Latest Program: Fenomena Fatherless Picu Generasi Rapuh dan Minim Daya Juang
Fenomena Fatherless Picu Generasi Rapuh dan Minim Daya Juang Kehilangan Figur Ayah Jadi Ancaman bagi Pemuda Indonesia Latest Program - Jakarta
Fenomena Fatherless Picu Generasi Rapuh dan Minim Daya Juang
Kehilangan Figur Ayah Jadi Ancaman bagi Pemuda Indonesia
Latest Program – Jakarta (Beritasatu.com) – Fenomena hilangnya bapak sebagai figur emosional di Indonesia kian menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan generasi muda. Menurut hasil pendataan keluarga sementara 2025 oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), sekitar 25,8% anak di negara ini tumbuh tanpa kehadiran ayah secara psikologis.
Kajian bersama IPB University (2024-2025) menegaskan bahwa peran ayah dalam keluarga masih tergolong kurang optimal. Banyak ayah lebih fokus memenuhi kebutuhan ekonomi daripada memberikan dukungan emosional kepada anak. Direktur Bina Ketahanan Remaja Kemendukbangga/BKKBN, Irma Ardiana, menjelaskan bahwa ketidakhadiran ayah berdampak signifikan pada perkembangan mental dan sosial remaja.
Kondisi ini Terkait dengan Istilah “Generasi Strawberry”
Kehilangan figur ayah dikaitkan dengan munculnya istilah “strawberry generation” yang menggambarkan generasi yang tampak tangguh di luar, namun rentan rapuh ketika menghadapi tekanan. Mereka cenderung memiliki daya juang rendah dan kurang konsisten dalam disiplin.
“Kehadiran ayah yang aktif, hangat, dan terlibat secara emosional terbukti menjadi faktor protektif penting dalam perkembangan psikososial anak dan remaja. Sebaliknya, ketidakhadiran ayah meningkatkan risiko berbagai masalah perkembangan,” kata Irma, Selasa (23/6/2026).
Analisis Ilmiah Mengungkap Dampak Keterlibatan Ayah
Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, menegaskan bahwa keterlibatan ayah memiliki manfaat yang terukur secara ilmiah. Riset William H Jeynes dalam meta-analisis 66 studi menunjukkan hubungan positif antara peran ayah dan prestasi akademik anak.
“Anak yang merasakan dukungan dan keterlibatan ayah secara langsung cenderung memiliki hasil belajar yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan pendampingan serupa,” ujar Budi.
Studi ilmiah lainnya membuktikan bahwa kehadiran ayah berpengaruh besar dalam membentuk karakter anak. Semakin tinggi partisipasi ayah, semakin matang pula kondisi emosional dan sosial anak. “Anak-anak yang tumbuh bersama ayah yang hangat dan terlibat dalam rutinitas harian mereka mampu menunjukkan kompetensi sosial serta stabilitas emosional yang lebih baik,” tutup Budi.
Isu Lain yang Dicantumkan dalam Artikel
Dalam bagian akhir artikel disebutkan berbagai topik terkini seperti penangkapan Taufik Hidayat, kabar putusnya Lisa dari Blackpink dengan Frederic Arnault, serta tuntutan Lebanon terhadap Israel untuk menarik pasukan dari wilayah selatan. Kenaikan harga juga dianggap memperparah kemiskinan meski ekonomi tumbuh, sementara Kejagung masih meneliti 41 nama dalam kasus JC Sony.
Selain itu, diberitakan relokasi aset Hotel Sultan, kasus korupsi KPK, dan persiapan lelang program MBG di ITS. Refurbishment ITS dan diplomasi internasional demi kepentingan nasional juga menjadi isu yang dibahas.
