Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nasional

Main Agenda: Terkait Kasus Ganja 3,37 Ton di Gresik, BNN Masukkan 2 WNA dalam DPO

Mary Brown - tajuknusa.com 4 mins read

ruan atas Kasus Ganja 3,37 Ton di Gresik Main Agenda menjadi sorotan setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap kasus penyelundupan ganja massal

Main Agenda: BNN Tambahkan 2 WNA ke Daftar Buruan atas Kasus Ganja 3,37 Ton di Gresik

Main Agenda menjadi sorotan setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap kasus penyelundupan ganja massal seberat 3,37 ton di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dalam upaya mengungkap jaringan narkoba internasional, BNN menetapkan dua warga negara asing (WNA) sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Kedua individu ini diduga berperan sebagai pengendali utama dalam operasi penyelundupan yang mengimpor tanaman ganja dari Thailand. Mereka masing-masing diberi inisial CKF alias L (warga Malaysia) dan ZL alias J (warga Tiongkok), dengan peran penting dalam mengarahkan logistik ke Indonesia.

Proses Pemeriksaan dan Penyelidikan yang Teliti

Kasus ini terungkap setelah tim BNN melakukan penyisiran intensif di sebuah gudang yang menjadi pusat distribusi barang bukti. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan empat truk berisi ganja yang disembunyikan dalam 500 koper serta puluhan kardus berisi lateks. Selain ganja, terdapat juga bahan baku ekstrak tetrahydrocannabinol (THC) yang digunakan untuk produksi cairan rokok elektrik atau vape. Penyelidikan terus berlangsung, dengan BNN fokus pada pelacakan jejak dua WNA yang diduga menjadi otak dari operasi ini.

BNN menegaskan bahwa penyelidikan akan berlangsung hingga seluruh rangkaian jaringan ganja terungkap. Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol. Aswin Sipayung, mengatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengejar dua pelaku di luar negeri. “Kami yakin, Main Agenda ini adalah bagian dari upaya menyeluruh untuk menekan peredaran narkoba secara internasional,” tuturnya, Kamis (2/7/2026). BNN juga mengungkap bahwa pemeriksaan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pendeteksi narkoba modern, termasuk alat pemindaian dan analisis sampel yang akurat.

Rencana Distribusi dan Dampak pada Wilayah Strategis

Kasus ganja 3,37 ton ini tidak hanya terkait dengan penyelundupan dari Thailand, tetapi juga mengungkap rencana distribusi ke kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Semarang, Bali, dan Sumatera Selatan. BNN menekankan bahwa penanganan kasus ini merupakan bagian dari Main Agenda yang lebih luas untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba. “Main Agenda kami adalah menangkap pelaku utama dan memutus rantai pasok ganja secara permanen,” ujar Aswin. Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan rekening dan komunikasi pelaku, yang diduga terhubung dengan kota-kota pemasaran utama.

Menurut informasi yang didapat, ganja akan diolah menjadi produk siap edar sebelum ditujukan ke pasar internasional. BNN mengungkap bahwa jaringan ini memiliki jalur distribusi yang terorganisir, dengan peran aktif dari pihak lokal sebagai mitra. Selain itu, pihak BNN menyebutkan bahwa penangkapan dua WNA adalah langkah awal dalam penyelidikan lebih luas, karena diperkirakan masih ada sejumlah pelaku lain yang belum terungkap.

Hasil Pemeriksaan dan Langkah Selanjutnya

Setelah penyisiran di gudang Gresik, BNN mengungkapkan bahwa barang bukti yang ditemukan mencakup lebih dari 3,37 ton ganja dalam bentuk kuncup bunga. Pemeriksaan juga menemukan kardus berisi lateks, yang dipercaya sebagai bahan baku untuk produksi produk narkoba olahan. Seluruh barang bukti disimpan di tempat yang aman untuk diproses lebih lanjut. “Main Agenda kami adalah memastikan bahwa ganja tidak sampai ke tangan konsumen,” kata Aswin, menambahkan bahwa pihaknya telah mengirimkan laporan ke Kepolisian untuk penegakan hukum.

BNN juga menyatakan komitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan negara-negara tetangga, terutama Thailand, dalam mengungkap seluruh jaringan penyelundupan. Pemimpin tim penyelidikan menyebutkan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya luar biasa dalam menangkal narkoba di wilayah pesisir Jawa Timur. “Main Agenda ini menunjukkan bahwa BNN tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga pada pencegahan melalui kebijakan antisipatif,” lanjutnya. Pihak BNN juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap tanda-tanda kecurangan dalam pengiriman barang dari luar negeri.

Analisis dan Dampak pada Ekonomi Daerah

Kasus ganja 3,37 ton ini tidak hanya berdampak pada keamanan masyarakat, tetapi juga memengaruhi sektor ekonomi lokal. BNN mengungkap bahwa sebagian besar barang bukti disimpan di daerah industri, yang berpotensi menjadi titik distribusi utama. “Kasus ini menunjukkan bahwa narkoba bisa menjadi alat ekonomi bagi para pelaku, dengan pendapatan yang bisa mencapai ratusan juta per bulan,” jelas salah satu penyidik. Selain itu, BNN juga menyebut bahwa penyelundupan ganja menggunakan jalur laut dan darat, dengan pengawasan ketat dari pihak berwenang.

Menurut laporan, ganja tersebut diperkirakan akan diperjualbelikan ke berbagai wilayah di Indonesia melalui jalur yang tersembunyi. Penyelidikan saat ini fokus pada pelacakan alur distribusi, serta investigasi terhadap pelaku yang berada di luar negeri. “Main Agenda kami adalah mencari jejak hukum mereka dan menahan mereka selama 24 jam sebelum dilakukan penahanan lebih lanjut,” kata Aswin. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera pada pelaku dan mencegah tindakan serupa di masa depan.

Pengembangan Strategi Pemberantasan Narkoba

Dalam rangka memperkuat Main Agenda pemberantasan narkoba, BNN merencanakan pembentukan tim khusus yang fokus pada penyelidikan internasional. Tim ini akan berkoordinasi dengan lembaga internasional seperti Interpol untuk mempercepat proses penangkapan pelaku. Selain itu, BNN juga berencana memperluas cakupan penyelidikan ke daerah-daerah lain yang diduga terlibat dalam aktivitas serupa.

Penetapan dua WNA sebagai DPO menjadi bukti bahwa BNN tidak hanya menargetkan warga Indonesia, tetapi juga berupaya mengungkap jaringan transnasional yang mungkin belum terdeteksi sebelumnya. “Main Agenda ini mencerminkan komitmen BNN untuk menekan narkoba secara global, bukan hanya lokal,” kata Aswin. Dengan memperkuat kolaborasi antar negara, BNN yakin dapat memutus rantai pasok ganja yang mengancam kesehatan masyarakat dan ekonomi nasional.

“Kami akan terus mengungkap seluruh penjuru jaringan, baik di dalam maupun luar negeri, sampai penangkapan selesai,” ujar Aswin, menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara berkelanjutan.

Join the discussion