Topics Covered: Yusril Minta Mahasiswa Jaga Integritas Saat Sampaikan Kritik
Topik yang Dibahas: Yusril Minta Mahasiswa Jaga Integritas Saat Sampaikan Kritik Topics Covered - Topik yang Dibahas - Dari Jakarta, Beritasatu.com – Menteri
Topik yang Dibahas: Yusril Minta Mahasiswa Jaga Integritas Saat Sampaikan Kritik
Topics Covered – Topik yang Dibahas – Dari Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan pentingnya mahasiswa mempertahankan integritas dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, kebebasan berbicara adalah aset demokrasi yang tidak boleh dilupakan, namun kritik harus dibangun dengan prinsip yang jelas agar mampu menggerakkan perbaikan kebijakan nasional.
Kasus Dugaan Korupsi Mahasiswa UBK
Yusril mengungkapkan kepedihan terhadap dugaan korupsi yang menimpa sejumlah mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK). Mereka dikabarkan menerima uang tunai sebesar Rp20 juta setelah bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Meski situasi tersebut menimbulkan kecurigaan, Yusril menilai mahasiswa yang bersangkutan tetap berani mengakui kesalahan mereka dan memberikan permintaan maaf kepada masyarakat.
“Saya mendukung mahasiswa dalam menyampaikan pendapat dan kritik secara bebas. Namun, kritik tersebut harus memiliki dasar integritas yang kuat agar benar-benar bermanfaat bagi perbaikan kebijakan,” jelas Yusril dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan, seperti dilansir Antara, Selasa (23/6/2026).
Kritik yang tulus dari generasi muda, menurut Yusril, bisa menjadi pendorong perubahan positif. Ia mengingatkan bahwa integritas adalah fondasi utama bagi calon pemimpin masa depan. Mahasiswa, sebagai bagian dari kekuatan sosial yang besar, harus menjaga nilai-nilai yang telah dibangun selama masa studi mereka. Ini penting karena mereka nanti akan menjadi stakeholder utama dalam pembangunan negara.
Peran Mahasiswa dalam Pemerintahan Masa Depan
Yusril menekankan bahwa mahasiswa yang kini aktif dalam mengkritik kebijakan pemerintah bisa menjadi bagian dari struktur kekuasaan di masa mendatang. “Ini hanya persoalan waktu. Karena itu, tetaplah berpegang pada prinsip dan jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bisa merusak kredibilitas,” tambahnya. Ia menyoroti bahwa kritik yang terarah dan memiliki fondasi yang baik adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berbicara dan tanggung jawab sosial.
Masalah integritas mahasiswa juga menjadi topik yang dibahas dalam berbagai diskusi di lingkaran akademik. Kritik yang dilakukan dengan penuh kejujuran, menurut Yusril, tidak hanya mendorong transparansi dalam pemerintahan, tetapi juga memberikan contoh bagus untuk masyarakat luas. “Topik yang dibahas ini perlu menjadi bahan refleksi untuk semua kalangan, terutama generasi muda yang nanti akan mengisi posisi strategis,” lanjutnya.
Dalam perjalanan karier Yusril sebagai mantan aktivis mahasiswa, ia menyampaikan bahwa integritas selalu menjadi prioritas. Dengan mengingatkan mahasiswa untuk tetap menjaga prinsip dalam menyampaikan kritik, Yusril berharap masyarakat akan lebih percaya pada peran akademisi dalam pemerintahan. Kritik yang jujur, menurutnya, adalah bentuk partisipasi aktif dalam membangun demokrasi yang lebih baik.
Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka mengadakan pertemuan dengan perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Senin (22/6/2026). Setelah pertemuan tersebut, Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M Abdi Maludin, secara terbuka mengakui menerima dana sejumlah 20 juta rupiah dan menyampaikan permintaan maaf ke publik. Topik yang dibahas dalam pertemuan ini mengundang banyak perdebatan di media sosial dan masyarakat.
