Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Ekonomi

Meeting Results: Kinerja 2025 Positif, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Akselerasi Transisi Energi

Robert Moore - tajuknusa.com 3 mins read

Meeting Results: Pertamina's 2025 Performance Boosts Energy Resilience and Transition Meeting Results - Dalam rangkaian meeting results terkini, PT Pertamina

Meeting Results: Kinerja 2025 Positif, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Akselerasi Transisi Energi

Meeting Results: Pertamina’s 2025 Performance Boosts Energy Resilience and Transition

Meeting Results – Dalam rangkaian meeting results terkini, PT Pertamina (Persero) melaporkan kinerja tahun buku 2025 yang positif, menunjukkan keberhasilan dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi energi ke sumber daya yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan terus menunjukkan kemampuan dalam menjaga stabilitas pasokan energi sambil memperluas investasi di bidang energi terbarukan, menjawab tantangan ekonomi dan krisis iklim secara bersamaan.

Kinerja Keuangan yang Memuaskan

Menurut laporan tahunan yang dibacakan dalam meeting results Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta pada 23 Juni 2026, pendapatan Pertamina mencapai US$ 70,89 miliar atau setara Rp 1.167,99 triliun. EBITDA sebesar US$ 11,43 miliar atau Rp 188,33 triliun, serta laba bersih US$ 3,35 miliar atau Rp 55,20 triliun, membuktikan efektivitas strategi keuangan yang dijalankan. Tahun ini, Pertamina juga mengkontribusikan Rp 360,76 triliun untuk pemerintah melalui pajak, PNBP, dan pembagian dividen.

Meeting results menyebutkan bahwa Pertamina mampu mempertahankan produktivitas sektor hulu dengan mencapai produksi migas di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Di sektor pengolahan, perusahaan mencatatkan Yield Valuable Product sebesar 83,7%, meningkat dari tahun sebelumnya. Kilang Pertamina mengolah volume intake sekitar 333 juta barel, menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang diperlukan masyarakat dan industri.

Ekspansi Bisnis dan Transisi Energi

Bisnis gas Pertamina juga menunjukkan pertumbuhan, dengan volume transmisi mencapai 587 BSCF atau naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Volume penjualan gas tetap stabil di 305 juta MMBTU, mencerminkan komitmen perusahaan untuk memperluas kapasitas energi bersih. Di bidang logistik maritim, Pertamina mengangkut total 172 juta kiloliter kargo domestik dan internasional, mendukung rantai pasok yang efisien.

Meeting results menegaskan bahwa Pertamina terus menginvestasikan dana sekitar US$ 5,9 miliar atau Rp 97,20 triliun di dalam negeri, serta mendorong penyerapan belanja produk dalam negeri (PDN) hingga Rp 531,5 triliun. Investasi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pengurangan emisi karbon, sebagaimana terlihat dari penurunan 2,27 juta ton CO₂e melalui program dekarbonisasi yang dijalankan.

“Meeting results tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat,” ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri.

Selain itu, Pertamina juga mengembangkan produksi energi baru dan terbarukan (EBT) dengan peningkatan listrik sebesar 8.711 GWh atau kenaikan 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam meeting results, perusahaan menegaskan bahwa strategi transisi energi ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan bagi masyarakat.

“Keputusan dalam meeting results RUPS menjadi langkah penting untuk mendukung visi jangka panjang Pertamina. Kami berharap hasil ini membawa kinerja dan prestasi yang semakin baik di masa mendatang,” tambah Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan.

Dengan meeting results yang optimis, Pertamina berkomitmen untuk terus menjadi pelaku utama dalam menjaga ketersediaan energi dan mempercepat transisi ke energi hijau. Capaian tahun ini menjadi dasar bagi inisiatif-inisiatif berikutnya, termasuk pengembangan infrastruktur, inovasi teknologi, dan penguatan kolaborasi dengan pihak lain dalam mencapai tujuan keberlanjutan lingkungan.

Join the discussion