Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nusantara

Latest Program: Aksi 1.000 Lilin untuk Dokter Icha, IDI Siap Kawal Dugaan Intimidasi

Sandra Martinez - tajuknusa.com 3 mins read

Aksi 1.000 Lilin untuk Dokter Icha: Mendukung Proses Hukum dan Perlindungan Nakes Latest Program: Aksi Bersama IDI Kawal Dugaan Intimidasi di NTT Latest

Latest Program: Aksi 1.000 Lilin untuk Dokter Icha, IDI Siap Kawal Dugaan Intimidasi

Aksi 1.000 Lilin untuk Dokter Icha: Mendukung Proses Hukum dan Perlindungan Nakes

Latest Program: Aksi Bersama IDI Kawal Dugaan Intimidasi di NTT

Latest Program – Kamis (9/7/2026), Koalisi Tenaga Medis dan Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) Bersatu menggelar aksi unjuk rasa dengan menyalakan 1.000 lilin di depan kantor DPRD NTT. Kegiatan ini bertujuan menegaskan dukungan terhadap dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang dikenal dengan nama dokter Icha, serta memastikan adanya keadilan dalam proses hukum terkait insiden intimidasi yang diduga terjadi kepadanya.

Proses Hukum dan Keterlibatan DPRD TTU

Kasus intimidasi terhadap dokter Icha terjadi pada 13 Juni 2026 di Ruang Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Dugaan tindakan oleh tiga anggota DPRD TTU memicu reaksi dari organisasi dokter, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan profesionalisme dalam pengadilan. Ketua IDI NTT, dokter Stefanus Soka, menyatakan aksi 1.000 lilin sebagai bagian dari Latest Program ini menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap petugas kesehatan.

“Kami siap menjadi saksi, karena sikap kami jelas agar proses hukum ini tetap berlanjut dan bisa mendapat keputusan yang seadil-adilnya,” kata dokter Stefanus saat diwawancara, Kamis (9/7/2026). Ia menekankan bahwa Latest Program ini tidak hanya berfokus pada kejadian spesifik, tetapi juga menjadi ajang menyuarakan kebutuhan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi tenaga medis di seluruh Indonesia.

Menurut dokter Stefanus, perlindungan bagi tenaga kesehatan harus menjadi prioritas. Ia menjelaskan bahwa kejadian intimidasi terhadap dokter Icha menunjukkan kerentanan yang terjadi di tengah kesibukan layanan medis. Dalam Latest Program ini, peserta aksi juga mengajukan permintaan untuk pemerintah dan institusi terkait agar segera mengambil langkah konkret dalam mencegah kejadian serupa. “Dengan Latest Program ini, kami ingin memastikan bahwa proses hukum berjalan adil dan tidak hanya jadi bentuk tekanan terhadap petugas kesehatan,” tambahnya.

Background Aksi 1.000 Lilin dan Tanggapan Masyarakat

Aksi 1.000 lilin merupakan bagian dari kampanye nasional yang digagas oleh IDI dan organisasi kesehatan lainnya. Kegiatan ini dirancang untuk menarik perhatian publik dan pihak berwajib terhadap masalah keamanan tenaga medis. Peserta aksi yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya berharap dengan Latest Program ini, dukungan masyarakat dapat ditingkatkan. “Aksi ini bukan sekadar simbol, tapi bentuk perjuangan nyata untuk menjaga integritas profesi kesehatan,” ujar salah satu peserta.

Kasus intimidasi terhadap dokter Icha bukanlah kejadian pertama di NTT. Sebelumnya, beberapa petugas kesehatan telah melaporkan pengalaman serupa di berbagai daerah. Dalam Latest Program yang diadakan, IDI juga meminta pemerintah daerah untuk mengupayakan peningkatan ketersediaan sumber daya kesehatan. “Kita sangat memprihatinkan kondisi tenaga medis di NTT, yang terbatas dan terus menghadapi tekanan dari luar,” jelas dokter Stefanus.

Sejumlah pengamat kesehatan menyoroti bahwa Latest Program ini menjadi bukti kepedulian masyarakat terhadap isu perlindungan nakes. Aksi ini juga sekaligus memperkuat peran organisasi profesi dalam memastikan keadilan bagi para pekerja di sektor kesehatan. Selain itu, peserta aksi berharap kejadian serupa tidak mengganggu kinerja petugas kesehatan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. “Kita tidak ingin proses hukum justru membuat tenaga medis merasa tak aman saat bekerja,” imbuh salah satu perwakilan.

Konteks Keterbatasan Tenaga Kesehatan di NTT

Dalam Latest Program yang diadakan, dokter Stefanus Soka mengungkapkan bahwa NTT mengalami defisit besar dalam tenaga kesehatan. Angka kesulitan akses layanan medis di daerah ini meningkat karena banyaknya tenaga kesehatan yang terlibat dalam kasus intimidasi. “Kita ini susah, tenaga medis sangat terbatas di NTT, sehingga kalau kita tidak menjaga kondisi ini, kita khawatirkan semakin terbatas tenaga kesehatan. Dan imbasnya pada akses masyarakat untuk menghasilkan kesehatan menjadi susah,” ujarnya.

Sebagai respons, IDI menawarkan bantuan dalam memperkuat perlindungan hukum. Organisasi ini juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat tentang kontribusi tenaga medis dalam pelayanan kesehatan. Dengan Latest Program, aksi ini diharapkan bisa menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang menganggap peran tenaga kesehatan sebagai ancaman. “Kami ingin menegaskan bahwa petugas medis harus bebas dari tekanan dan bisa fokus pada tugas utamanya,” tambah dokter Stefanus.

Sementara itu, media juga memperhatikan aksi ini dalam konteks Latest Program yang lebih luas. Sejumlah berita lain seperti kronologi penggeledahan beruntun, denda Rp2,6 juta untuk maskapai yang mengalami keterlambatan penerbangan, serta 1.150 personel gabungan yang siap amankan kunjungan Prabowo di NTB menjadi sorotan. Namun, aksi 1.000 lilin tetap menjadi isu utama karena relevansinya dengan perlindungan hak petugas kesehatan.

Join the discussion