Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Internasional

AS Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi dengan Iran, Ini Syaratnya

Sarah Smith - tajuknusa.com 2 mins read

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa Washington tidak menutup pintu bagi penyelesaian masalah melalui jalur diplomasi dengan

AS Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi dengan Iran, Ini Syaratnya

Washington Pertahankan Pendekatan Diplomasi dengan Teheran, Tetapkan Syarat-Syaratnya

Tajuknusa.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa Washington tidak menutup pintu bagi penyelesaian masalah melalui jalur diplomasi dengan Iran. Ketegangan antara kedua negara masih berlangsung, namun Amerika Serikat tetap terbuka untuk berdialog. Pernyataan ini disampaikan Rubio saat menghadiri pertemuan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) yang diselenggarakan di Manila, Filipina, pada hari Rabu, 22 Juli 2026.

Rubio menjelaskan bahwa Amerika Serikat memiliki komitmen jangka panjang terhadap pendekatan diplomatis. Washington siap terlibat dalam negosiasi yang konstruktif dan positif, asalkan janji-janji yang telah dibuat oleh pihak lain benar-benar ditepati. “Kami selalu bersedia menyelesaikan perbedaan melalui perundingan, dan prinsip ini juga berlaku untuk hubungan kami dengan Iran,” ujar Rubio seperti yang dilaporkan Anadolu Agency.

Komitmen Harus Dipenuhi, Jika Tidak Ada Konsekuensi

Meskipun terbuka untuk berdialog, Rubio menekankan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai harus dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap komitmen yang telah disepakati akan membawa dampak nyata.

“Ketika komitmen tersebut tidak ditepati, seperti yang terjadi dalam kasus khusus ini, maka akan ada konsekuensinya, dan itu harus terjadi,” ucapnya.

Berdasarkan informasi dari Rubio, Teheran telah melakukan komunikasi dengan Washington, baik secara langsung maupun tidak langsung. Diskusi-diskusi tersebut bertujuan untuk meredakan ketegangan yang telah memanas selama dua pekan terakhir. Namun, Rubio menyindir bahwa Iran belum menunjukkan keseriusan yang cukup dalam proses diplomasi ini.

“Masalah yang kita hadapi saat ini adalah mereka tidak serius tentang pembicaraan. Jika Iran serius, AS juga serius. Jika tidak, maka kami akan melakukan apa yang dibutuhkan untuk melindungi kepentingan AS dan juga kepentingan sekutu kami,” tegas Rubio.

Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz Tidak Boleh Dilanggar

Dalam kesempatan yang sama, Rubio juga menyoroti pentingnya kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Jalur strategis ini merupakan salah satu rute utama perdagangan energi dunia dan tidak boleh dibiarkan dikuasai oleh satu negara saja.

“Jika kita menciptakan preseden di Timur Tengah, di mana sebuah negara dapat memutuskan mereka akan mengendalikan jalur air internasional, menerapkan biaya tol, dan jika Anda tidak membayar, mereka akan meledakkan kapalmu, maka kita telah menciptakan preseden yang sangat berbahaya yang akan terulang di bagian lain dunia, termasuk di wilayah ini,” pungkasnya.

Join the discussion