Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Nasional

Key Strategy: Bahlil Minta Sulsel Kembali Jadi Lumbung Suara Golkar Indonesia Timur

Mary Brown - tajuknusa.com 3 mins read

Bahlil Tekankan Sulsel sebagai Strategi Suara Golkar Timur Key Strategy - Strategi Utama – Makassar, Beritasatu.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil

Key Strategy: Bahlil Minta Sulsel Kembali Jadi Lumbung Suara Golkar Indonesia Timur

Bahlil Tekankan Sulsel sebagai Strategi Suara Golkar Timur

Key Strategy – Strategi Utama – Makassar, Beritasatu.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan kembali pentingnya Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi wilayah utama yang mendukung kekuatan partai Golkar di Indonesia Timur. Dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulsel, ia menyoroti bahwa Sulsel merupakan lumbung suara kritis yang perlu diperkuat untuk menghadapi Pemilu 2029. “Kita harus memastikan Sulsel tetap menjadi basis kuat Golkar di wilayah timur,” tegas Bahlil, yang memandu acara tersebut di Makassar, Sabtu (18/7/2026), setelah tertunda karena berbagai hal.

Konsolidasi Kader sebagai Fondasi Strategi

Bahlil menekankan bahwa strategi konsolidasi kader adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Golkar. Meski prestasi partai di daerah timur mengalami penurunan pada Pemilu 2024, ia yakin Sulsel masih menjadi pilar utama dalam menggerakkan suara partai. “Kita harus membangun kekuatan dari bawah, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, agar bisa menghadapi tantangan politik yang semakin kompleks,” katanya. Ia juga menyoroti bahwa penguasaan wilayah tersebut akan memastikan Golkar tetap relevan dalam konteks peta kekuasaan nasional.

“Konsolidasi ini bukan sekadar formalitas, tapi proses yang harus dijalani secara konsisten. Jika kita ingin menjadi partai yang kuat, Sulsel harus menjadi contoh terbaik dalam pelaksanaannya,” ujar Bahlil, yang menekankan bahwa kader di daerah tersebut perlu lebih aktif dalam menjangkau masyarakat.

Pemimpin Baru dan Tanggung Jawab Strategis

Pada kesempatan tersebut, Bahlil juga mengungkapkan harapan besar terhadap calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, untuk meneruskan peran strategis Sulsel. Ia menyatakan bahwa diskresi yang diberikan kepada Ilham merupakan bagian dari mekanisme internal Partai Golkar yang dirancang agar pengambilan keputusan lebih fleksibel. “Kita memberikan ruang untuk membangun jaringan suara secara mandiri, tapi tetap dalam kerangka aturan yang jelas,” jelasnya.

“Selama ini, kader Golkar di Sulsel memiliki tanggung jawab besar. Mereka harus berperan aktif dalam memperkuat suara partai, karena itu merupakan strategi utama untuk menjaga dominasi Golkar di Indonesia Timur,” tambah Bahlil.

Dukungan Konsisten untuk Kebijakan Pemerintah

Bahlil juga menegaskan bahwa Partai Golkar tetap berperan sebagai partai pendukung pemerintah, meski beberapa kader memilih beralih ke partai lain. Ia berharap kekuatan Golkar tidak hanya terletak pada basis suara tradisional, tetapi juga pada konsistensi dalam menjalankan kebijakan nasional. “Pemilu 2029 akan menjadi ujian besar, tapi kita yakin Sulsel bisa menjadi pemenang strategi utama,” ujarnya.

Menurut Bahlil, meski beberapa kader berpindah partai, Golkar masih memiliki kelebihan dalam organisasi dan kohesi politik. Ia menilai bahwa Sulsel, sebagai bagian dari Indonesia Timur, harus tetap menjadi sentral suara yang mendukung kebijakan pemerintah dan menjaga stabilitas politik regional.

Perkembangan Kandidat dan Prosedur Musda

Musda XI DPD I Partai Golkar Sulsel sebelumnya diprediksi diikuti dua kandidat utama, Ilham Arief Sirajuddin dan Munafri Arifuddin. Namun, Munafri tidak dapat hadir karena menjalani ibadah umrah, sehingga Ilham hampir pasti terpilih secara aklamasi. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menyatakan bahwa Musda XI menandai akhir periode tugasnya yang berlangsung delapan bulan. “Kita berharap ketua baru bisa memberikan strategi lebih kuat untuk mengembalikan Golkar ke puncak kekuatan di daerah timur,” katanya.

“Sulsel adalah bagian dari strategi utama Partai Golkar. Jika kita bisa membangun solidaritas kader di sini, kita bisa meraih kemenangan besar pada Pemilu 2029,” tegas Muhidin, yang mengharapkan koordinasi lebih baik antar tingkat organisasi.

Analisis Peran Sulsel dalam Politik Nasional

Dalam konteks politik nasional, Sulsel memiliki peran strategis sebagai bagian dari Indonesia Timur. Bahlil menyebutkan bahwa provinsi ini menjadi titik kunci dalam menentukan keberhasilan Golkar pada Pemilu 2029. Ia menekankan bahwa suara dari Sulsel tidak hanya membantu partai di tingkat regional, tetapi juga berdampak pada kekuatan Golkar secara nasional. “Sulsel adalah salah satu wilayah yang memegang strategi utama Golkar, sehingga harus diperhatikan secara khusus,” ujarnya.

Dengan basis suara yang solid dan sejarah partisipasi aktif di politik Indonesia Timur, Bahlil yakin Sulsel bisa menjadi contoh sukses dalam menghadapi tantangan kompetisi partai. Ia menyoroti bahwa kekuatan Golkar di daerah ini harus dijaga melalui strategi yang lebih terencana, termasuk penguatan struktur organisasi dan pembinaan kader. “Ini adalah masa depan Partai Golkar, dan Sulsel harus menjadi motor penggerak strategi utama kita,” pungkas Bahlil.

Join the discussion