Pemerintah Siapkan Pendekatan Pendidikan untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba
Tajuknusa.com – Penanganan ketergantungan narkoba di Indonesia diarahkan untuk tidak berhenti pada pemulihan medis semata. Presiden Prabowo Subianto mendorong agar proses rehabilitasi juga memakai model pendidikan, terutama untuk membantu anak muda yang mengalami masalah penyalahgunaan narkoba kembali membangun kehidupan yang sehat dan produktif.
Arahan itu disampaikan dalam pembahasan pemerintah mengenai langkah penanganan narkoba di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa pendidikan dipandang dapat menjadi bagian penting dalam upaya mengubah perilaku serta memulihkan masa depan pengguna narkoba.
“Bapak presiden mengarahkan bagaimana model kurikulum pendidikan yang ada, sehingga itu akhirnya bisa betul-betul mengubah (pecandu narkoba),” kata Menteri Brian Yulianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Gagasan tersebut menempatkan rehabilitasi sebagai proses yang lebih luas daripada pelepasan dari ketergantungan. Dalam pendekatan ini, peserta rehabilitasi dapat diarahkan untuk mendapatkan pembinaan, pengetahuan, penguatan kemampuan diri, serta bekal untuk kembali beraktivitas di lingkungan sosialnya.
Melibatkan Keahlian Medis dan Psikologi
Brian menyampaikan, masukan dari dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan peneliti Universitas Indonesia menunjukkan bahwa pemulihan pengguna narkoba tidak hanya bergantung pada pemanfaatan teknologi. Pendidikan juga dapat diintegrasikan dalam tahapan penanganan, termasuk saat rehabilitasi berlangsung.
Pemerintah berencana melibatkan perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran dan psikologi dalam penyusunan konsep tersebut. Keterlibatan kampus diprioritaskan pada institusi yang telah memiliki pengalaman dalam mendampingi rehabilitasi pengguna maupun pecandu narkoba.
Kolaborasi lintas bidang diperlukan karena persoalan ketergantungan narkoba dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan, psikologis, relasi keluarga, lingkungan pergaulan, dan keberlanjutan kehidupan seseorang setelah menjalani pemulihan. Karena itu, konsep pendidikan yang disiapkan diharapkan dapat berjalan seiring dengan layanan rehabilitasi yang sesuai kebutuhan peserta.
Peran bidang psikologi menjadi penting dalam membantu proses pemulihan perilaku dan kesiapan individu untuk kembali ke masyarakat. Sementara itu, keahlian kedokteran dibutuhkan untuk mendukung penanganan kesehatan selama rehabilitasi. Pendidikan dapat melengkapi keduanya melalui materi dan kegiatan yang menumbuhkan kemampuan untuk mengambil keputusan yang lebih baik di masa depan.
Mempelajari Praktik dari Negara Lain
Pemerintah juga akan menelaah pengalaman sejumlah negara yang telah menerapkan unsur pendidikan dalam program rehabilitasi narkoba. Kajian itu tidak hanya membahas bentuk kurikulum atau pembinaan, tetapi juga kemungkinan penggunaan perkembangan teknologi untuk memperkuat proses pemulihan.
“Bapak presiden juga memberikan petunjuk bagaimanabest practicedi beberapa negara lain, itu betul-betul model pendidikan dan model rehabilitasi yang memanfaatkan kemajuan-kemajuan teknologi, itu sudah bisa dilakukan ya, sehingga nantinya betul-betul permasalahan ini bisa diselesaikan,” paparnya.
Studi atas praktik internasional tersebut diharapkan membantu pemerintah merancang pendekatan yang relevan dengan kondisi di Indonesia. Setiap model tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta rehabilitasi, kesiapan tenaga pendamping, dan lingkungan tempat mereka akan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Teknologi dapat menjadi salah satu unsur pendukung dalam rehabilitasi, tetapi tidak menggantikan kebutuhan akan pendampingan manusia. Dalam konteks ini, teknologi dipandang sebagai alat yang dapat membantu pelaksanaan program, sedangkan pendidikan dan rehabilitasi tetap menjadi inti dari proses perubahan yang ingin dicapai.
Fokus pada Akses Narkoba di Kalangan Muda
Selain membahas rehabilitasi, pemerintah menaruh perhatian pada persoalan mudahnya akses narkoba bagi remaja dan anak muda. Isu tersebut dinilai perlu ditangani secara bersamaan dengan penyusunan konsep pendidikan dan pemulihan bagi pengguna narkoba.
Fokus pada kelompok usia muda memiliki arti penting karena masa remaja dan awal dewasa merupakan periode ketika seseorang sedang membentuk arah pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial, dan rencana hidupnya. Ketika ketergantungan narkoba mengganggu fase ini, dampaknya dapat meluas pada kemampuan mereka untuk belajar, bekerja, dan menjalankan peran di keluarga maupun komunitas.
Pendekatan rehabilitasi yang memasukkan pembelajaran dapat memberi ruang bagi peserta untuk menata ulang tujuan hidup. Program semacam ini diharapkan tidak sekadar berorientasi pada penghentian penggunaan narkoba, melainkan juga pada kesiapan peserta untuk kembali mengikuti pendidikan, mengembangkan keterampilan, atau menjalani pekerjaan yang produktif.
Penguatan pendidikan dalam rehabilitasi juga dapat menjadi pengingat bahwa pemulihan merupakan perjalanan yang membutuhkan dukungan berkelanjutan. Keluarga, tenaga kesehatan, psikolog, pendidik, dan lingkungan sosial memiliki peran dalam menciptakan kondisi yang mendukung seseorang agar tidak kembali terjerumus pada penyalahgunaan narkoba.
Pemulihan yang Mengarah pada Produktivitas
Tujuan pemerintah adalah menghasilkan model rehabilitasi yang membantu anak muda pulih sekaligus memiliki kesempatan untuk membangun kembali masa depannya. Keberhasilan pemulihan, dalam pandangan ini, tidak hanya diukur dari berhentinya ketergantungan, tetapi juga dari kemampuan seseorang menjalani kehidupan yang mandiri dan berguna.
“Dari kami tadi yang disampaikan tentu adalah bagaimana penyusunan konsep pendidikan, konsep rehabilitasi, yang betul-betul bisa menghasilkan orang yang anak-anak muda yang bisa sembuh dan bahkan kemudian bisa produktif. Jadi tidak hanya sembuh, tetapi juga kemudian produktif,” tutupnya.
Rencana penyusunan konsep pendidikan dan rehabilitasi tersebut menunjukkan arah penanganan yang menempatkan pecandu narkoba sebagai individu yang perlu dipulihkan secara menyeluruh. Dengan dukungan medis, psikologis, pendidikan, serta pemanfaatan teknologi yang tepat, pemerintah berharap proses rehabilitasi dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk kembali sehat, berdaya, dan produktif.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Prabowo Minta Rehabilitasi Pecandu Narkoba Gunakan?
Prabowo Minta Rehabilitasi Pecandu Narkoba Gunakan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Prabowo Minta Rehabilitasi Pecandu Narkoba Gunakan matter?
Prabowo Minta Rehabilitasi Pecandu Narkoba Gunakan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

