Special Plan: Banjir Parigi Moutong Rusak 100 Hektare Sawah, 50 Keluarga Terdampak
Banjir Parigi Moutong: 100 Hektare Sawah Rusak, 50 Keluarga Terdampak Special Plan - Sebagai bagian dari Special Plan penanggulangan bencana nasional, banjir
Banjir Parigi Moutong: 100 Hektare Sawah Rusak, 50 Keluarga Terdampak
Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan penanggulangan bencana nasional, banjir yang menghancurkan Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian utama pemerintah setempat. Kecelakaan alam ini terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam Sabtu (20/6/2026), mengakibatkan luapan air yang merusak puluhan hektare sawah dan menyebabkan dampak sosial signifikan. Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, peristiwa ini diterima pada Minggu (21/6/2026) pagi sekitar pukul 08.30 Wita.
Latar Belakang dan Dampak
Banjir yang terjadi pada Jumat (20/6/2026) malam melibatkan intensitas hujan yang melebihi normal, sehingga mengakibatkan tergenangnya air hingga mencapai ketinggian 1-2 meter di beberapa titik. Wilayah terdampak utama adalah Dusun 3, Desa Dolago Padang, dimana permukiman warga dan lahan pertanian mengalami kerusakan parah. Menurut Plt Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai, bencana ini memengaruhi 50 keluarga dengan tidak ada korban jiwa atau warga yang terpaksa mengungsi saat ini.
“Bencana ini berdampak pada sebanyak 50 keluarga di Dusun 3, Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan. Beruntung, sejauh ini belum ada laporan terkait korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi,” ujar Rivai.
Kerusakan yang paling signifikan adalah hilangnya 100 hektare lahan pertanian, khususnya sawah yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. Selain itu, saluran irigasi dan fasilitas umum seperti Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan juga terkena. Meskipun tidak ada kerusakan rumah yang berat, bencana ini memperparah kesulitan petani dan mengganggu kegiatan sehari-hari masyarakat.
Kebutuhan dan Langkah Penanggulangan
Dalam rangka mempercepat proses pemulihan, Special Plan melibatkan kerja sama antara BPBD Parigi Moutong, pemerintah desa, serta lembaga-lembaga terkait untuk menyelesaikan pendataan kerusakan dan menyalurkan bantuan. Kebutuhan mendesak yang paling utama adalah selimut, matras, atau tikar untuk perlindungan sementara, serta bantuan logistik berupa sembako dan beras untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Pemulihan terus berlangsung, dengan air mulai surut dan warga serta petugas membersihkan lumpur yang menggenangi permukiman. BPBD Parigi Moutong memberikan dukungan logistik dan koordinasi dengan organisasi keamanan dan perusahaan pelayanan publik untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Special Plan juga menargetkan pengurangan risiko bencana di masa depan melalui peningkatan infrastruktur drainase dan sistem peringatan dini.
Untuk memperkuat Special Plan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan, mengingat cuaca masih tidak stabil beberapa hari ke depan. Selain itu, langkah-langkah mitigasi seperti pembersihan saluran air dan pengerasan tanah pertanian juga dikerjakan untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana serupa di masa mendatang.
Pengelolaan dan Keterlibatan Masyarakat
Dalam proses Special Plan ini, masyarakat setempat aktif berpartisipasi melalui kegiatan gotong royong dan bantuan secara sukarela. Warga Dusun 3 mengumpulkan peralatan dan bahan makanan untuk dibagikan kepada keluarga terdampak, sementara petugas dari BPBD mengkoordinasikan distribusi bantuan ke titik-titik paling parah. Pemangku kepentingan seperti tokoh adat dan perangkat desa turut serta dalam memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.
Selain itu, Special Plan juga mencakup pelatihan keterampilan bantuan darurat bagi warga desa. Pada hari kedua setelah banjir, tim BPBD mengadakan sesi edukasi tentang cara mengelola air tanah dan memperkuat tempat tinggal untuk mencegah kerusakan akibat banjir di masa depan. Dukungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam membangun ketahanan bencana yang lebih baik.
Perkembangan Terkini dan Prospek
Pada hari ketiga setelah bencana, BPBD Parigi Moutong mengumumkan bahwa proses pemulihan telah memasuki tahap intensif. Beberapa warga yang tinggal di daerah terdampak mulai memperbaiki rumah mereka, sementara kelompok pertanian lokal menyusun rencana revitalisasi lahan pertanian yang rusak. Special Plan juga berfokus pada pemantauan kesehatan masyarakat, terutama untuk menghindari risiko penyakit yang mungkin terjadi akibat genangan air.
Selain itu, pihak berwenang sedang mempersiapkan laporan lengkap tentang kerusakan bencana ini untuk disampaikan ke lembaga pemerintah pusat. Laporan tersebut akan menjadi dasar untuk alokasi dana bantuan dan program rehabilitasi di daerah yang terkena. Special Plan mengintegrasikan data dari BPBD, pusat penelitian, serta laporan langsung dari warga untuk memastikan informasi akurat dan tindakan tepat sasaran.
Dalam rangka menyelesaikan Special Plan ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan dukungan teknis dan finansial selama tiga bulan ke depan. Tujuan utamanya adalah memulihkan kondisi warga dan memastikan kegiatan pertanian bisa berjalan normal kembali. Dengan pendekatan yang terorganisir, Special Plan diharapkan dapat mengurangi dampak bencana dan meningkatkan kesiapan masyarakat terhadap cuaca ekstrem di masa mendatang.
