Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nusantara

Latest Program: Tapir Jantan 300 Kg Mati Ditabrak Kendaraan di Kuansing

Richard Wilson - tajuknusa.com 3 mins read

Latest Program: Tapir Jantan 300 Kg Mati Ditabrak Kendaraan di Kuansing, Riau Latest Program - Sebuah insiden kejadian yang mengejutkan terjadi di Kuantan

Latest Program: Tapir Jantan 300 Kg Mati Ditabrak Kendaraan di Kuansing

Latest Program: Tapir Jantan 300 Kg Mati Ditabrak Kendaraan di Kuansing, Riau

Latest Program – Sebuah insiden kejadian yang mengejutkan terjadi di Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, saat seekor tapir jantan berusia dewasa dengan berat sekitar 300 kg ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di jalur koridor areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Estate Baserah. Satwa yang dilindungi tersebut diduga menjadi korban benturan dengan kendaraan yang melintas di kawasan itu, yang menjadi sorotan karena mengancam kelestarian spesies yang langka.

Deteksi dan Penyelidikan Insiden Tapir

Kejadian ini terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026, saat tim konservasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan inspeksi rutin di sekitar jalur koridor PT RAPP. Tapir Tapirus indicus yang ditemukan dalam kondisi terluka parah di bagian pinggul, paha kiri, serta perut sebelah kanan, menunjukkan adanya trauma yang cukup berat. Selain itu, tim juga menemukan tanda-tanda luka di hidung satwa, dengan darah yang keluar, yang memperkuat dugaan tabrakan dengan kendaraan.

“Lokasi penemuan ini menjadi salah satu jalur lintasan alami tapir yang sering dipakai untuk berpindah dari dan menuju habitat alaminya,” kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, Sabtu, 20 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa kejadian ini menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengoperasikan kendaraan di area yang sering diakses oleh satwa liar.

Dalam investigasi lebih lanjut, petugas memastikan bahwa tapir tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda luka tembak atau aktivitas perburuan. Bangkai satwa kemudian dikuburkan di sekitar lokasi sesuai protokol untuk mencegah penyebaran penyakit atau risiko zoonosis. BBKSDA juga menyarankan perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan hutan tanaman industri untuk melakukan penguatan pengamanan di jalur perlintasan alami.

Konteks Lingkungan dan Upaya Konservasi

Kematian tapir jantan ini menimbulkan perhatian terhadap konservasi satwa liar di Kuansing. Tapir merupakan salah satu spesies yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Dengan berat sekitar 300 kg, tapir dewasa ini memiliki kecepatan gerak yang relatif cepat, namun masih rentan terhadap insiden kecelakaan lalu lintas akibat aktivitas manusia di sekitar habitatnya.

“Tapir Tapirus indicus yang ditemukan mati ini menunjukkan kenyataan bahwa manusia dan satwa liar masih berada dalam konflik ruang hidup. Kita perlu memperkuat upaya konservasi untuk mengurangi risiko seperti ini,” ujar Ujang, menjelaskan langkah-langkah yang diambil setelah insiden terjadi.

Pemerintah setempat dan lembaga konservasi terus mengawasi kondisi jalur koridor PT RAPP, termasuk memperketat rambu-rambu di area rawan tabrakan. Selain itu, mereka juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pekerja perusahaan tentang pentingnya menjaga kesadaran akan keberadaan satwa liar di sekitar jalur yang mereka lalui. Langkah-langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program terbaru untuk melindungi keanekaragaman hayati.

Program Terbaru untuk Mencegah Insiden Serupa

Sebagai bagian dari Latest Program, BBKSDA Riau menetapkan beberapa rekomendasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Salah satu langkah utama adalah memperlebar jalur koridor hutan tanaman industri untuk memberikan ruang lebih luas bagi satwa liar bergerak. Selain itu, perusahaan diwajibkan melakukan audit terhadap kecepatan kendaraan di area perlintasan alami.

“Program terbaru ini juga mencakup pelatihan bagi pengemudi kendaraan untuk mengenali tanda-tanda keberadaan satwa liar, serta pemasangan lampu jalan yang dapat meminimalkan risiko tabrakan di malam hari,” tambah Ujang, menjelaskan strategi pencegahan yang diusulkan.

BBKSDA juga berharap pihak PT RAPP bersedia menyumbangkan sebagian area untuk dibuat menjadi zona hijau atau jalur perlintasan khusus tapir. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagus dalam menjalin kemitraan antara lembaga konservasi dan perusahaan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mengurangi dampak negatif dari aktivitas industri terhadap satwa liar.

Dalam rangka mengembangkan Latest Program, pemerintah Daerah Kuansing juga sedang merancang kebijakan baru untuk mengintegrasikan perlindungan satwa liar ke dalam rencana pengembangan wilayah. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi satwa dan manusia sekaligus mempromosikan ekowisata di sekitar kawasan hutan yang menjadi habitat alami tapir.

Join the discussion