Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nasional

Historic Moment: 9 Tersangka Pembunuh 3 Polisi Katingan Ditangkap, 3 Masih Buron

Joseph Wilson - tajuknusa.com 3 mins read

Pembunuhan Tiga Anggota Polri di Katingan: 9 Tersangka Ditangkap, Tiga Masih Buron Historic Moment kembali terjadi saat penyidik kepolisian berhasil menangkap

Historic Moment: 9 Tersangka Pembunuh 3 Polisi Katingan Ditangkap, 3 Masih Buron

Pembunuhan Tiga Anggota Polri di Katingan: 9 Tersangka Ditangkap, Tiga Masih Buron

Historic Moment kembali terjadi saat penyidik kepolisian berhasil menangkap sembilan orang yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap tiga anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan. Insiden berdarah ini terjadi pada dini hari Kamis (2/7/2026) saat petugas menggerebek bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Tiga polisi yang gugur dalam Historic Moment ini menjadi sorotan nasional, mengingat tingkat keberhasilan operasi penyidikan dan dampak sosial yang ditimbulkan.

Operasi Gabungan di Enam Lokasi

Polri mengungkap bahwa operasi penyidikan berlangsung selama lima hari, melibatkan beberapa unit kepolisian seperti Ditresnarkoba dan Ditreskrimum Polda Kalimantan Tengah, serta Satgas NIC dan Polda Kalimantan Timur. Penangkapan dilakukan di enam lokasi berbeda di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, menunjukkan koordinasi yang intensif antar unit dalam memburu pelaku. Historic Moment ini menjadi bukti keberhasilan penyidik dalam mengungkap jaringan kriminal yang beroperasi di daerah tersebut.

“Kesembilan tersangka yang ditangkap masing-masing memiliki peran spesifik dalam serangan yang menyebabkan tiga petugas polisi gugur,” ujar Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Sabtu (11/7/2026). Historic Moment ini menegaskan komitmen kepolisian dalam menegakkan hukum dan melindungi personel.

Rincian Peran Tersangka dan Penyebab Konflik

Dari sembilan tersangka yang ditangkap, beberapa di antaranya terlibat langsung dalam aksi penembakan. SD alias AT diduga memegang senjata rakitan dan melakukan tembakan terhadap petugas. IMP alias RB bertugas membuang jenazah korban ke sungai, sementara NM menyerahkan tombak dan ARS alias YD membawa parang untuk memacu kericuhan. ML, yang diduga menghadirkan senjata api dan parang, juga terlibat langsung dalam aksi kekerasan. BO sebagai bandar narkotika, memprovokasi warga sebelum menyerang petugas. RL dan PI ikut menambahkan kekacauan dengan membawa senjata rakitan dan mandau.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri juga menyebutkan bahwa satu tersangka perempuan, DN alias DEA, telah ditangkap meski perannya belum dijelaskan secara rinci. Tiga orang lainnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), termasuk PA alias DY yang diduga membawa pisau daging dan senjata api rakitan, serta DR alias IYS yang menggunakan tombak untuk menyerang. IL, yang dianggap sebagai pelaku perlawanan, ikut mengejar petugas hingga situasi memanas.

Proses Investigasi dan Dampak Sosial

Historic Moment ini tidak hanya mengguncang kepolisian, tetapi juga menimbulkan respons signifikan dari masyarakat sekitar. Sejumlah warga mengatakan bahwa aksi penembakan terjadi karena keluarga pelaku merasa terancam oleh keberadaan polisi. “Kami takut karena mereka mengira petugas akan menyita tanah mereka,” ungkap warga setempat. Penyidik menegaskan bahwa operasi awalnya berjalan lancar, tetapi situasi berubah ketika pelaku menyerang petugas dengan senjata tajam.

Dalam upaya menegakkan hukum, Polri memastikan bahwa semua bukti dihimpun secara lengkap. Historic Moment ini menjadi momentum penting dalam menunjukkan kemampuan penyidik untuk mengungkap kasus kekerasan terhadap anggota kepolisian. Selain itu, penangkapan ini juga diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap petugas.

Sebagai hasil dari operasi ini, tiga anggota polisi yang gugur adalah Ipda Sumariyanto, Aiptu Yudhi Perdana Putra, dan Briptu Nopandri Ramadhan. Kematian mereka memicu emosi tinggi di masyarakat, terutama di Katingan, yang merupakan wilayah dengan keberadaan bandar narkoba. Historic Moment ini menjadi sorotan media nasional, dengan berbagai analisis mengenai efektivitas operasi dan dampaknya terhadap penegakan hukum.

Join the discussion