Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Internasional

UNESCO Input Kota Tyre di Lebanon sebagai Situs Warisan Dalam Bahaya

Richard Gonzalez - tajuknusa.com 3 mins read

UNESCO Input Kota Tyre di Lebanon sebagai Situs Warisan Dunia Dalam Bahaya. Keputusan penting ini diambil oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk

UNESCO Input Kota Tyre di Lebanon sebagai Situs Warisan Dalam Bahaya

UNESCO Input Kota Tyre di Lebanon ke Daftar Situs Warisan Dunia Terancam

Tajuknusa.com – UNESCO Input Kota Tyre di Lebanon sebagai Situs Warisan Dunia Dalam Bahaya. Keputusan penting ini diambil oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pendidikan, sains, dan budaya setelah mempertimbangkan berbagai faktor ancaman terhadap kelestarian kota kuno tersebut. Tyre, yang terletak di Lebanon selatan, telah menjadi sorotan internasional sejak konflik bersenjata di wilayah tersebut semakin intensif. Selama beberapa bulan terakhir, kota bersejarah ini menjadi sasaran bombardir oleh pasukan militer Israel, menyebabkan kerusakan signifikan pada peninggalan arkeologi yang telah ada selama ribuan tahun.

Sejarah dan Signifikansi Tyre

Tyre merupakan salah satu kota tertua di kawasan Mediterania dengan sejarah yang dapat dilacak hingga 4.700 tahun yang lalu. Kota ini berada pada jarak sekitar 80 kilometer dari ibu kota Beirut dan hanya terpisah sekitar 20 kilometer dari perbatasan Israel. Sejak tahun 1984, Tyre telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO berkat banyaknya peninggalan arkeologi berharga, khususnya dari masa Romawi. Kota kuno ini memiliki dua kawasan yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk gapura kemenangan Romawi dan hipodrom yang dibangun pada abad ke-2.

Sepanjang sejarahnya yang panjang, Tyre pernah menjadi bagian dari peradaban Fenisia, Persia, Helenistik, Romawi, hingga Bizantium. Hal ini menjadikannya salah satu situs arkeologi paling penting di kawasan Mediterania. Kota ini tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga arsitektural yang luar biasa. Banyak struktur kuno yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, meskipun beberapa di antaranya telah mengalami kerusakan akibat konflik terbaru.

Proses Penetapan dan Dampak Konflik

Keputusan UNESCO Input Kota Tyre di Lebanon sebagai Situs Warisan Dalam Bahaya diambil setelah situs bersejarah tersebut mengalami kerusakan secara langsung akibat konflik Israel dan Lebanon. Organisasi tersebut juga menilai kondisi pelestarian Tyre terus memburuk sehingga mengancam keberlangsungan nilai sejarahnya. Permintaan agar Tyre dimasukkan ke dalam daftar situs yang terancam bahaya diajukan oleh Pemerintah Lebanon kepada badan PBB tersebut.

“Situs tersebut telah terkena dampak langsung dan mengalami kerusakan. Lebih lanjut, kondisi konservasinya menimbulkan kekhawatiran yang semakin besar, terutama mengingat kemungkinan dampak lebih lanjut,” bunyi pernyataan UNESCO, mengutip laporan France24, Kamis (23/7/2026).

Keputusan memasukkan Tyre ke dalam daftar Situs Warisan Dalam Bahaya diumumkan bertepatan dengan penyelenggaraan Sidang ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan, Korea Selatan. Dalam beberapa bulan terakhir, Tyre menjadi salah satu wilayah yang terdampak konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah. Puluhan ribu warga sempat mengungsi setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi yang mencakup sejumlah distrik, termasuk kawasan arkeologi. Meski demikian, sebagian besar penduduk kini telah kembali ke kota tersebut.

Reaksi Resmi dan Kerusakan yang Terjadi

Menteri Kebudayaan Lebanon, Ghassan Salame, menyambut baik keputusan UNESCO. Menurutnya, langkah tersebut akan meningkatkan perhatian internasional terhadap pentingnya melindungi situs bersejarah di tengah konflik. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi Tyre dari kerusakan lebih lanjut.

“Keputusan ini akan memfokuskan perhatian dan kepedulian UNESCO dan negara-negara anggota pada situs yang sangat penting dalam sejarah suatu wilayah yang saat ini sedang mengalami konflik,” ungkap Ghassan.

Salah satu kawasan Tyre dilaporkan terkena serangan langsung Israel pada Juni lalu. Seorang pejabat Kementerian Kebudayaan Lebanon saat itu mengatakan sebuah kantor administrasi mengalami kerusakan akibat serangan, sementara puing-puing ledakan juga merusak sejumlah elemen arkeologi, seperti kolom, kepala kolom, dan mosaik. UNESCO menekankan bahwa kondisi situs saat ini tidak lagi memadai untuk menjamin pelestarian dan perlindungan nilai universal luar biasa yang dimiliki situs tersebut.

“Kondisi optimal tak lagi tersedia untuk memastikan konservasi dan perlindungan nilai universal yang luar biasa dari situs tersebut,” kata badan PBB tersebut.

Join the discussion