Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nusantara

Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan – BMKG Sebut Dipicu Sesar Palolo

Joseph Wilson - tajuknusa.com 4 mins read

Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Palolo Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan - Baru-baru ini, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan – BMKG Sebut Dipicu Sesar Palolo

Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Palolo

Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan – Baru-baru ini, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali menjadi pusat perhatian karena mengalami serangkaian gempa susulan yang terjadi sepanjang hari Kamis (18/6/2026). Menurut informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), keempat gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Palolo A, yang merupakan zona lempeng aktif di daerah tersebut. Sebelumnya, Sigi telah diguncang oleh gempa utama berkekuatan 6,7 pada hari Selasa (16/6/2026), dan aktivitas seismik masih terus berlangsung hingga hari ini.

Aktivitas Gempa Susulan dan Sesar Palolo

BMKG menyatakan bahwa gempa susulan yang terjadi di Sigi adalah bagian dari rangkaian aktivitas seismik yang biasa terjadi setelah gempa utama. Dalam laporan resmi, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa gempa pertama terjadi pada pukul 11.46 WIB dengan magnitudo 2,3. Episenternya berada di darat, sekitar 40 kilometer timur laut Sigi, dengan kedalaman hiposentrum sekitar 5 kilometer. Sesar Palolo A, yang terletak di lempeng Indo-Australia dan Eurasia, dikenal sebagai salah satu sumber gempa besar di sekitar wilayah Palu dan Sigi. Aktivitasnya sering kali memicu gempa yang berdampak signifikan.

Gempa kedua berkekuatan 3,2 terjadi sekitar 7 menit setelah gempa pertama, pada pukul 11.53 WIB. Lokasi episenter tetap berada di sekitar 41 kilometer timur laut Sigi, dengan kedalaman yang sama. Gempa ketiga dan keempat masing-masing berkekuatan 2,2, dengan episenternya berada di jarak 35 hingga 42 kilometer dari Sigi. Meski intensitasnya tidak sebesar gempa utama, gempa susulan ini tetap memicu kecemasan warga yang tinggal di daerah rawan bencana.

Dalam pantauan BMKG hingga pukul 13.30 WIB, total gempa susulan yang tercatat mencapai 782 kejadian. Gempa terkuat dari serangkaian ini berkekuatan 5,3, yang sedikit lebih besar dari gempa pertama dan kedua. Namun, BMKG belum menerima laporan kerusakan signifikan atau korban akibat keempat gempa tersebut. Aktivitas seismik yang berlangsung intens ini memperlihatkan bahwa Sesar Palolo A masih aktif dan berpotensi memicu gempa-gempa lanjutan.

Analisis BMKG dan Risiko Bencana

BMKG menyatakan bahwa keempat gempa susulan yang terjadi di Sigi pada hari Kamis adalah hasil dari pergerakan lempeng yang terus-menerus di daerah tersebut. Sesar Palolo A, yang terletak di antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia, dikenal sebagai sumber gempa yang terjadi di sekitar wilayah Palu, Sigi, dan daerah lainnya. BMKG memperingatkan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang bisa berulang dalam waktu dekat.

Menurut Djati Cipto Kuncoro, lokasi episenter dan kedalaman hiposentrum yang relatif dangkal (5 kilometer) menyebabkan guncangan yang terasa lebih kuat di permukaan bumi. Aktivitas seismik ini juga bisa memengaruhi wilayah sekitarnya, termasuk daerah di sebelah utara dan selatan Sigi. BMKG mengimbau warga untuk tetap tenang dan memantau informasi resmi dari lembaga tersebut. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada berita belum terverifikasi tentang gempa atau dampaknya.

Gempa susulan yang terjadi di Sigi pada hari Kamis juga memperlihatkan bahwa Sesar Palolo A tetap menjadi zona rentan bencana. Sebelumnya, gempa utama berkekuatan 6,7 pada 16 Juni 2026 sudah menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas lempeng tersebut. BMKG mengatakan bahwa gempa susulan ini adalah bagian dari proses relaksasi yang terjadi setelah gempa utama, di mana energi yang terkumpul sebelumnya dilepaskan secara bertahap. Proses ini bisa berlangsung beberapa hari bahkan minggu setelah gempa utama terjadi.

Dampak pada Masyarakat dan Peringatan

Masyarakat Sigi, terutama yang tinggal di daerah rawan gempa, telah mempersiapkan diri sejak gempa utama terjadi dua hari sebelumnya. Sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya tetap tinggal di rumah tetapi dengan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang lebih besar. BMKG juga menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan berat atau korban jiwa akibat keempat gempa tersebut, meski beberapa bangunan minor terkena getaran.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap mengikuti peringatan dini serta informasi resmi yang diberikan. Wilayah yang terdampak gempa susulan ini termasuk area di sekitar Palu dan kota-kota lain di Sulawesi Tengah. Selain itu, lembaga tersebut juga menyarankan bahwa masyarakat bisa mengaktifkan alarm gempa dan memperhatikan perubahan lingkungan seperti retakan di tanah atau kebocoran air. Sesar Palolo A, sebagai sumber gempa, bisa memicu aktivitas seismik yang berkelanjutan, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Kondisi cuaca dan keadaan darurat di Sigi saat ini masih stabil, meski kehidupan sehari-hari terganggu oleh guncangan gempa. BMKG menuturkan bahwa aktivitas gempa susulan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, dan masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini. Dengan memperhatikan pola kejadian gempa, lembaga tersebut berharap dapat memberikan peringatan lebih awal untuk mengurangi risiko kerusakan dan korban akibat gempa yang lebih besar.

Berita Terkait

Selain gempa di Sigi, berita terkini juga mencakup:

  • 5 Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini Jumat 19 Juni 2026
  • Demo Mahasiswa Hari Ini, Polisi Siagakan 4.263 Personel
  • Haul Ulama Betawi di Monas, Catat Kantong Parkir dan Rute Transjakarta
  • Produser Musik Tay Keith yang Masuk Nominasi Grammy Ditemukan Tewas
  • Mahasiswa Trisakti Bersiap Demo di DPR, Kampus Berjalan Normal
  • Wapres Gibran Tinjau Kesiapan Pelaksanaan MBG di Wilayah 3T
  • KPK Periksa Fuad Hasan Masyhur Terkait Korupsi Haji
  • Proses Inventarisasi dan Pendataan Barang di Hotel Sultan
  • Eksekusi Pengosongan Lahan Hotel Sultan di Kawasan GBK Berujung Bentrok
  • Menguji DSI Menekan Underpricing Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
  • Negara yang Ikut Berkurban Membum

Join the discussion