Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nasional

Key Strategy: Libur Sekolah, KAI Larang Anak Bermain di Jalur Rel

Richard Gonzalez - tajuknusa.com 3 mins read

Libur Sekolah, KAI Daop 6 Yogyakarta Peringatkan Anak Tak Bermain di Area Rel Key Strategy - Dalam masa liburan sekolah, PT Kereta Api Indonesia (Persero)

Key Strategy: Libur Sekolah, KAI Larang Anak Bermain di Jalur Rel

Libur Sekolah, KAI Daop 6 Yogyakarta Peringatkan Anak Tak Bermain di Area Rel

Key Strategy – Dalam masa liburan sekolah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta mengeluarkan pesan penting kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar tidak bermain atau beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api. Langkah ini adalah bagian dari Key Strategy yang diterapkan oleh KAI untuk meningkatkan keselamatan transportasi selama periode tinggi penumpang. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah kereta yang melintas di jalur Daop 6 meningkat drastis, terutama di sepanjang jalur Yogyakarta-Gambir dan Yogyakarta-Surabaya Gubeng, yang menjadi jalur utama untuk kebutuhan mobilitas masyarakat.

Keberhasilan Key Strategy dalam Mengurangi Risiko Kecelakaan

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa Key Strategy ini merupakan bagian dari upaya pencegahan kecelakaan yang sering terjadi di area rel. “Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk menjaga agar anak-anak tidak bermain di jalur rel. Area ini bukan tempat bermain karena sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa,” kata Feni, Kamis (25/6/2026). Berdasarkan data terbaru, kecelakaan tertabrak kereta di jalur Daop 6 telah menurun 25% sejak Key Strategy ini diterapkan, terutama di daerah yang rawan seperti stasiun Klaten dan Sleman.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk menjaga agar anak-anak tidak bermain di jalur rel. Area ini bukan tempat bermain karena sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa,” ujar Feni Novida Saragih, Kamis (25/6/2026).

Key Strategy yang diterapkan oleh KAI Daop 6 melibatkan penguatan pengawasan dan sosialisasi keselamatan transportasi. Selain itu, perusahaan juga meningkatkan keberadaan petugas di jalur rel, seperti penjaga rel dan personel yang bertugas mengecek kondisi jalur secara rutin. KAI Daop 6 menegaskan bahwa liburan sekolah adalah momen kritis yang memerlukan perhatian ekstra. Banyak anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah, sehingga berpotensi meningkatkan interaksi masyarakat dengan jalur rel. Area ini merupakan tempat yang berisiko tinggi, tidak hanya karena ancaman tertabrak kereta, tetapi juga karena aktivitas di sana bisa mengganggu operasional kereta api.

Langkah Operasional untuk Mendukung Key Strategy

Untuk menghadapi peningkatan jumlah penumpang selama liburan sekolah, KAI Daop 6 telah menyiapkan beberapa langkah operasional. Hal ini mencakup peningkatan kesiapan infrastruktur, peningkatan layanan di stasiun, serta perkuatan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan. Di antara layanan tambahan yang dioperasikan adalah KA Batavia (Solo Balapan-Gambir), KA Tambahan Yogyakarta-Gambir, dan KA Sancaka (Yogyakarta-Surabaya Gubeng). Selain itu, KAI juga meningkatkan jadwal keberangkatan kereta untuk memenuhi permintaan penumpang.

KAI Daop 6 juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan aksi vandalisme, seperti melempar kereta yang sedang melintas atau mencoret fasilitas stasiun. Tindakan ini tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga membahayakan keselamatan petugas dan penumpang. Oleh karena itu, warga diminta segera melaporkan aktivitas mencurigakan atau kondisi yang bisa mengganggu jalannya operasional kereta api. Key Strategy ini juga melibatkan kolaborasi dengan pihak kepolisian dan kelurahan setempat untuk memastikan keselamatan di jalur rel.

Key Strategy ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang dalam kesadaran masyarakat terhadap bahaya jalur rel. Feni menambahkan bahwa keamanan perjalanan kereta api hanya bisa tercapai jika seluruh pihak memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan perkeretaapian. “Kami berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga keselamatan jalur rel, agar perjalanan tetap aman dan lancar, terutama selama masa liburan sekolah,” pungkasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, KAI Daop 6 Yogyakarta terus mendorong penerapan Key Strategy melalui berbagai inisiatif. Misalnya, pemasangan tanda peringatan di sepanjang jalur rel, peningkatan jumlah petugas pengawas, dan penambahan jalur jalan kaki yang lebih aman. Selain itu, KAI juga melakukan sosialisasi melalui media sosial, brosur, dan kegiatan rutin di sekolah-sekolah. Key Strategy ini tidak hanya fokus pada keamanan saat liburan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi keselamatan jangka panjang.

Perusahaan transportasi ini juga berharap Key Strategy yang diterapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa. Dengan penerapan yang konsisten, KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk menurunkan kecelakaan di jalur rel dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman bagi semua pengguna. Dukungan masyarakat dan kesadaran bersama menjadi faktor utama dalam keberhasilan Key Strategy ini.

Join the discussion