New Policy: Punya 200 Juta Gamer, Industri Gim Ditargetkan Tumbuh 4 Persen
a 200 Juta Gamer, Industri Gim Ditargetkan Tumbuh 4 Persen New Policy - Baru-baru ini, pemerintah meluncurkan new policy yang menargetkan pertumbuhan industri
Punya 200 Juta Gamer, Industri Gim Ditargetkan Tumbuh 4 Persen
New Policy – Baru-baru ini, pemerintah meluncurkan new policy yang menargetkan pertumbuhan industri game lokal Indonesia sebesar 4% per tahun. Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi salah satu instansi utama yang terlibat dalam kebijakan ini, dengan harapan mengakselerasi pengembangan sektor yang dinilai memiliki potensi besar dalam ekonomi digital. Luat Sihombing, Direktur Game di Kementerian Ekonomi Kreatif, menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan kontribusi pengembang dalam negeri, baik melalui penjualan domestik maupun ekspor, dengan peningkatan nilai sebesar 4% dibandingkan tahun sebelumnya.
“New policy ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang lebih kuat, sehingga pengembang game Indonesia bisa lebih kompetitif di tingkat nasional dan internasional,” ujar Luat, dikutip dari Antara, Kamis (25/6/2026).
Dalam riset terbaru yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pasar game Indonesia pada 2025 tercatat mencapai valuasi sekitar US$2 miliar atau setara Rp34 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama karena jumlah pemain aktif yang terus meningkat. Indonesia kini memiliki lebih dari 200 juta gamer, menjadikannya salah satu pasar game terbesar di Asia Tenggara. Kementerian Ekonomi Kreatif memproyeksikan bahwa dengan new policy yang dijalankan, angka ini bisa terus berkembang, seiring adanya dorongan dari pemerintah untuk mendorong inovasi dan kualitas produk.
Pertumbuhan yang Terkendali
Walaupun pasar game Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif, kinerja pengembang lokal masih terbatas. Menurut Luat, sekitar 0,17%-0,34% dari total game yang ada di pasar nasional dikembangkan oleh pengembang independen, sementara 2,5% dari nilai keseluruhan pasar dinikmati oleh para pengusaha dalam negeri. “Masalah utama saat ini adalah investasi yang masih kurang signifikan, karena kebanyakan pemain aktif fokus pada proyek pribadi, bukan perusahaan,” tambahnya. Hal ini mengindikasikan bahwa new policy perlu menjadi penyeimbang untuk meningkatkan partisipasi pengembang lokal dalam bisnis game yang lebih besar.
Berikutnya, kebijakan ini menargetkan peningkatan akses terhadap platform monetisasi dan infrastruktur digital. Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan platform Coda untuk memberikan dukungan teknis dan finansial. Infrastruktur yang disediakan diharapkan mempermudah pengembang dalam menjangkau audiens, mengelola proyek, dan meningkatkan pendapatan. Dengan adanya new policy, pemerintah berharap mampu menumbuhkan ekosistem yang lebih inklusif, memungkinkan kreator konten dan startup game lokal berkembang secara mandiri.
Kebijakan untuk Menghadapi Tantangan
Salah satu tantangan utama yang diatasi oleh new policy adalah minimnya kontribusi ekspor dari game dalam negeri. Saat ini, produk digital masih kurang tercatat dalam pendapatan negara, yang menghambat pertumbuhan ekonomi dari sektor ini. Luat menjelaskan bahwa kebijakan baru ini mencakup langkah-langkah untuk meningkatkan visibilitas game Indonesia di pasar internasional, termasuk peningkatan kualitas dan keberagaman karya. “Dengan new policy, kita berharap bisa menciptakan produk yang lebih menarik bagi konsumen global,” katanya.
Perluasan pasar juga menjadi prioritas dalam new policy. Kementerian Ekonomi Kreatif menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan swasta untuk membangun ekosistem yang sehat. Misalnya, dengan mendukung pengembangan platform digital, pemerintah memperkuat daya saing industri lokal. Selain itu, kebijakan ini melibatkan pendanaan dari berbagai sumber, termasuk program pemerintah dan investasi dari investor internasional. Dengan demikian, new policy diharapkan bisa menciptakan lingkungan bisnis yang lebih mendukung, memungkinkan industri game berkembang secara berkelanjutan.
Menurut data dari BRIN, industri game Indonesia kini menjadi salah satu sektor yang paling dinamis di bidang ekonomi kreatif. Dengan new policy yang diterapkan, pemerintah ingin memastikan bahwa pertumbuhan ini terus berlanjut, bahkan melebihi target sebelumnya. Luat menyatakan bahwa kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk, seperti melalui pendidikan, pelatihan, dan pengakuan terhadap karya-karya lokal. “Kami ingin mengubah gambaran bahwa game Indonesia hanya sekadar hiburan, tetapi juga bisa menjadi bagian dari ekonomi digital yang berpengaruh,” ujarnya.
