Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Ototekno

Wamen Irene Dorong Peningkatan Ekonomi Kreatif lewat AI

Mark Anderson - tajuknusa.com 2 mins read

Jakarta – Dalam upaya memperkuat sektor kreatif, Wamen Irene Dorong Peningkatan Ekonomi melalui pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI). Wakil

Wamen Irene Dorong Peningkatan Ekonomi Kreatif lewat AI

Irene Umar: Peran AI dalam Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia Menuju 2029

Tajuknusa.com – Jakarta – Dalam upaya memperkuat sektor kreatif, Wamen Irene Dorong Peningkatan Ekonomi melalui pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI). Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi strategi utama untuk meningkatkan kontribusi industri kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Pemerintah Indonesia menargetkan pencapaian rentang 8% hingga 8,4% dari PDB pada tahun 2029 melalui pendekatan ini.

Irene menekankan bahwa Indonesia harus bergerak melampaui peran sebagai konsumen teknologi AI. Negara perlu membangun fondasi yang kuat dengan memperkuat sumber daya manusia, mengoptimalkan pengelolaan data, serta mengintegrasikan AI ke dalam berbagai aktivitas ekonomi kreatif. Pendekatan holistik ini diyakini dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan sektor kreatif.

“Saat ini hampir semua orang menggunakan AI dan internet. Namun, yang paling krusial adalah pemahaman fundamental dasarnya. Kita tidak hanya perlu belajar, tetapi juga melihat bagaimana implementasinya secara nyata,” jelas Irene saat ditemui di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Pengembangan Talenta dan Kebijakan Berbasis Data

Menurut Irene, pemerintah secara aktif mendorong peningkatan kapasitas talenta melalui program pelatihan yang komprehensif. Tujuan utamanya adalah memastikan para pelaku kreatif mampu memanfaatkan AI untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Selain itu, penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran memerlukan dukungan berbagai laporan dan data terkini mengenai perkembangan AI di tingkat global.

Irene juga menyoroti bahwa peluang ekonomi kreatif Indonesia tidak terbatas pada pasar domestik saja. Dengan memanfaatkan AI, pelaku industri diharapkan dapat menghasilkan produk yang kompetitif di kancah internasional. Hal ini sejalan dengan visi Wamen Irene Dorong Peningkatan Ekonomi yang lebih luas melalui integrasi teknologi.

“Jangan hanya memikirkan 280 juta penduduk Indonesia, karena di dunia ini terdapat 8 miliar orang. Kita harus membangun untuk pasar global, dan saya yakin kemampuan kita untuk mencapainya sangat besar,” tegasnya.

Komitmen Investasi Jangka Panjang

Pengembangan ekonomi kreatif memerlukan komitmen investasi jangka panjang. Irene mengingatkan bahwa pelaku industri harus konsisten dalam membangun konten serta meningkatkan kualitas talenta, karena hasil optimal tidak dapat diraih secara instan. Sebagai contoh, ia menyebutkan kreator konten global MrBeast yang membutuhkan proses bertahun-tahun sebelum menjadi yang terbesar di dunia. Menariknya, konten yang dibuat lebih dari satu dekade silam masih mampu menghasilkan pendapatan hingga kini.

“Oleh karena itu, kita harus sabar dan berinvestasi dengan benar. Mungkin dalam satu kuartal dampaknya belum terlihat secara langsung, tetapi dalam beberapa tahun ke depan hasilnya akan sangat nyata,” ujarnya.

Irene menegaskan bahwa investasi terpenting saat ini adalah pengembangan talenta serta kemampuan mengukur dampak ekonomi dari pemanfaatan AI. Teknologi ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga membuka peluang usaha inovatif di sektor ekonomi kreatif. Untuk memastikan akurasi pengukuran, Kementerian Ekonomi Kreatif terus memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Melalui langkah-langkah ini, Wamen Irene Dorong Peningkatan Ekonomi kreatif Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.

Join the discussion