Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Ekonomi

Meeting Results: Freeport Yakin Kontribusi ke Negara Tembus Rp 120 Triliun Per Tahun

Sarah Smith - tajuknusa.com 3 mins read

Meeting Results: Freeport Yakin Kontribusi ke Negara Tembus Rp 120 Triliun Tahunan Meeting Results - Jakarta, Beritasatu.com – Dalam sebuah pertemuan

Meeting Results: Freeport Yakin Kontribusi ke Negara Tembus Rp 120 Triliun Per Tahun

Meeting Results: Freeport Yakin Kontribusi ke Negara Tembus Rp 120 Triliun Tahunan

Meeting Results – Jakarta, Beritasatu.com – Dalam sebuah pertemuan strategis, PT Freeport Indonesia menyatakan yakin kontribusi ke negara akan mencapai lebih dari 7 juta dolar AS atau sekitar 120 triliun rupiah setiap tahun setelah operasional tambang kembali stabil dan seluruh fasilitas pemanufakan tembaga di Gresik, Jawa Timur, berjalan penuh. Tony Wenas, Presiden Direktur perusahaan, mengungkapkan bahwa peningkatan ini didukung oleh pembangunan smelter dan refinery logam mulia (PMR) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, serta komitmen perusahaan untuk memperkuat ekosistem hilirisasi mineral di Indonesia. Pertemuan ini juga menjadi momen penting untuk mengevaluasi progres dan tantangan yang dihadapi dalam mencapai target kontribusi tersebut.

Perkembangan Fasilitas Hilirisasi

Proyek hilirisasi Freeport melalui smelter dan PMR di Gresik telah mengalami kemajuan signifikan, menurut hasil meeting results yang dirilis pada Selasa (14/7/2026). Dengan keberhasilan operasional smelter, kapasitas produksi tembaga meningkat menjadi 1,7 juta ton konsentrat per tahun. Gabungan dengan ekspansi PT Smelting Gresik yang menambah 300.000 ton dan kapasitas PT Smelting yang sudah beroperasi sebesar 1 juta ton, Freeport kini mampu memurnikan hampir 3 juta ton konsentrat tembaga setiap tahun di dalam negeri.

“Pembukaan smelter dan PMR di Gresik menjadi titik balik hilirisasi mineral Indonesia,” kata Tony Wenas.

Fasilitas PMR memiliki kapasitas 6.000 ton lumpur anoda per tahun, yang bisa diubah menjadi emas, perak, serta logam platinum. Produksi katoda tembaga mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Ketika digabungkan dengan PT Smelting, total output katoda tembaga mencapai 800.000 ton setiap tahun. Selain itu, PMR juga menghasilkan 50 ton emas, 200 ton perak, 30 kilogram platinum, 375 kilogram paladium, 285 ton selenium, 220 ton bismut, dan 2.200 ton timbal setiap tahun. Meeting results menunjukkan bahwa perusahaan berupaya mempercepat siklus produksi dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Langkah Strategis Pemulihan Operasional

Pada meeting results terbaru, Tony Wenas menjelaskan bahwa perusahaan telah mengatasi hambatan yang sempat mengganggu operasional. Smelter sempat terhenti setelah kebakaran di fasilitas pengolahan gas pada Oktober 2024, namun perbaikan selesai dan operasional kembali normal pada Mei 2025. Meski demikian, longsoran di Grasberg Block Cave pada 2025 menyebabkan pasokan konsentrat terhenti, yang menjadi tantangan utama dalam menjaga konsistensi produksi.

Perusahaan kini menggunakan masa penghentian operasional untuk melakukan inspeksi menyeluruh serta perbaikan fasilitas sebelum smelter kembali menerima bahan baku dari Papua mulai September 2026. “Fokus kami saat ini adalah memastikan pemulihan tambang berjalan aman agar pasokan konsentrat kembali normal,” lanjut Tony. Meeting results juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pemerintah dan mitra lokal untuk mendukung program hilirisasi dan keberlanjutan ekonomi.

Peluang dan Tantangan di Tahun 2026

Dalam meeting results, Tony Wenas menyebutkan bahwa produksi tambang pada 2026 diperkirakan masih berada di sekitar 65% dari kapasitas maksimal karena proses pemulihan pasca-longsoran. Namun, perusahaan optimis bahwa kapasitas akan meningkat menjadi 75% pada semester I 2027, sebelum kembali mencapai 100% di akhir tahun. Target ini diharapkan meningkatkan produksi logam, memperkuat industri dalam negeri, serta meningkatkan penerimaan negara secara signifikan.

Kontribusi ke negara sebesar 120 triliun rupiah per tahun merupakan bukti komitmen Freeport untuk mendukung perekonomian Indonesia. Meeting results menekankan bahwa perusahaan akan terus berupaya meningkatkan efisiensi produksi, menurunkan biaya, dan memaksimalkan nilai tambah dari sumber daya alam. Selain itu, Freeport juga berencana untuk mengeksplorasi pasar ekspor dan meningkatkan keterlibatan dalam berbagai inisiatif pemerintah untuk pembangunan ekonomi.

Proyek hilirisasi ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan ketergantungan lokal dalam produksi logam mulia. Dengan smelter dan PMR beroperasi penuh, Indonesia dapat mengurangi impor bahan baku dan mengoptimalkan keuntungan dari sumber daya tambang. Meeting results juga menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam operasional tambang, dengan perusahaan berkomitmen untuk mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem sekitar.

Join the discussion