Ragam Bentala Membawa Batik ke Pilihan Busana Sehari-hari
Tajuknusa.com – Batik semakin mendapat tempat dalam gaya berpakaian modern, termasuk di kalangan generasi muda yang ingin memadukan unsur tradisi dengan tampilan kasual. Semangat itu menjadi dasar perjalanan Ragam Bentala, label fesyen lokal yang menghadirkan busana berbahan batik dalam potongan yang fleksibel untuk berbagai aktivitas.
Didirikan pada Februari 2020 oleh Anne SPC Aziz dan Nur’aini JB, Ragam Bentala berangkat dari ketertarikan kuat terhadap kekayaan budaya Nusantara. Brand ini mengolah wastra tradisional menjadi koleksi yang lebih mudah dipadukan, tanpa meninggalkan cerita di balik proses pembuatannya.
Ekspansi melalui kanal digital bersama Shopee turut membuka peluang bagi Ragam Bentala untuk memperkenalkan koleksinya kepada pembeli dari lebih banyak daerah. Kehadiran toko resmi di platform tersebut juga dimanfaatkan untuk menjangkau kelompok konsumen yang sebelumnya belum terhubung langsung dengan brand.
“Setiap helai busana Ragam Bentala membawa cerita dan keringat dari para pengrajin batik cap manual tradisional di daerah. Bagi kami, menjaga kelestarian batik bukan hanya soal estetika desain, tetapi juga tentang membuka lapangan kerja dan memastikan keberlanjutan roda ekonomi para pengrajin lokal binaan kami. Oleh karena itu, kami senang bisa bertumbuh bersama Shopee. Menjangkau generasi muda dari berbagai daerah yang sebelumnya tidak terjangkau oleh kami,” ungkap Founder Ragam Bentala, Anne SPC Aziz.
Identitas warna bumi dan ragam pilihan siluet
Nama Ragam Bentala mencerminkan arah kreatif yang dibangun sejak awal. Kata “Ragam” mengacu pada warna serta keberagaman, sedangkan “Bentala” memiliki arti bumi. Filosofi tersebut hadir dalam palet earth tone dan pilihan desain yang menempatkan kain batik sebagai bagian dari busana yang dapat dipakai pada banyak suasana.
Koleksinya mencakup Kebaya Encim, Rok Lilit Batik, Obi Belt Batik, Riung Tunik, hingga Kemeja Batik. Kehadiran berbagai model ini menunjukkan bahwa penggunaan batik tidak harus terbatas pada agenda resmi. Rok lilit dapat menjadi elemen utama untuk tampilan santai, tunik memberi opsi yang praktis, sementara kebaya dan aksesori kain menawarkan cara lain untuk membangun tampilan berkarakter.
Sentuhan lokal juga diterapkan pada penamaan produk. Terikat, Ranum, Riung, Sanubari, dan Amerta merupakan sejumlah nama yang dipilih untuk menjaga kedekatan koleksi dengan bahasa serta narasi Indonesia. Pendekatan ini membuat produk tidak sekadar berfungsi sebagai pakaian, melainkan juga membawa identitas yang ingin diperkenalkan kepada pemakainya.
Digitalisasi membuka ruang pertumbuhan
Peralihan ke penjualan digital menjadi salah satu tantangan sekaligus kesempatan bagi Ragam Bentala. Setelah membuka Official Store Ragam Bentala, brand tersebut mencoba beragam format untuk berinteraksi dengan calon pembeli, termasuk penjualan lewat Shopee Live, pembuatan konten pendek di Shopee Video, serta kolaborasi dengan kreator melalui Shopee Affiliate.
Ragam Bentala juga mengambil bagian dalam momentum kampanye belanja, seperti 11.11 Big Sale, 12.12 Birthday Sale, dan Big Ramadan Sale. Aktivitas tersebut menghasilkan kenaikan traffic serta pertumbuhan performa penjualan dibandingkan periode biasa. Bagi merek lokal, kanal digital memberi kesempatan untuk memperluas jangkauan tanpa menghapus nilai budaya yang menjadi fondasi produk.
Perubahan ini penting karena konsumen kini tidak hanya mencari pakaian yang menarik secara visual, tetapi juga mempertimbangkan kemudahan penggunaan dan cerita yang menyertainya. Busana batik dengan potongan yang relevan untuk keseharian dapat membantu tradisi tetap hadir dalam pilihan mode yang terus berubah.
Teknik tradisional tetap menjadi inti produksi
Meski menghadirkan tampilan yang lebih kontemporer, Ragam Bentala mempertahankan proses pengerjaan batik cap manual. Produksi dimulai dari pengembangan desain dan motif, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan canting cap serta lilin malam. Setelah tahap pewarnaan selesai, kain diolah menjadi pakaian bersama penjahit lokal.
Rangkaian proses tersebut menjaga keterlibatan pengrajin batik dan pelaku produksi lokal di tengah perkembangan industri fesyen. Nilai sebuah busana, dalam konteks ini, tidak hanya berada pada hasil akhir yang dikenakan, tetapi juga pada keterampilan dan pekerjaan yang menopang pembuatannya.
Popularitas berkain, kebaya, serta item bernuansa batik dalam gaya harian menjadi ruang baru bagi pengembangan produk seperti Rok Lilit Batik dan Riung Tunik Batik. Siluet yang lebih ringkas dan mudah dipadukan memberi pilihan bagi pemakai untuk mengenakan unsur tradisional tanpa harus menunggu acara tertentu.
“Menurut kami, semakin banyaknya anak muda yang menggunakan batik dan kebaya dalam keseharian menunjukkan bahwa cara generasi muda memandang busana tradisional juga semakin berkembang. Batik dan kebaya tidak lagi harus identik dengan acara formal, tetapi bisa menjadi bagian dari gaya personal yang kasual, stylish, dan tetap membawa identitas budaya Indonesia. Hal ini sejalan dengan semangat Ragam Bentala sejak awal, yaitu membuat pakaian yang dapat digunakan sehari-hari untuk menemani berbagai aktivitas,” tambah Founder Ragam Bentala, Nur’aini JB.
Bagi Anne dan Nur’aini, penerimaan yang lebih luas terhadap produk mereka, terutama dari anak muda, berarti peluang yang lebih besar untuk mengembangkan ekosistem di sekeliling brand. Ketika batik masuk ke rutinitas berpakaian sehari-hari, ruang apresiasi terhadap karya pengrajin juga ikut terbuka. Ragam Bentala menempatkan perpaduan tersebut sebagai arah utama: gaya boleh terus bergerak, sementara keterampilan tradisional dan cerita budaya tetap dijaga.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Dari Wastra ke Gaya Sehari hari?
Dari Wastra ke Gaya Sehari hari is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Dari Wastra ke Gaya Sehari hari matter?
Dari Wastra ke Gaya Sehari hari matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

