Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nusantara

Special Plan: Hipotermia, Pendaki Asal Lombok Timur Tewas di Bukit Savana Dandaun

David Hernandez - tajuknusa.com 3 mins read

rmia Menyebabkan Pendaki Lombok Timur Tewas di Bukit Savana Dandaun Special Plan - Dalam rangka Special Plan, kejadian tragis terjadi di Bukit Savana Dandaun

Special Plan: Hipotermia, Pendaki Asal Lombok Timur Tewas di Bukit Savana Dandaun

Hipotermia Menyebabkan Pendaki Lombok Timur Tewas di Bukit Savana Dandaun

Special Plan – Dalam rangka Special Plan, kejadian tragis terjadi di Bukit Savana Dandaun, Sembalun, Lombok Timur, Minggu (5/7/2026). Seorang pendaki asal Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, meninggal akibat hipotermia setelah mendaki di area yang terpencil. Informasi awal menyebutkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi kritis oleh tim SAR gabungan, yang bergerak sejak Sabtu (4/7/2026) malam.

Special Plan ini menunjukkan komitmen pemerintah dan instansi terkait dalam menghadapi kejadian darurat di alam terbuka. Laporan darurat tentang kecelakaan pendaki diterima oleh Kantor SAR Mataram pada pukul 22.37 Wita. Menurut sumber di lapangan, hipotermia terjadi saat korban berada di jalur pendakian yang cukup berbahaya di Bukit Savana Dandaun.

Kondisi Terpencil dan Tantangan Evakuasi

Area Bukit Savana Dandaun terkenal dengan medan yang curam dan akses yang terbatas. Selama operasi SAR, tim ditemani oleh BPBD Lombok Timur, TNI, Polri, EMAC, Damkar, serta warga sekitar yang berperan aktif. Kendala utama yang dihadapi termasuk cuaca dingin, jalan yang licin, dan kekurangan perbekalan di lokasi. Hamzanwadi (38), korban yang menjadi perhatian utama, ditemukan setelah berjam-jam pencarian.

Evakuasi korban dilakukan dengan menggunakan peralatan medis yang dibawa oleh Pos SAR Kayangan. Pada pukul 12.50 Wita, tim SAR berhasil menjangkau Hamzanwadi dan membawanya turun ke Sembalun. Meski usaha penyelamatan berjalan lancar, nyawa korban tidak bisa diselamatkan setelah ia dikeluarkan dari kawasan bukit. Kondisi fisik korban memburuk secara cepat akibat paparan udara dingin yang ekstrem.

Dampak dan Peningkatan Kesadaran Keselamatan Pendakian

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pendaki untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan persiapan sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka. Special Plan tidak hanya berfokus pada operasi SAR, tetapi juga mencakup edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat tentang risiko hipotermia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah meningkatkan kegiatan pendidikan keselamatan untuk mengurangi insiden serupa.

Korban meninggal karena kurangnya perlindungan dari cuaca dingin yang memicu hipotermia. Tim SAR menyebutkan bahwa kondisi di Bukit Savana Dandaun menjadi lebih memburuk saat malam hari, dengan suhu yang menurun drastis dan angin kencang. Hal ini mempercepat proses kehilangan panas tubuh korban, yang akhirnya berujung pada kematian. Sementara itu, tim SAR terus berupaya memberikan pertolongan pertama sebelum evakuasi dilakukan.

Special Plan juga melibatkan kolaborasi antar instansi seperti TNI, Polri, dan BPBD untuk memastikan respons cepat. Setelah korban dikeluarkan dari area, operasi SAR resmi ditutup. Kehilangan nyawa Hamzanwadi menunjukkan pentingnya sistem darurat yang terorganisir dan siap di setiap lokasi rawan. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Sembalun sering menjadi tempat pendakian favorit, tetapi risiko alam seperti cuaca buruk tetap menjadi ancaman.

Kasus hipotermia ini menjadi sorotan media dan masyarakat karena dampaknya yang signifikan terhadap keselamatan pendaki. Special Plan tidak hanya bertujuan untuk evakuasi, tetapi juga meningkatkan infrastruktur di daerah wisata alam seperti Bukit Savana Dandaun. Pemkab Lombok Timur telah berkomitmen untuk memperbaiki akses dan memberikan fasilitas pendidikan keselamatan kepada para pendaki.

Korban meninggal setelah mengalami hipotermia yang parah. Pemerintah daerah dan tim SAR menekankan bahwa kejadian ini bisa dicegah jika pendaki mematuhi protokol keselamatan dan membawa perlengkapan yang cukup. Special Plan menjadi contoh efektif bagaimana kerja sama antarinstansi bisa meminimalkan risiko dalam situasi darurat. Peristiwa ini juga memicu refleksi tentang pentingnya perencanaan dan persiapan sebelum melakukan pendakian di daerah terpencil.

Join the discussion