Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Lifestyle

New Policy: Buntut Kasus Dokter Icha, Kenali 5 Pertolongan Pertama Gigitan Ular

Robert Moore - tajuknusa.com 3 mins read

New Policy: 5 Pertolongan Pertama Gigitan Ular yang Harus Anda Ketahui New Policy - Kasus gigitan ular yang menimpa dr Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau

New Policy: Buntut Kasus Dokter Icha, Kenali 5 Pertolongan Pertama Gigitan Ular

New Policy: 5 Pertolongan Pertama Gigitan Ular yang Harus Anda Ketahui

New Policy – Kasus gigitan ular yang menimpa dr Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau lebih dikenal sebagai dokter Icha, menjadi momentum penting untuk menerapkan New Policy dalam pertolongan pertama. Insiden ini terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ia menangani pasien anak yang digigit ular. Meski tindakan medis yang dilakukan sesuai dengan standar prosedur, kejadian tersebut memicu perdebatan di kalangan masyarakat dan pihak terkait. New Policy kali ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai langkah-langkah efektif dalam menangani kejadian serupa, sekaligus memperkuat koordinasi antara tenaga medis dan pasien.

Pasca-insiden, sejumlah anggota DPRD TTU seperti Robertus Tubani dan Therensius Lazakar datang ke Rumah Sakit Leona Kefamenanu untuk memberikan tanggapan. Mereka menuduh dokter Icha melalui suara tinggi dan menunjuk-nunjuknya, yang berpotensi memperburuk suasana. Namun, pihak rumah sakit menyatakan bahwa dokter tersebut tetap mematuhi New Policy terkait prosedur penanganan gigitan ular. Fakta ini memperkuat bahwa New Policy tidak hanya berupa regulasi formal, tetapi juga menjadi pedoman praktis untuk mencegah konflik dan memastikan keselamatan korban.

Langkah-Langkah Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular

Berdasarkan panduan dari

World Health Organization (WHO), Rabu (1/7/2026):

pertama, korban gigitan ular harus tetap tenang dan mengurangi aktivitas fisik. Kepanikan dapat mempercepat detak jantung, sehingga racun menyebar lebih cepat ke tubuh. New Policy menekankan pentingnya tenang dalam situasi darurat untuk menghindari komplikasi serius. Kondisi pasien yang nyaman juga menjadi bagian dari New Policy yang dirancang untuk meminimalkan risiko ketergantungan pada mitos.

Kedua, posisikan korban di tempat yang aman, jauh dari jangkauan ular. New Policy mendorong agar tidak ada upaya menangkap atau membunuh ular karena bisa memicu gigitan ulang. Dokumentasi ciri-ciri ular, seperti warna, pola, atau bentuk kepalanya, juga termasuk dalam New Policy untuk membantu identifikasi jenis ular secara akurat. Langkah ini penting agar penanganan medis lebih tepat dan efektif.

Ketiga, lepas aksesori seperti perhiasan atau pakaian ketat di sekitar luka. New Policy mengingatkan bahwa tekanan berlebihan pada area gigitan bisa menghambat aliran darah dan memperparah kerusakan jaringan. Untuk gigitan di anggota tubuh, posisikan bagian tersebut sedikit lebih rendah dari jantung agar racun menyebar perlahan. New Policy ini mencakup rekomendasi khusus untuk anak-anak, yang rentan terhadap efek racun.

Keempat, bersihkan luka dengan air mengalir dan sabun. New Policy menekankan bahwa perban atau kain bersih yang longgar harus digunakan untuk melindungi luka dari infeksi. Jangan menggunakan metode seperti menyedot racun dengan mulut atau memotong luka, karena New Policy menolak praktik tersebut sebagai bagian dari tindakan yang bisa merusak jaringan tubuh. Langkah ini memastikan prosedur paling aman dan sesuai ilmu medis.

Kelima, segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. New Policy merekomendasikan agar pasien tidak ditunda waktu dalam mencari bantuan medis, terutama jika ular jenis beracun. Dokter Icha menjadi contoh nyata bahwa New Policy harus diterapkan secara konsisten, baik oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat umum. New Policy ini juga mencakup pelatihan untuk masyarakat mengenai pengetahuan dasar tentang racun ular.

Kasus dr Icha memberikan pelajaran berharga tentang kebutuhan New Policy dalam pengelolaan keadaan darurat. New Policy ini tidak hanya memperjelas prosedur, tetapi juga mengurangi risiko kesalahpahaman antara pasien dan petugas medis. Dengan implementasi New Policy, harapan besar ditempatkan agar kejadian serupa tidak mengulangi dampak psikologis pada tenaga kesehatan. New Policy juga menjadi dasar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tindakan cepat dan tepat dalam menghadapi gigitan ular.

Join the discussion