Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nasional

Key Strategy: Momen Kapolri Berdoa dan Tabur Bunga di Makam Soeharto-Ibu Tien

Sandra Martinez - tajuknusa.com 3 mins read

Kapolri Berdoa dan Tabur Bunga di Makam Soeharto-Ibu Tien Key Strategy - Sebagai bagian dari Key Strategy menjunjung nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian

Key Strategy: Momen Kapolri Berdoa dan Tabur Bunga di Makam Soeharto-Ibu Tien

Kapolri Berdoa dan Tabur Bunga di Makam Soeharto-Ibu Tien

Key Strategy – Sebagai bagian dari Key Strategy menjunjung nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam mantan Presiden Indonesia HM Soeharto dan isterinya, Ibu Tien, di kompleks Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6/2026). Upacara ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dan menjadi momentum untuk menegaskan komitmen Polri terhadap peran sejarah tokoh nasional yang dianggap sebagai fondasi kekuatan nasional.

Prosesi Ziarah dan Penguatan Moral

Kehadiran Kapolri didampingi sejumlah pejabat senior, seperti Kabaintelkam Polri Komjen Pol Yuda Gustawan dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Seluruh rombongan disambut oleh Wakil Bupati Karanganyar Ade Eliana, Dandim 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo, serta para pejabat Forkopimcam Matesih. Prosesi ziarah yang penuh makna ini menjadi sarana untuk memperkuat semangat pengabdian anggota polisi, terutama dalam menyongsong Key Strategy transformasi institusi kepolisian menuju profesionalisme tinggi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh anggota Polri semakin termotivasi untuk menjaga keutuhan NKRI dan mengingatkan kembali perjuangan Bapak Soeharto dan Ibu Tien yang menjadi bagian dari Key Strategy nasional,” kata Sukirno, Kepala Harian Astana Giribangun, menjelaskan makna tabur bunga yang dilakukan Kapolri.

Komunikasi dalam ziarah ini juga menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi kepada tokoh sejarah yang dianggap sebagai pelopor dalam pembentukan identitas bangsa. Rangkaian kegiatan diharapkan menjadi bagian dari Key Strategy mempererat rasa kebangsaan dan menginspirasi generasi muda dalam meneruskan semangat pengabdian.

Komitmen Polri dalam Masa Kini

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengungkapkan bahwa ziarah ke makam Soeharto-Ibu Tien menjadi Key Strategy untuk memperkuat kesadaran anggota Polri tentang tanggung jawab mereka terhadap masyarakat. “Kegiatan ini menegaskan bahwa kita harus terus belajar dari perjuangan masa lalu agar mampu menjawab tantangan kekinian,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolri juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya Key Strategy dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menekankan bahwa nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan oleh dua tokoh tersebut tetap relevan dalam membentuk polisi yang lebih baik, profesional, dan berakar pada semangat patriotisme.

Kehadiran para pejabat setempat menegaskan dukungan mereka terhadap Key Strategy yang dilakukan Polri untuk mengenang jasa para pendahulu. Rombongan melakukan doa bersama sebelum menaburkan bunga di pusara Soeharto dan Ibu Tien, simbolisasi penghargaan atas peran mereka dalam mengabdikan diri untuk Indonesia.

Sebagai bagian dari Key Strategy peringatan Hari Bhayangkara, kegiatan ziarah ini juga menjadi refleksi atas perkembangan institusi kepolisian dalam dekade terakhir. Polri menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk menjadi garda depan dalam menjaga keutuhan bangsa, sesuai dengan visi dan misi yang diwariskan oleh para pendahulu.

Peran Sejarah dan Masa Depan

Momen tabur bunga dan doa bersama ini dianggap sebagai upaya untuk menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan Soeharto-Ibu Tien tetap relevan di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berkembang. Kapolri menyoroti bagaimana Key Strategy yang dilakukan hari ini bisa menjadi inspirasi bagi para petugas kepolisian dalam membangun bangsa yang lebih kuat.

Dalam perspektif Key Strategy, kegiatan ziarah ke makam Soeharto-Ibu Tien juga menjadi kesempatan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam memahami sejarah bangsa. “Mereka harus mengingat bahwa perjuangan mereka sekarang adalah bagian dari warisan yang ditinggalkan oleh para pendahulu,” ujar Kapolri dalam pidatonya.

Sebagai penutup, kegiatan ini menegaskan bahwa Key Strategy Polri dalam memperkuat kompetensi dan integritas anggota tetap menjadi prioritas. Kehadiran Kapolri di makam tokoh sejarah tidak hanya membangkitkan nostalgia, tetapi juga mendorong semangat baru dalam menjalankan tugas pelayanan publik secara optimal.

Join the discussion