Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nusantara

Key Strategy: Gelar Panen Raya 25 Ribu Hektare, Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Joseph Wilson - tajuknusa.com 4 mins read

Key Strategy: Gubernur Sabran Dorong Ketahanan Pangan dan Pembangunan Ekonomi di Kalteng Key Strategy - Sebagai bagian dari Key Strategy yang diusung oleh

Key Strategy: Gelar Panen Raya 25 Ribu Hektare, Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Key Strategy: Gubernur Sabran Dorong Ketahanan Pangan dan Pembangunan Ekonomi di Kalteng

Key Strategy – Sebagai bagian dari Key Strategy yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Gubernur Agustiar Sabran menghadiri acara panen raya padi di Kabupaten Kapuas pada Rabu, 8 Juli 2026. Acara ini melibatkan panen di seluruh 25.817 hektare lahan pertanian, yang menjadi indikator penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional. Selain itu, gubernur juga meresmikan Kawasan Waterfront City Kapuas sebagai simbol penguatan sektor ekonomi daerah. Dua kegiatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan pihak terkait dalam membangun ekosistem pangan yang lebih mandiri serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Strategi Lintas Sektoral untuk Peningkatan Ketahanan Pangan

Panen raya yang digelar di Kabupaten Kapuas menunjukkan komitmen Gubernur Agustiar Sabran dalam mewujudkan Key Strategy untuk mencapai swasembada pangan. Upacara ini melibatkan sekitar 5.000 petani yang secara kolektif memanen 25.817 hektare padi. Angka ini menunjukkan peran penting pertanian dalam perekonomian daerah, terutama di tengah tantangan kenaikan harga bahan pokok dan perubahan iklim. Gubernur menegaskan bahwa Key Strategy harus diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, dan investor. Ia menekankan bahwa hasil panen yang baik menjadi dasar untuk memastikan pasokan pangan stabil, yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa Key Strategy tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada distribusi dan pemasaran hasil pertanian. Ia mengungkapkan bahwa proyek pengembangan kawasan waterfront di Kapuas diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi baru yang menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan UMKM. “Pembangunan kawasan ini adalah bagian dari Key Strategy yang mengintegrasikan pertanian dengan infrastruktur ekonomi,” kata gubernur. Kegiatan ini juga menandai upaya memperkuat daya tahan pangan daerah melalui pengembangan ruang publik yang berfungsi ganda, yaitu sebagai pusat kegiatan ekonomi dan wisata.

“Ketahanan pangan tidak bisa tercapai hanya dengan produksi tinggi, tetapi juga melalui pembangunan yang terpadu. Key Strategy ini memastikan semua sektor saling mendukung,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Forkopimda dan Pihak Terkait

Acara panen raya dan peresmian kawasan waterfront dihadiri oleh Forkopimda Kalteng, termasuk Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalimantan Tengah. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya daerah dan memastikan Key Strategy berjalan efektif. Gubernur menyoroti bahwa keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, termasuk petani, pengusaha, dan pemangku kebijakan. “Key Strategy ini adalah komitmen bersama untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam upacara peresmian, gubernur menegaskan bahwa Kawasan Waterfront City Kapuas akan menjadi salah satu titik penting dalam Key Strategy. Kawasan ini dirancang untuk mengintegrasikan kegiatan ekonomi dengan keindahan alam sungai Kapuas. “Pembangunan ini tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penghasilan masyarakat,” jelasnya. Dengan Key Strategy yang terus diperkuat, Gubernur berharap daerah ini dapat menjadi contoh pemerintahan yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.

“Pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam Key Strategy. Dengan begitu, kita bisa menjamin kebutuhan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor usaha,” tambahnya.

Manfaat Panen Raya untuk Masyarakat Kapuas

Panen raya yang digelar di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, memberikan dampak langsung terhadap ekonomi Kabupaten Kapuas. Hasil panen dari 25.817 hektare padi ini diperkirakan dapat meningkatkan pasokan beras daerah hingga 15 persen. Selain itu, pemerintah daerah berencana mengoptimalkan pengelolaan hasil panen melalui pengadaan infrastruktur penyimpanan dan distribusi. Key Strategy ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertanian sebagai tulang punggung perekonomian. Gubernur berharap program ini bisa memberikan manfaat jangka panjang, terutama bagi petani yang tergolong kecil dan menengah.

Dalam Key Strategy, Gubernur menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dan generasi muda dalam pertanian. Ia menyarankan bahwa program pengembangan teknologi pertanian dan pendidikan pertanian harus diperkuat. “Kita perlu menciptakan generasi petani yang mampu mengikuti perkembangan dunia, sehingga Key Strategy bisa berkelanjutan,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, Kabupaten Kapuas diharapkan bisa menjadi contoh daerah yang sukses menggabungkan pertanian, wisata, dan ekonomi lokal.

Keberlanjutan Key Strategy dalam Pemangku Kepentingan

Kegiatan panen raya dan peresmian kawasan waterfront di Kapuas menunjukkan keberlanjutan Key Strategy dalam membangun ekonomi dan ketahanan pangan. Pemerintah provinsi melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, organisasi pertanian, dan perusahaan swasta, untuk mendukung keberhasilan program ini. Gubernur juga menekankan bahwa Key Strategy perlu disertai kebijakan yang inklusif, sehingga semua lapisan masyarakat bisa menikmati manfaatnya. “Kita harus memastikan bahwa Key Strategy ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi jantung pembangunan daerah,” pungkasnya.

Join the discussion