Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Ototekno

Dinosaurus Leher Panjang Berusia 190 Juta Tahun Ditemukan di India

Joseph Wilson - tajuknusa.com 3 mins read

Sebuah penemuan penting di India telah memberikan wawasan segar bagi para ilmuwan tentang perjalanan evolusi dinosaurus berleher panjang. Tim paleontolog

Dinosaurus Leher Panjang Berusia 190 Juta Tahun Ditemukan di India

Fosil Dinosaurus Kuno Berleher Panjang Menemukan Jejak Baru di India

Tajuknusa.com – Sebuah penemuan penting di India telah memberikan wawasan segar bagi para ilmuwan tentang perjalanan evolusi dinosaurus berleher panjang. Tim paleontolog berhasil menggali sebagian kerangka spesies yang belum pernah tercatat sebelumnya dari lapisan batuan berusia Jurassic Tengah di Cekungan Kachchh, Gujarat.

Spesies Baru dalam Keluarga Neosauropoda

Spesies yang baru diidentifikasi ini dinamai Ceratocaudia antiqua dan diyakini sebagai salah satu anggota paling awal dari kelompok Neosauropoda. Temuan ini mengisyaratkan bahwa garis keturunan dinosaurus raksasa tersebut telah menyebar ke berbagai belahan dunia jauh lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Journal of Vertebrate Paleontology. Sebagai bagian dari Neosauropoda, spesies ini merupakan cabang dari dinosauria saurischi yang kemudian melahirkan beberapa dinosaurus terbesar sepanjang sejarah Bumi, termasuk Diplodocus, Brachiosaurus, dan Argentinosaurus.

Meskipun berasal dari kelompok yang sama, spesies baru ini memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan kerabat-kerabatnya. Berdasarkan rekonstruksi awal, panjang tubuhnya diperkirakan mencapai sekitar 7 meter atau setara dengan 23 kaki.

Perdebatan Sejarah Evolusi Neosauropoda

Tim peneliti yang dipimpin oleh dr Abhishek Natarajan dari Indian Institute of Technology Bombay menjelaskan bahwa Neosauropoda merupakan salah satu kelompok dinosaurus paling sukses sepanjang sejarah evolusi.

“Neosauropoda adalah salah satu kelompok dinosauria saurischi paling sukses yang mencapai tingkat keanekaragaman sangat tinggi sejak Jurassic Akhir hingga akhir periode Kapur,” jelas para peneliti, dikutip dari laman Sci News.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa sejarah awal evolusi Neosauropoda, termasuk munculnya dua garis keturunan utamanya, yaitu Diplodocoidea dan Macronaria, selama ini masih menjadi perdebatan. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, seperti terbatasnya singkapan batuan dari periode Jurassic Awal hingga Jurassic Tengah, usia lapisan batuan yang sulit dipastikan secara akurat, sedikitnya jumlah fosil yang ditemukan, hingga kondisi fosil yang umumnya tidak lengkap atau terfragmentasi.

Namun, berbagai penelitian dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan baik Diplodocoid maupun Macronaria telah memiliki penyebaran geografis yang luas sejak Jurassic Tengah. Temuan terbaru dari India semakin memperkuat dugaan tersebut.

Proses Penggalian dan Analisis Fosil

Fosil dinosaurus baru ini ditemukan di Formasi Kaladongar yang berada di Cekungan Kachchh, Gujarat, India bagian barat. Selama proses ekskavasi, tim berhasil mengumpulkan 181 fragmen fosil yang diyakini berasal dari satu individu. Fragmen tersebut meliputi berbagai bagian tubuh, antara lain tulang belakang, tulang rusuk, tulang tungkai depan, dan elemen tungkai belakang.

Seluruh fosil kini disimpan di Laboratorium Paleontologi Vertebrata, Departemen Ilmu Bumi, Indian Institute of Technology Bombay, Mumbai, Maharashtra, India.

Salah satu tantangan terbesar dalam penelitian ini adalah menentukan usia pasti lapisan batuan tempat fosil ditemukan. Berdasarkan analisis geologi, lapisan tersebut diperkirakan berasal dari rentang Pliensbachian pada Jurassic Awal hingga Bajocian pada Jurassic Tengah. Artinya, usia Ceratocaudia antiqua diperkirakan dapat mencapai sekitar 190 juta tahun, menjadikannya salah satu tertua yang pernah ditemukan.

Rekonstruksi Digital dan Fungsi Ekor

Selain menganalisis tulang-tulang yang ditemukan, para peneliti juga membuat rekonstruksi digital tubuh Ceratocaudia antiqua menggunakan teknik pemodelan komputer. Untuk memperkirakan bentuk otot ekor, tim membandingkan struktur tubuh dinosaurus tersebut dengan buaya dan kadal modern yang masih memiliki hubungan evolusioner.

Hasil simulasi menunjukkan dinosaurus ini membawa ekornya dalam posisi horizontal dan mampu mengayunkannya dengan kuat ke arah kanan maupun kiri. Menurut para peneliti, gerakan tersebut kemungkinan digunakan sebagai bentuk pertahanan sederhana untuk menghalau predator.

“Model hipotetis Ceratocaudia antiqua menunjukkan ekor sauropoda kemungkinan sudah dapat berfungsi sebagai alat pertahanan ringan terhadap predator meskipun belum memiliki adaptasi khusus seperti ekor cambuk pada kelompok flagellicaudatan,” tulis tim peneliti.

Signifikansi Ilmiah Temuan

Analisis filogenetik menunjukkan Ceratocaudia antiqua merupakan anggota Macronaria yang bercabang pada tahap awal evolusi kelompok tersebut. Temuan ini menjadikannya sebagai salah satu anggota Neosauropoda tertua yang dapat diidentifikasi secara ilmiah di dunia.

Keberadaan spesies baru ini juga melengkapi catatan fosil dua Neosauropoda awal dari China, yaitu Dashanpusaurus dongi dan Yuzhoulong qurenensis.

Menurut para peneliti, ket

Join the discussion