Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Lifestyle

Kisruh Rumah Rp 11 M, Sarwendah Mau Ruben Stop Ungkit Almarhum Ayahnya

Joseph Wilson - tajuknusa.com 3 mins read

Kisruh Rumah Rp 11 M Sarwendah kembali menjadi sorotan publik setelah pihak Sarwendah secara tegas meminta Ruben Onsu untuk tidak lagi mengungkit nama

Kisruh Rumah Rp 11 M, Sarwendah Mau Ruben Stop Ungkit Almarhum Ayahnya

Sarwendah Menghimbau Ruben Onsu Menghentikan Penyebutan Mendiang Hendrik Lo dalam Perselisihan Properti

Tajuknusa.com – Kisruh Rumah Rp 11 M Sarwendah kembali menjadi sorotan publik setelah pihak Sarwendah secara tegas meminta Ruben Onsu untuk tidak lagi mengungkit nama almarhum Hendrik Lo. Konflik ini berpusat pada rumah mewah yang dibangun selama masa pernikahan kedua pasangan tersebut. Ruben Onsu sebelumnya mengklaim telah melakukan serangkaian transfer dana kepada ayah mertuanya untuk membiayai pembangunan hunian senilai miliaran rupiah. Namun, langkah ini justru memicu reaksi keras dari Sarwendah yang merasa nama mendiang ayahnya digunakan secara tidak tepat dalam sengketa hukum.

Penjelasan Detail Transaksi dan Posisi Hukum

Minola Sebayang, kuasa hukum yang mewakili Ruben Onsu, telah menguraikan bahwa terdapat 46 kali transaksi keuangan yang dilakukan oleh Ruben kepada almarhum Hendrik Lo. Jumlah tersebut digunakan sepenuhnya untuk pembangunan rumah dengan total nilai mencapai Rp 11 miliar. Pernyataan ini kemudian mendapat tanggapan langsung dari Chris Sam Siwu, pengacara Sarwendah, saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 22 Juli 2026. Chris menilai bahwa penyebutan berulang terhadap mendiang Hendrik Lo tidak relevan dengan inti permasalahan.

Pengacara Sarwendah tersebut mempertanyakan logika di balik tindakan Ruben Onsu yang terus-menerus mengaitkan sosok mendiang dalam perselisihan ini. Ia menegaskan bahwa keterlibatan orang tua dalam proyek pembangunan rumah bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan atau dijadikan bahan perdebatan. Justru, hal tersebut menunjukkan kepedulian dan kontribusi nyata dari generasi sebelumnya.

“Pertanyaan saya begini, kalau orang tua kita punya pengalaman dan punya keahlian di bidang pembangunan, apakah itu merupakan suatu aib? Lalu ketika orang tua kita membangun rumah untuk mereka dengan menggunakan jasa orang tua kita, apakah itu suatu aib?”

Harapan Sarwendah untuk Masa Depan Anak-Anaknya

Menurut Chris Sam Siwu, setelah proses perceraian resmi antara Ruben dan Sarwendah selesai, peran mendiang Hendrik Lo dalam sengketa ini seharusnya berakhir. Ia menilai Ruben Onsu seharusnya merasa bangga karena rumah tersebut merupakan karya terakhir dari ayah Sarwendah. Pengacara tersebut juga menekankan bahwa fokus utama kasus ini adalah hak asuh anak, bukan lagi soal properti atau transfer dana.

“Harusnya dia bangga karena itu adalah karya terakhir almarhum ayah klien kami. Jadi jangan membawa narasi pertarungan narasi dengan membawa-bawa almarhum ayahnya, dan jangan lagi dibawa-bawa hal lain. Fokus saja terkait hak asuh anak,”

Sarwendah juga menyampaikan penyesalannya atas cara pihak Ruben Onsu membuka kembali kesepakatan pembangunan rumah senilai Rp 11 miliar. Chris menilai angka tersebut kini dipelintir menjadi sekadar jasa kontraktor, padahal sebenarnya mencakup material dan berbagai komponen lainnya. Sebagai seorang ibu, Sarwendah menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah kebaikan anak-anaknya. Ia berharap polemik saat ini tidak memberikan dampak negatif bagi kedua putrinya di masa depan.

“Sebagai seorang ibu yang punya anak, apalagi anaknya perempuan. Pastinya maunya yang terbaik buat anak-anak saya. Saya enggak mau nanti ketika mereka besar, mereka melihat (kekisruhan) seperti ini,”

Kasus ini masih terus diproses di pengadilan dengan fokus utama pada sengketa hak asuh anak. Sarwendah berharap agar semua pihak dapat menyelesaikan masalah dengan tenang tanpa melibatkan almarhum Hendrik Lo lebih jauh. Kisruh Rumah Rp 11 M Sarwendah diharapkan dapat segera mereda demi kenyamanan seluruh anggota keluarga.

Join the discussion