Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Nusantara

BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani Dampak Banjir dan Longsor

Sandra Martinez - tajuknusa.com 3 mins read

Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali menghadapi tantangan serius dalam penanggulangan bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe Gerak

BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani Dampak Banjir dan Longsor

BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani Dampak Banjir dan Longsor di Kecamatan Tamako

Tajuknusa.com – Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali menghadapi tantangan serius dalam penanggulangan bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe Gerak Cepat Tangani situasi darurat setelah bencana gabungan berupa banjir dan tanah longsor melanda Kecamatan Tamako pada Rabu, 22 Juli 2026. Respons cepat dari BPBD menjadi kunci dalam meminimalisir dampak lebih lanjut terhadap masyarakat yang terdampak.

Penyebab dan Skala Bencana

Bencana ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang terjadi secara berturut-turut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan tanah jenuh air dan memicu longsor di berbagai titik. Selain itu, debit sungai yang meningkat drastis juga berkontribusi terhadap terjadinya banjir di wilayah-wilayah rendah. BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani dengan mengerahkan seluruh tim siaga ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi dan pendataan awal.

Detail Kerusakan Infrastruktur dan Perumahan

Dua kampung menjadi wilayah paling parah terdampak, yaitu Kampung Binala dan Kampung Lelipang. Di Kampung Binala, material longsor menimbun satu bangunan rumah penduduk serta satu rumah dinas Puskesmas Tamako. Selain itu, satu unit rumah lainnya hanyut terbawa aliran air sungai yang meluap. Sementara itu, Kampung Lelipang mencatat dua rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat genangan air yang berlangsung lama.

Kerusakan infrastruktur juga cukup signifikan dengan lima jembatan penghubung antarwilayah dilaporkan putus. Kondisi ini tentu menghambat mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani dengan mengirimkan tim teknis untuk melakukan perbaikan darurat pada jembatan-jembatan yang putus.

Koordinasi dan Imbauan kepada Masyarakat

Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, TNI, Polri, dan instansi terkait turut dilibatkan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.

“Kami telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi terdampak. Masyarakat yang berada di daerah rawan kami imbau agar tetap waspada dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi membahayakan sehingga meminimalisir potensi bencana,” ujar Wandu Labesi.

BPBD juga memberikan imbauan khusus kepada warga agar menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai maupun lereng yang memiliki potensi longsor. Hal ini mengingat curah hujan masih diprediksi tinggi dalam beberapa waktu ke depan. BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani dengan menyediakan posko bantuan di beberapa titik strategis untuk memudahkan distribusi logistik.

Status Korban dan Langkah Selanjutnya

Hingga Rabu sore, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat bencana tersebut. Tim BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe masih terus melakukan pendataan kerusakan dan memantau perkembangan kondisi cuaca serta potensi bencana susulan di wilayah Kecamatan Tamako. Langkah-langkah pencegahan dan mitigasi akan terus diperkuat untuk mengantisipasi dampak bencana di masa mendatang.

Kerjasama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga terkait menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanggulangan bencana. BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani dengan memastikan bahwa setiap aspek penanganan bencana dilakukan secara terkoordinasi dan efisien demi keselamatan seluruh warga Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Join the discussion