Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Ekonomi

Latest Program: Mendag: Harga Pangan Turun Saat Program MBG Libur, Telur di Bawah HET

David Hernandez - tajuknusa.com 3 mins read

Program MBG Dihentikan, Harga Pangan Turun Latest Program - Dalam wawancara usai Forum Bisnis Indonesia-Belarus di Jakarta, Selasa (30/6/2026), Menteri

Latest Program: Mendag: Harga Pangan Turun Saat Program MBG Libur, Telur di Bawah HET

Program MBG Dihentikan, Harga Pangan Turun

Latest Program – Dalam wawancara usai Forum Bisnis Indonesia-Belarus di Jakarta, Selasa (30/6/2026), Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan harga selama masa libur sekolah. Hal ini menjadi bagian dari Latest Program pemerintah untuk menstabilkan pasar, yang kini memberikan dampak nyata. Budi menjelaskan bahwa penangguhan program makan bergizi gratis (MBG) berperan penting dalam menurunkan permintaan di pasar, sehingga menekan harga komoditas. Menurutnya, kondisi ini terjadi di berbagai daerah, termasuk Banyumas, Jawa Tengah, dimana telur ayam dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Penurunan Harga Tidak Hanya Akibat MBG

Budi menekankan bahwa penurunan harga pangan bukan hanya disebabkan oleh berhentinya MBG, tetapi juga dipengaruhi oleh pasokan yang melimpah. Surplus produksi, terutama dari sektor pertanian, menciptakan persaingan tajam di pasar. Dalam laporan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), beberapa bahan pokok seperti telur dan daging ayam tercatat lebih murah dari HET. Contohnya, telur ayam dijual sekitar Rp26.000 per kilogram, sementara HET-nya Rp30.000. Daging ayam juga lebih murah, sekitar Rp36.000 per kilogram dibandingkan harga Rp40.000. Hal ini menunjukkan bahwa Latest Program untuk mengurangi tekanan harga sedang berdampak signifikan.

“Saya kemarin ke Banyumas (Jawa Tengah). Ada beberapa komoditas yang harganya turun. Misalnya, telur dijual sekitar Rp26.000 per kilogram, sementara HET-nya Rp30.000. Daging ayam juga lebih murah, sekitar Rp36.000 per kilogram dibanding Rp40.000,” ujar Budi Santoso.

Strategi Pemerintah untuk Stabilkan Pasar Pangan

Kementerian Perdagangan sedang mengambil langkah strategis untuk menjaga keseimbangan harga dan menyerap hasil pertanian. Salah satu langkah utama adalah memperkuat penyerapan komoditas domestik melalui sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka). Dengan meningkatkan pembelian dari sektor tersebut, pemerintah berharap bisa mengurangi beban penjualan langsung ke konsumen. Selain itu, Latest Program juga membuka peluang ekspor untuk memperluas pasar. “Kami sedang mengeksplorasi peluang ekspor telur ke Singapura. Meski belum ada pembeli, upaya ini terus berlangsung,” tambah Budi.

Peluang Ekspor dan Dukungan Peternak

Menurut Budi, ekspor menjadi salah satu solusi untuk mengatasi surplus produksi. Di sisi lain, strategi ini bertujuan mengurangi tekanan harga di dalam negeri. Pemerintah juga berupaya mendukung para peternak melalui Latest Program dengan memastikan hasil pertanian mereka dapat terjual secara efektif. Budi menjelaskan bahwa langkah ini bukan hanya untuk menjaga stabilitas harga, tetapi juga untuk menjaga daya tahan ekonomi sektor pertanian. “Dengan mengatur pasokan dan mengoptimalkan distribusi, kami ingin memastikan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar menteri yang juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dalam konteks Latest Program ini, pemerintah juga menilai bahwa penurunan harga pangan bisa menjadi momentum untuk mengembangkan kebijakan pasar yang lebih responsif. Peningkatan pasokan komoditas seperti telur dan daging ayam menciptakan peluang bagi produsen untuk menyesuaikan harga. Selain itu, kebijakan ini juga memperkuat keterlibatan sektor swasta dalam menstabilkan pasokan, sehingga mengurangi risiko fluktuasi harga yang signifikan.

Budi Santoso menambahkan bahwa keberhasilan Latest Program ini bergantung pada koordinasi antar lembaga dan kecepatan respons terhadap perubahan pasar. Pemerintah juga terus memantau kondisi pasar dan siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan. “Program ini bukan hanya solusi sementara, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pasokan dan stabilitas harga di jangka panjang,” pungkasnya. Dengan Latest Program yang dijalankan, diharapkan pasar pangan tetap seimbang meskipun terjadi perubahan musiman atau politik.

Sumber berita: Beritasatu.com

Join the discussion