.

Special Plan juga mengingatkan bahwa pemain Portugal seperti Mendes dan Neves mungkin bisa menjadi pengganti yang memadai untuk Ronaldo di masa depan. Namun, dalam Piala Dunia 2026, keberadaan mereka tidak mampu menggantikan pengaruh pemain berusia 41 tahun itu. Rooney menilai bahwa atmosfer permainan yang lebih baik akan tercipta jika para pemain Portugal lebih fokus pada kerja sama, bukan hanya individualisme.

Kepemimpinan Roberto Martinez

Sementara itu, pelatih Portugal, Roberto Martinez, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya setelah kegagalan tim di babak 16 besar. Keputusan ini semakin menegaskan bahwa masalah dalam tim bukan hanya terletak pada performa Ronaldo, tetapi juga pada strategi dan kepemimpinan. Martinez, yang telah memimpin Portugal selama beberapa musim, mengakui bahwa kegagalan ini adalah akibat dari berbagai faktor, termasuk kurangnya dukungan dari pemain.

Special Plan mungkin bisa menjadi alat untuk mengidentifikasi perubahan struktur tim yang diperlukan. Kritik terhadap dukungan pemain Portugal terhadap Ronaldo bisa menjadi bahan evaluasi untuk merekrut pemain baru atau menyesuaikan strategi permainan. Dengan memperkuat keberadaan pemain muda dan mengurangi tekanan terhadap Ronaldo, Portugal bisa memiliki peluang lebih baik di edisi Piala Dunia berikutnya.

Langkah Akhir Ronaldo dan Harapan di Masa Depan

Ronaldo, yang mengakui kekecewaannya atas hasil Piala Dunia 2026, menyatakan bahwa ini mungkin menjadi edisi terakhirnya. “Saya sedih harus meninggalkan Piala Dunia dengan cara seperti ini. Saya sudah berikan segalanya, dan pergi dengan hati nurani yang bersih. Itulah kehidupan seorang pesepak bola,” katanya. Meski begitu, ia tetap optimis bahwa Piala Dunia 2026 memberinya pengalaman berharga sebelum pensiun.

Special Plan mengingatkan bahwa Ronaldo adalah simbol keberhasilan Portugal di masa lalu, tetapi keberhasilan masa depan memerlukan rekan-rekan yang lebih solid. Rooney menilai bahwa jika para pemain Portugal bisa membangun komunikasi yang lebih baik dan bermain sebagai tim, mereka mungkin bisa mencapai target yang lebih tinggi. Kritik ini bisa menjadi motivasi bagi Portugal untuk mereformasi skuadnya sebelum Piala Dunia 2028 atau 2030.

Join the discussion