What Happened During: Yusril: Korupsi Tak Akan Hilang jika Hanya Andalkan Hukum
anya Andalkan Hukum Kebutuhan Etika dan Moral sebagai Pilar Utama What Happened During Yusril menyoroti pentingnya kesadaran etika dan moral masyarakat
Yusril: Korupsi Tak Akan Hilang Jika Hanya Andalkan Hukum
Kebutuhan Etika dan Moral sebagai Pilar Utama
What Happened During Yusril menyoroti pentingnya kesadaran etika dan moral masyarakat sebagai faktor utama dalam pemberantasan korupsi. Meskipun sistem hukum Indonesia sudah lengkap, ia mengatakan bahwa keberhasilan dalam mengatasi masalah korupsi tidak hanya bergantung pada lembaga penegak hukum. Menurut Yusril Ihza Mahendra, upaya mengatasi korupsi perlu didukung oleh kesadaran moral yang tinggi di kalangan warga negara. “Yang tidak ada adalah kesadaran etika, kesadaran moral,” ujarnya saat menghadiri acara peresmian di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada 19 Juli 2026.
Yusril menjelaskan bahwa meskipun hukum menjadi alat penting dalam menindak korupsi, keberhasilannya masih tergantung pada kesadaran individu. “Kita tidak bisa hanya mempercayai hukum saja, karena hukum itu bisa dijegal oleh berbagai kekuatan dalam sistem,” tambahnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi memerlukan kombinasi antara hukum dan nilai-nilai moral yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat.
Peran Hukum dan Pengalaman Panjang
What Happened During Yusril juga mengingatkan bahwa penegakan hukum perlu disertai dengan perubahan nilai dan kebiasaan. Ia mengatakan, meskipun telah memperluas kewenangan penyidikan dan membentuk lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), korupsi masih terus berlangsung. “Saya kira persoalannya bukan ketiadaan norma-norma hukum, bukan ketiadaan lembaga-lembaga penegak hukumnya. Yang tidak ada adalah kesadaran etika, kesadaran moral,” tegasnya dalam wawancara.
Dalam pembicaraannya, Yusril menyebut bahwa hukum saja tidak cukup untuk mengatasi masalah korupsi. Ia menekankan bahwa keberhasilan harus didukung oleh perubahan paradigma masyarakat. “Korupsi tidak akan hilang jika hanya andalkan hukum. Kita perlu membangun kesadaran moral yang tinggi di setiap lapisan masyarakat,” lanjutnya. Ia mencontohkan bahwa peraturan yang baik bisa menjadi efektif jika diimbangi dengan kesadaran dan kepatuhan dari individu.
Fondasi Etika dari Nilai Agama
What Happened During Yusril mengatakan bahwa nilai-nilai agama menjadi fondasi utama untuk membentuk kesadaran moral. Menurutnya, sistem hukum yang berlaku harus diimbangi dengan nilai-nilai yang berakar dalam budaya keagamaan. “Undang-undang, peraturan pemerintah, apa pun yang kita bikin tidak ada artinya kalau negara itu tidak dibangun di atas fondasi etik yang harus dibangun berdasarkan keyakinan agama-agama yang hidup dan berkembang di tanah air kita ini,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa agama-agama di Indonesia seperti Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu memiliki nilai-nilai yang bisa menjadi pendorong untuk mengurangi korupsi. “Kita perlu memanfaatkan kesadaran spiritual warga negara sebagai alat penegak hukum dan pengawasan,” ujarnya. Yusril menambahkan bahwa pendidikan moral sejak dini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari.
Transformasi Generasi Muda
What Happened During Yusril mengusulkan bahwa perubahan kesadaran moral harus dimulai dari generasi muda. Ia menekankan bahwa pendidikan etika harus menjadi bagian penting dalam kurikulum sekolah. “Di sekolah-sekolah kita harus memberikan pengajaran etika yang kokoh agar lahir generasi masa depan yang patuh kepada etika dan hukum, bukan karena takut kepada polisi, jaksa, atau KPK, melainkan karena takut kepada hati nuraninya sendiri,” pungkasnya.
Dalam wawancara, Yusril juga mengingatkan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan waktu yang lama. “Kalau ditanya pada saya sekarang, apakah kita membangun negara dengan kepastian hukum dan keadilan tanpa korupsi, tanpa manipulasi, tanpa suap-menyuap itu bisa selesai dalam waktu singkat? Saya pesimis. Mungkin perlu satu dua generasi untuk menanamkan persoalan ini,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak bisa tercapai hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui kesadaran kolektif masyarakat.
“Kita perlu mengubah cara berpikir, cara berperilaku, dan cara melihat dunia ini. Korupsi akan berkurang jika kesadaran moral masyarakat semakin tinggi,”
