Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Ototekno

Pasar Smartphone Turun – Samsung dan Apple Justru Makin Kuat

Richard Gonzalez - tajuknusa.com 3 mins read

ung dan Apple Tumbuh Pasar Smartphone Turun - Industri teknologi ponsel tengah menghadapi tantangan besar dalam paruh pertama tahun 2026, dengan Pasar

Pasar Smartphone Turun – Samsung dan Apple Justru Makin Kuat

Pasar Smartphone Global Turun, Samsung dan Apple Tumbuh

Pasar Smartphone Turun – Industri teknologi ponsel tengah menghadapi tantangan besar dalam paruh pertama tahun 2026, dengan Pasar Smartphone Turun mencatatkan penurunan signifikan. Menurut laporan terkini dari Omdia, volume penjualan perangkat seluler di seluruh dunia mengalami penurunan 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyebab utamanya adalah krisis pasokan memori global yang memengaruhi seluruh rantai produksi, terutama di segmen perangkat bawah harga. Kenaikan harga komponen-komponen kritis ini mengakibatkan peningkatan biaya produksi, sehingga mendorong perusahaan untuk menaikkan harga jual, yang berdampak langsung pada daya beli konsumen.

Dalam tengah penurunan keseluruhan pasar, dua merek ponsel terbesar, Samsung dan Apple, justru menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Pemimpin pasar Samsung berhasil menggeser pangsa pasar dari 20% ke 22%, sementara Apple mengalami kenaikan signifikan dari 16% menjadi 20%. Sebaliknya, produsen asal Tiongkok seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo mengalami penurunan pangsa pasar yang lebih tajam. Xiaomi mengalami penurunan dari 15% ke 11%, Oppo menyusut dari 12% ke 10%, dan Vivo pun menurun dari 9% hingga 8%. Faktor-faktor seperti perubahan strategi harga dan penurunan variasi produk di segmen kelas menengah menjadi penyebab utama dari pergeseran ini.

Krisis Pasokan Memori dan Dampak pada Harga Jual

Krisis pasokan memori semakin memperparah situasi pasar, dengan biaya komponen kritis mencapai lebih dari 60% dari total biaya produksi perangkat smartphone kelas bawah. Untuk perangkat premium, biaya memori dan penyimpanan menyumbang hingga 30% dari seluruh biaya produksi. Omdia mengingatkan bahwa meskipun harga memori diperkirakan akan turun di paruh kedua 2027, perubahan ini kemungkinan tidak akan kembali ke level tahun 2025. Akibatnya, harga jual smartphone terus mengalami peningkatan, terutama di segmen entry-level, yang menjadi sorotan utama penurunan penjualan.

“Segmentasi smartphone di bawah US$ 400 mengalami penurunan terbesar karena keterbatasan pasokan memori yang ketat, margin keuntungan yang tipis, dan respons konsumen yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga,” kata Runar Bjorhovde, analis utama Omdia, seperti dikutip dari GSM Arena, Selasa (14/7/2026).

Perusahaan riset ini juga memperkirakan bahwa tekanan pasar akan berlanjut hingga kuartal III dan IV 2026. Penurunan penjualan diprediksi terjadi secara signifikan, terutama di daerah dengan daya beli terbatas. Namun, meski pasar menyusut, strategi pemasaran yang cerdas dari Samsung dan Apple memungkinkan mereka mempertahankan posisi dominan. Samsung, misalnya, memanfaatkan keahlian dalam segmentasi harga untuk menarik pelanggan yang menginginkan kualitas tanpa mahal, sementara Apple menekankan eksklusivitas dan inovasi dalam perangkat premium.

Pertumbuhan Samsung dan Apple: Analisis Strategi Pemasaran

Pertumbuhan Samsung dan Apple dalam Pasar Smartphone Turun bukan hanya karena kekuatan merek, tetapi juga strategi pemasaran yang terukur. Samsung berfokus pada peningkatan variasi produk, termasuk pengembangan smartphone kelas menengah yang menawarkan fitur canggih dengan harga kompetitif. Di sisi lain, Apple mempertahankan dominasi di segmen premium dengan pengembangan teknologi terkini dan desain yang inovatif. Kedua perusahaan ini juga memanfaatkan jaringan distribusi global yang kuat, yang membantu mereka mempertahankan pangsa pasar meski kondisi ekonomi dunia sedang tidak stabil.

Dari perspektif industri, penurunan Pasar Smartphone Turun memaksa perusahaan-perusahaan lokal dan internasional untuk beradaptasi. Beberapa produsen Tiongkok mulai berfokus pada inovasi, seperti pengembangan fitur kamera berkualitas tinggi dan layar canggih, untuk menarik pelanggan yang lebih memilih produk premium. Namun, strategi ini membutuhkan biaya produksi yang lebih besar, sehingga tidak semua perusahaan bisa menyesuaikan diri dengan cepat. Samsung dan Apple, di sisi lain, terlihat lebih stabil karena kapasitas finansial yang besar dan kemampuan mengelola rantai pasokan secara efisien.

Analisis Omdia menunjukkan bahwa Pasar Smartphone Turun akan berdampak pada perusahaan-perusahaan yang bergantung pada segmen entry-level. Namun, Samsung dan Apple mampu mempertahankan pertumbuhan karena mereka mengalihkan fokus ke segmen yang lebih stabil, seperti kelas menengah dan premium. Perusahaan-perusahaan kecil atau menengah mungkin kesulitan mengimbangi tekanan ini, terutama jika mereka tidak memiliki akses ke komponen berkualitas dengan harga terjangkau. Jadi, pergeseran pasar ini menggambarkan perubahan struktur industri yang signifikan.

Berita terkait: Sidang Hak Angket Bupati Gowa Dikawal Polri, TNI, dan Satpol PP; Celine Dituduh Simpanan Pejabat, sang Adik: Kakak Sudah Menikah; Wilayah Perairan Akan Dihantam Gelombang Tinggi hingga 4 Meter; serta 60 Persen Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Kemarau.

Join the discussion