Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nusantara

New Policy: Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan pada Puncak Penas 2026

Joseph Wilson - tajuknusa.com 3 mins read

Kebijakan Baru Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Penas XVII 2026 New Policy - Bulan ini, Perum Bulog mengumumkan kebijakan

New Policy: Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan pada Puncak Penas 2026

Kebijakan Baru Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Penas XVII 2026

New Policy – Bulan ini, Perum Bulog mengumumkan kebijakan baru dalam upaya mendukung swasembada pangan berkelanjutan, yang dipresentasikan pada Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Gorontalo, dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, menjadi platform strategis untuk menegaskan komitmen Bulog dalam memperkuat keberlanjutan pangan nasional. Kebijakan baru ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan yang stabil, meningkatkan produksi lokal, dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Misi Kebijakan Baru Bulog

Kebijakan baru yang dicanangkan Bulog memiliki empat pilar utama: peningkatan penyerapan hasil panen petani, penguatan cadangan pangan nasional, pengembangan infrastruktur logistik, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kebijakan baru ini sebagai langkah kritis untuk memastikan kestabilan pangan di tengah tantangan global seperti kenaikan harga bahan baku dan perubahan iklim. “Kita harus berani melihat dan memperbaiki kekurangan yang ada. Saya bersama tim berkomitmen penuh untuk menghentikan penjarahan kekayaan negara agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Prabowo.

Strategi Kolaboratif untuk Swasembada Pangan

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa kebijakan baru ini tidak hanya berfokus pada operasional Bulog, tetapi juga mengutamakan sinergi dengan sektor pertanian dan perikanan. “Kebijakan baru ini akan menjadi landasan untuk memperkuat kemitraan dengan petani, nelayan, dan pelaku usaha,” terang Rizal. Ia menambahkan bahwa Bulog siap mendorong peningkatan produksi melalui program distribusi bantuan benih, pupuk, dan teknologi pertanian. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan pada peningkatan produktivitas pertanian di daerah-daerah terpencil.

Salah satu inisiatif utama dalam kebijakan baru adalah pengembangan sistem distribusi pangan yang lebih efisien. Bulog akan memperluas jaringan gudang dan pusat distribusi untuk memastikan suplai bahan pangan tetap stabil, terutama saat musim panen atau krisis pasokan. Selain itu, kebijakan ini mencakup program stabilisasi harga bahan pokok, yang akan diterapkan dengan lebih terarah melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (BPN). Rizal menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan pada tahun 2026.

Penas XVII 2026 juga menjadi ajang untuk mengenalkan inovasi teknologi pangan yang mendukung kebijakan baru. Contohnya, penggunaan sistem digitalisasi distribusi yang akan mengurangi risiko penyimpanan bahan pangan rusak atau hilang. Program ini direncanakan untuk diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang, dengan dukungan dari berbagai mitra pemerintah dan swasta. “Kita harus memastikan bahwa kebijakan baru ini tidak hanya berjalan di tingkat strategi, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tambah Rizal.

Keberhasilan kebijakan baru Bulog tergantung pada partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Pada Penas XVII, pihak Bulog mengajak para petani, nelayan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bergabung dalam program strategis ini. Dengan komitmen bersama, diharapkan peningkatan swasembada pangan berkelanjutan dapat tercapai lebih cepat. Kebijakan ini juga akan diintegrasikan dengan kebijakan pemerintah lainnya, seperti pengurangan subsidi yang akan dialihkan ke program peningkatan produksi pangan.

Sebagai operator pangan pemerintah, Bulog terus mengembangkan berbagai inisiatif strategis untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Kebijakan baru ini menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim. Dengan program penyerapan hasil panen yang lebih terjangkau, Bulog berharap mampu menjaga stabilitas harga pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam upaya ini, kebijakan baru akan menjadi pelengkap dari kebijakan pangan yang sudah ada, seperti program pangan nasional dan pengembangan infrastruktur pertanian.

Join the discussion