Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nusantara

New Policy: Polisi Tembak Polisi di Bolmong Utara, Begini Kronologinya

Mark Anderson - tajuknusa.com 3 mins read

Polisi Tembak Polisi di Bolmong Utara, Begini Kronologinya Peristiwa Menyedihkan: Polisi Meninggal Akibat Tembakan Rekan Sesama New Policy - Baru-baru ini

New Policy: Polisi Tembak Polisi di Bolmong Utara, Begini Kronologinya

Polisi Tembak Polisi di Bolmong Utara, Begini Kronologinya

Peristiwa Menyedihkan: Polisi Meninggal Akibat Tembakan Rekan Sesama

New Policy – Baru-baru ini, sebuah kejadian tragis terjadi di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, Bolmong Utara, Sulawesi Utara, yang menjadi sorotan publik sebagai contoh kritis dari New Policy dalam operasi kepolisian. Pada hari Minggu, 28 Juni 2026, Briptu EM, seorang petugas kepolisian, ditembak oleh rekan sejawatnya saat sedang mengejar pelaku konflik yang menggunakan senjata tajam. Peristiwa ini tidak hanya mengguncang komunitas lokal, tetapi juga memicu diskusi luas tentang pentingnya New Policy dalam mengatur penggunaan senjata oleh personel polisi.

Dalam konteks New Policy, kejadian ini menunjukkan bagaimana protokol penggunaan senjata dan penegakan hukum harus dipertahankan secara ketat. Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, mengatakan bahwa pihak kepolisian sedang memeriksa proses pengambilan keputusan selama insiden. “New Policy menjadi bahan perbincangan penting dalam memastikan setiap tindakan polisi dilakukan secara profesional dan akuntabel,” jelas Alamsyah, Senin (29/6/2026).

Kronologi Peristiwa Tembak-menembak

Kronologi kejadian dimulai saat petugas kepolisian menangani konflik yang terjadi di wilayah tersebut. Dalam penegakan hukum, tiga personel URC yang dipimpin Brigpol RT datang ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Mereka berupaya mengamankan para pelaku, tetapi para tersangka menentang langsung dengan menembak petugas. “Saat itu, Briptu EM terkena tembakan dari pelaku, yang menyebabkan luka serius,” lanjut Alamsyah.

Korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bolaang Mongondow Utara, namun kondisinya memburuk hingga dinyatakan meninggal sekitar pukul 22.15 Wita. Menurut sumber di lapangan, insiden terjadi ketika polisi sedang melakukan operasi pengejaran terhadap pelaku konflik yang diduga terlibat dalam perampokan. New Policy yang diterapkan pada hari itu bertujuan memastikan keselamatan petugas dan masyarakat sekaligus mengurangi risiko konflik yang tidak terduga.

Proses Investigasi dan Langkah Kepolisian

Setelah kejadian, tim Propam dan Satreskrim langsung mengambil langkah investigasi untuk menyelidiki penyebab tembakan tersebut. “Semua personel di lokasi diberi wawancara guna memastikan proses penyelidikan berjalan adil dan transparan,” kata Alamsyah. Dalam upaya mencari kebenaran, pihak kepolisian memperketat protokol New Policy dengan mengevaluasi setiap tindakan yang dilakukan oleh personel selama operasi.

Dari tiga pelaku yang diduga terlibat, satu telah ditangkap dan sedang menjalani proses hukum. Dua orang lainnya masih dalam pengejaran. New Policy juga mendorong pihak kepolisian untuk mengevaluasi pelatihan dan penggunaan senjata secara berkala. “Ini menjadi evaluasi penting dalam penerapan New Policy di lapangan,” imbuh Alamsyah. Selain itu, pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Briptu EM dan menjanjikan investigasi yang tuntas.

Pentingnya New Policy dalam Menegakkan Hukum

Insiden tembak-menembak ini menjadi contoh nyata bagaimana New Policy berperan dalam mengatur penggunaan senjata oleh polisi. Dalam proses investigasi, kepolisian mengutamakan transparansi dan akuntabilitas, sesuai dengan prinsip New Policy yang diusung sebagai perbaikan sistem pengawasan internal. “New Policy tidak hanya mengatur prosedur operasional, tetapi juga memastikan setiap petugas bertindak dengan kehati-hatian dan profesional,” kata sumber internal kepolisian.

Berdasarkan New Policy, pihak kepolisian memperketat penggunaan senjata tajam, termasuk dalam situasi darurat. “Kami mendorong personel untuk selalu mengambil langkah paling tepat dan minim risiko sebelum menembak,” ujar Alamsyah. Insiden ini kemungkinan akan memperkuat penerapan New Policy dalam kegiatan penegakan hukum, terutama dalam operasi yang melibatkan konflik antarpersonel atau antara polisi dengan masyarakat.

Respons Masyarakat dan Perspektif Nasional

Kejadian ini memicu reaksi dari masyarakat setempat, yang mengharapkan kepolisian lebih memperhatikan keselamatan personel. “Kami berharap New Policy bisa menghindari insiden seperti ini di masa depan,” kata warga Desa Paku. Di tingkat nasional, kejadian ini menjadi bahan evaluasi oleh Kepolisian RI dalam rangka mengoptimalkan kebijakan penggunaan senjata.

Sebagai bagian dari New Policy, kepolisian juga menekankan pentingnya pelatihan darurat dan koordinasi antarunit. “Kami sedang merancang program pelatihan tambahan untuk meningkatkan kesiapan petugas,” kata Alamsyah. Dengan adanya New Policy, diharapkan penggunaan senjata oleh polisi menjadi lebih terarah dan terukur, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan penembakan.

Simak berita terkini serta artikel lainnya di Google News, ikuti pembaruan melalui WhatsApp Channel Beritasatu. Berita terkait: Infeksi Radang Tenggorokan Bisa Picu Katup Jantung Bocor, Pemprov Jabar Deposit Rp 1 Miliar di RS demi Pengobatan, Judol Naik 128 Persen Saat Piala Dunia 2026, serta 13 Orang di Jerman Tewas saat Berenang di Tengah Gelombang Panas.

Join the discussion