Special Plan: Trump hingga Macron, Ini Daftar Tokoh yang Jadi Target Pembalasan Iran
Special Plan: Daftar Tokoh Target Pembalasan Iran Special Plan - Dalam upaya membalas serangan yang mengakibatkan kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin
Special Plan: Daftar Tokoh Target Pembalasan Iran
Special Plan – Dalam upaya membalas serangan yang mengakibatkan kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, pemerintah Iran meluncurkan “Special Plan” sebagai strategi khusus untuk mengejar balas dendam terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab. Surat kabar konservatif Iran, Hamshahri, mempublikasikan infografik yang memuat 13 tokoh asing sebagai sasaran utama dalam rencana ini. Special Plan ini diterbitkan setelah upacara pemakaman Khamenei, yang meninggal dalam serangan bersama AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Latar Belakang Special Plan
Menurut laporan dari AFP, Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa pembalasan dendam adalah kehendak bangsa Iran dan akan dijalankan secara tegas. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa para pelaku serangan akan menerima hukuman setimpal. “Para penjahat ini, yang namanya tercantum dalam daftar Special Plan, akan membawa ke liang kubur mereka keinginan untuk mati dengan tenang di tempat tidur mereka,” tambahnya. Infografik tersebut dibuat untuk memperkuat pernyataan resmi pemerintah Iran terkait rencana aksi balasan.
Infografik yang diterbitkan pada 11 Juli 2026 menampilkan tokoh-tokoh dari berbagai negara, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel, dan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock. Namun, Mojtaba tidak merinci siapa yang menjadi target utama, sehingga status daftar tersebut masih diperdebatkan. Beberapa analis internasional memperkirakan bahwa Iran berencana melakukan serangkaian tindakan diplomatik dan militer dalam rangka Special Plan.
Daftar Tokoh yang Jadi Sasaran
Special Plan mencakup sejumlah pemimpin global yang dianggap berperan penting dalam kebijakan terhadap Iran. Daftar ini melibatkan tokoh dari Eropa, Amerika, dan Timur Tengah. Dalam konteks konflik, Iran menuduh negara-negara Eropa tidak mengecam serangan terhadap wilayahnya secara tegas. Hal ini diduga terkait dengan keterlibatan mereka dalam memfasilitasi operasi militer AS di wilayah udara mereka. Mojtaba menekankan bahwa Special Plan adalah bagian dari upaya untuk memperkuat posisi Iran di panggung internasional.
Infografik yang diterbitkan pada 11 Juli 2026, tidak dimuat dalam edisi cetak Hamshahri yang terbit pada 12 Juli 2026. Ini memicu keraguan apakah daftar tersebut merupakan keputusan resmi pemerintah Iran atau hanya sebagai pesan awal. Meski demikian, pihak Iran terus mengklaim bahwa Special Plan telah disusun secara lengkap dan akan dijalankan sesuai rencana. Mojtaba juga menyebutkan bahwa beberapa tokoh dalam daftar tersebut menderita luka dalam serangan yang menyebabkan kematian ayahnya.
Daftar tokoh dalam Special Plan dianggap sebagai indikasi bahwa Iran ingin menunjukkan keseriusannya dalam mengambil langkah tegas terhadap pihak yang dianggap musuh. Pemimpin Eropa seperti Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Ketua Partai Labour Inggris Keir Starmer juga masuk dalam target. Tuduhan terhadap negara-negara Eropa dianggap sebagai salah satu faktor utama dalam munculnya nama-nama mereka dalam infografik. Dalam beberapa hari terakhir, situasi ketegangan antara Iran dan sekutu-sekutunya terus memanas, dengan kemungkinan aksi teror atau penyerangan terhadap target-target dalam Special Plan.
Sejumlah pakar politik dan militer mengatakan bahwa Special Plan bukan hanya tentang perang, tetapi juga mencakup strategi ekonomi dan diplomasi untuk memperkuat kekuatan Iran. Dengan membalas pihak yang terlibat dalam serangan, Iran berharap mampu memperoleh dukungan dari negara-negara yang merasa tidak adil dalam konflik tersebut. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, Special Plan dianggap sebagai bagian dari rencana jangka panjang Iran untuk menegaskan dominasi politik dan militer di wilayah Timur Tengah.
