Main Agenda: Isu Sarwendah ke Gunung Kawi, Ini Jawaban Ruben Onsu
Onsu Main Agenda, Jakarta – Beritasatu.com – Presenter terkenal Ruben Onsu baru saja memberikan tanggapan terkait isu miring yang mengaitkan mantan istrinya
Isu Sarwendah ke Gunung Kawi, Ini Jawaban Ruben Onsu
Main Agenda, Jakarta – Beritasatu.com – Presenter terkenal Ruben Onsu baru saja memberikan tanggapan terkait isu miring yang mengaitkan mantan istrinya, Sarwendah, dengan kunjungan ke Gunung Kawi. Dalam podcast terbaru yang disiarkan oleh Main Agenda, Selasa (7/7/2026), Ruben mengungkapkan bahwa informasi tersebut sudah sampai ke telinganya, tetapi ia menegaskan bahwa ini tidak memiliki hubungan langsung dengan agenda pribadinya.
Latar Belakang Isu Sarwendah ke Gunung Kawi
Isu Sarwendah ke Gunung Kawi mulai berhembus setelah seorang pria mengklaim sebagai juru kunci tempat wisata religi tersebut membagikan potongan wawancara dengan Marcel Radhival, Pesulap Merah, di media sosial. Dalam video tersebut, nama Sarwendah muncul sebagai salah satu tokoh publik yang pernah mengunjungi lokasi tersebut. Rumor ini kemudian viral dan menimbulkan berbagai dugaan di tengah masyarakat, termasuk tudingan bahwa Sarwendah terlibat dalam ritual pesugihan.
Tuduhan pesugihan tersebut semakin melekat setelah dikaitkan dengan kondisi kesehatan Ruben Onsu selama beberapa tahun terakhir. Penggemar dan netizen aktif menyebarkan narasi mistis yang menyatakan bahwa kehadiran Sarwendah di Gunung Kawi berhubungan dengan berbagai masalah yang dihadapi Ruben. Meski belum ada bukti konkret, isu ini terus menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial.
Respons Ruben Onsu dalam Podcast KBP
Dalam podcast Kakak Beradik Podcast (KBP), Ruben Onsu memberikan klarifikasi terkait isu tersebut. Ia menyatakan bahwa kehadiran Sarwendah di Gunung Kawi adalah kejadian yang terpisah dari urusan hak asuh anak, yang menjadi fokus utamanya saat ini. “Soal Gunung Kawi, gue tidak ada andil untuk itu. Gue fokus untuk hak asuh anak. Gue hanya mau mengomentari soal hak asuh anak,” jelas Ruben, seperti dikutip dari kanal YouTube Nanda Persada.
Ruben mengecam cara isu yang tidak relevan mengisi ruang publik, terutama selama proses perceraian yang masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa narasi mistis ini justru mengganggu perhatian publik terhadap kasus yang lebih penting. “Gue cuma mau minta waktu anak, segala aib yang malah dibahas, karena ini enggak nyambung sama yang dibahas, melelahkan,” lanjutnya, sambil menarik napas panjang.
Penjelasan dari Sarwendah dan Jordi Onsu
Sarwendah sebelumnya telah membantah tuduhan pesugihan melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu. Mereka menegaskan bahwa tudingan tersebut bertentangan dengan karakter Sarwendah sebagai seorang pekerja keras yang aktif sejak pagi hingga malam hari. Dalam sesi live streaming, Sarwendah didampingi adik Ruben, Jordi Onsu, menjelaskan bahwa kunjungannya ke Gunung Kawi pada tahun 2021 hanya untuk syuting konten mistis.
Menurut Jordi, kehadiran Sarwendah di Gunung Kawi adalah bagian dari proyek media yang ditujukan untuk memperkaya konten kreatif. “Kehadiran Sarwendah di Gunung Kawi bukanlah kejadian luar biasa, tetapi bagian dari aktivitas syuting yang sudah direncanakan sejak awal,” kata Jordi. Dengan demikian, Ruben Onsu menekankan bahwa isu ini tidak relevan untuk memengaruhi proses perceraian mereka.
Main Agenda sebagai penyiar podcast ini memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi terkini tentang kasus ini. Dalam episode terbarunya, mereka tidak hanya membahas pernyataan Ruben tetapi juga menggali lebih dalam tentang konteks kehidupan Sarwendah selama ini. Ini menunjukkan bagaimana Main Agenda berupaya untuk menjaga keseimbangan antara mengekspos isu dan memberikan wawasan yang jelas.
Klarifikasi Ruben dan Sarwendah menunjukkan komitmen mereka untuk menjelaskan fakta secara transparan. Meski isu ini memicu berbagai spekulasi, baik Ruben maupun Sarwendah tetap fokus pada upaya mengklarifikasi setiap informasi yang beredar. Dengan demikian, Main Agenda berperan sebagai pihak yang membantu memperjelas narasi sebelum disebarkan lebih luas ke publik.
