Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Internasional

New Policy: Iran Tolak Buka Selat Hormuz sebelum AS Penuhi Tuntutan

David Hernandez - tajuknusa.com 3 mins read

Iran Tegaskan Tidak Akan Buka Selat Hormuz hingga AS Penuhi Syarat New Policy – Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Iran telah mengumumkan kebijakan baru

New Policy: Iran Tolak Buka Selat Hormuz sebelum AS Penuhi Tuntutan

Iran Tegaskan Tidak Akan Buka Selat Hormuz hingga AS Penuhi Syarat

New Policy – Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Iran telah mengumumkan kebijakan baru yang menegaskan bahwa mereka akan tetap menutup Selat Hormuz hingga Amerika Serikat (AS) memenuhi sejumlah tuntutan yang telah ditetapkan oleh Teheran. Dalam pernyataan resmi, Juru Bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akrami-Nia menyatakan bahwa selat tersebut hanya dapat dibuka setelah AS mengakui otoritas Iran dalam pengelolaan jalur perairan kritis ini. Kebijakan baru ini menjadi respons terhadap peningkatan ketegangan yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir, terutama setelah serangan militer AS ke wilayah Iran mengakibatkan perangkap yang semakin memburuk.

Detail Kebijakan Baru dan Syarat yang Diminta Iran

Dalam New Policy ini, Iran meminta AS untuk memenuhi tiga kondisi utama sebelum pembukaan Selat Hormuz. Pertama, AS harus menghentikan operasi militer yang dianggap mengganggu keamanan wilayah laut tersebut. Kedua, Washington diharuskan mengakui kebijakan Iran dalam mengatur lalu lintas kapal yang melewati selat. Ketiga, AS harus mematuhi aturan dalam perjanjian perdamaian kerangka yang ditandatangani bulan lalu, termasuk menghentikan tindakan yang dianggap bertentangan dengan kepentingan Iran. Akrami-Nia menegaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah strategis untuk menegaskan kekuasaan Iran atas wilayah strategis tersebut.

Kebijakan baru ini juga mencakup pengaturan rinci mengenai jalur perdagangan internasional. Iran berargumen bahwa Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur vital bagi pasokan minyak dan gas, tetapi juga memiliki peran penting dalam keamanan geopolitik kawasan. Dengan menutup selat, Teheran menunjukkan kemampuan mereka untuk memengaruhi alur perdagangan global, terutama jika AS tidak segera memenuhi syarat yang dipertahankan dalam New Policy tersebut. Langkah ini dipandang sebagai tindakan tegas untuk menekan kebijakan AS yang dianggap tidak adil terhadap Iran.

Sebagai bagian dari New Policy, Iran juga menekankan bahwa pembukaan Selat Hormuz akan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa AS tidak hanya memenuhi syarat yang ditetapkan, tetapi juga berkomitmen untuk mempertahankan hubungan yang seimbang. Dalam pernyataannya, Akrami-Nia menyebut bahwa kebijakan ini merupakan perbaikan dari kebijakan lama yang tidak efektif dalam menyelesaikan konflik antara kedua negara. Penutupan selat ini diharapkan dapat menjadi perangkat tekanan yang efektif untuk mendorong AS bergerak lebih cepat.

“Dengan New Policy ini, kita menunjukkan bahwa Iran tidak akan membiarkan kekuasaan selat tersebut diambil alih oleh pihak luar tanpa kesepakatan bersama,” tambah Akrami-Nia dalam wawancara dengan media lokal.

Ketegangan antara Iran dan AS telah mencapai puncaknya akibat dari serangan terbaru yang dilakukan oleh Centcom ke beberapa kota di Iran. Ledakan di kota-kota tersebut memperkuat tekanan dari pihak Iran untuk melanjutkan kebijakan penutupan Selat Hormuz. Sebagai respons, Teheran juga menyerang beberapa pangkalan militer AS di berbagai lokasi, menunjukkan bahwa mereka siap untuk menjalankan New Policy hingga tuntutan mereka dipenuhi. Meski ada kemungkinan AS akan berusaha mempercepat proses, Iran berharap kebijakan ini tetap berlaku hingga semua syarat terpenuhi.

Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa kebijakan baru ini memiliki dampak besar terhadap ekonomi global. Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi 20% pasokan minyak dunia, dan penutupan selat bisa mengakibatkan kenaikan harga minyak internasional. Iran juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan hanya untuk menekan AS, tetapi juga untuk memastikan bahwa negara-negara lain tidak akan mengambil keuntungan dari keadaan yang tidak stabil. Dengan New Policy, Iran mencoba membangun kembali kepercayaan dengan negara-negara mitra mereka di kawasan Timur Tengah dan Eropa.

Join the discussion