Internasional

Di KTT BRICS, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jadi Negara Mandiri

codex-c1230755e36d451a95e7ad4d3bee3108

Prabowo Dorong Indonesia Memperkuat Kemandirian di Forum BRICS

Tajuknusa.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penegasan bahwa Indonesia ingin berdiri sebagai negara yang kuat, berdaya tahan, dan mampu menetapkan kepentingannya sendiri. Pesan itu disampaikan saat ia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di New Delhi, India, pada Sabtu, 12 September 2026.

Dalam forum yang mempertemukan negara-negara dengan kepentingan besar di kawasan Global South tersebut, Prabowo menempatkan ketangguhan nasional sebagai dasar utama bagi kebebasan sebuah bangsa dalam menentukan langkah. Indonesia, kata dia, tidak ingin arah kebijakannya ditentukan oleh tekanan atau kepentingan kekuatan lain.

“Kita tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan mana pun. Kita harus menjadi tangguh. Dengan demikian, kita menjadi benar-benar mandiri,” ujar Prabowo.

Kekuatan Negara Berawal dari Dalam Negeri

Prabowo menekankan bahwa kemandirian tidak semata-mata ditunjukkan melalui pengaruh diplomatik atau posisi sebuah negara di panggung internasional. Fondasi yang lebih penting terletak pada kemampuan negara menjawab kebutuhan dasar rakyatnya sendiri.

Ketahanan pangan, kepastian pasokan energi, mutu pendidikan, serta kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan menjadi unsur yang saling berkaitan. Apabila kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dipenuhi secara kokoh dari dalam negeri, negara memiliki ruang yang lebih luas untuk mengambil keputusan tanpa ketergantungan berlebihan.

“Kekuatan selalu dimulai dari dalam negeri, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat, menjamin energi yang mereka butuhkan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk mencapai kesejahteraan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa agenda ketangguhan nasional tidak hanya terkait pertahanan atau hubungan luar negeri. Pembangunan manusia, kemampuan produksi, akses terhadap energi, dan kesejahteraan sosial juga menjadi bagian dari daya tahan bangsa dalam menghadapi perubahan global.

Dalam konteks Indonesia, pendekatan ini menempatkan rakyat sebagai pusat dari gagasan kemandirian. Negara yang mampu memastikan kebutuhan masyarakatnya terpenuhi akan memiliki basis yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas, memperluas kesempatan ekonomi, dan menentukan prioritas pembangunan sesuai kepentingan nasional.

Kerja Sama Global South

Di hadapan para peserta KTT BRICS, Prabowo juga menyoroti arti penting kerja sama antarnegara berkembang. Ia memandang solidaritas Global South dapat menjadi kekuatan bersama, terutama ketika negara-negara tersebut menghadapi tantangan yang serupa dalam pembangunan, akses energi, dan ketahanan pangan.

Kerja sama semacam itu memberi peluang bagi negara-negara berkembang untuk memperbesar pengaruh mereka dalam percakapan internasional. Dengan posisi yang lebih terhubung, kepentingan bersama dapat disuarakan secara lebih kuat dan ruang untuk menentukan masa depan sendiri dapat semakin terbuka.

“Dengan berdiri bersama, kita juga menjadi lebih kuat,” ujar Prabowo.

Pesan itu menegaskan bahwa kemandirian nasional tidak harus berarti berjalan sendiri. Sebaliknya, sebuah negara dapat memperkuat kemampuan domestiknya sambil membangun kemitraan yang setara dengan negara lain. Kerja sama yang saling menguntungkan dipandang dapat memperluas kapasitas kolektif tanpa mengurangi kebebasan setiap negara untuk menjaga kepentingannya.

Pangan dan Energi Menjadi Prioritas

Prabowo memberi perhatian khusus pada bidang pangan dan energi, dua sektor yang secara langsung memengaruhi ketahanan nasional. Ketersediaan pangan yang aman dan akses energi yang terjamin menjadi kebutuhan mendasar bagi kehidupan masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi.

Ketika pasokan pangan dan energi terganggu, dampaknya dapat menjalar ke berbagai sektor, mulai dari biaya hidup hingga produktivitas. Karena itu, penguatan kerja sama di bidang tersebut dinilai penting bagi negara-negara BRICS dan negara berkembang pada umumnya.

Kekuatan kolektif di dalam BRICS, dalam pandangan Prabowo, dapat digunakan untuk membuka peluang yang lebih besar bagi anggotanya dalam memperkuat ketahanan pangan serta energi. Kolaborasi antarnegeri dapat menjadi sarana untuk membangun kapasitas bersama dan memperluas pilihan dalam memenuhi kebutuhan strategis masing-masing.

Bagi Indonesia, penekanan terhadap dua bidang ini sejalan dengan pandangan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus memiliki dasar yang nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Ketahanan negara bukan sekadar konsep kebijakan, melainkan kemampuan memastikan rakyat memperoleh pangan, energi, pendidikan, dan kesempatan hidup yang lebih baik.

Tatanan Dunia yang Lebih Setara

Menjelang akhir pernyataannya, Prabowo mengaitkan ketangguhan dan kerja sama tersebut dengan cita-cita membangun hubungan internasional yang lebih adil. Ia menilai kekuatan yang dimiliki negara-negara berkembang perlu diarahkan untuk memperkuat sistem multilateral, bukan untuk menciptakan bentuk dominasi baru.

Sistem multilateral yang kuat memberi ruang bagi lebih banyak negara untuk terlibat dalam penyelesaian persoalan dunia. Prinsip ini penting bagi negara berkembang yang ingin kepentingannya didengar dalam isu-isu global, termasuk pembangunan, perdagangan, energi, dan pangan.

“Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita benar-benar berarti,” kata Prabowo.

Pernyataan di KTT BRICS tersebut menggambarkan penekanan Indonesia pada dua jalur yang berjalan bersamaan: memperkuat kemampuan nasional dari dalam serta memperluas kerja sama yang setara di tingkat internasional. Ketangguhan rakyat, ketahanan kebutuhan dasar, dan kolaborasi antarnegara berkembang menjadi elemen penting dalam visi Indonesia untuk tetap mandiri di tengah dinamika global.

Frequently Asked Questions

What is Di KTT BRICS Prabowo Tegaskan Komitmen?

Di KTT BRICS Prabowo Tegaskan Komitmen is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Di KTT BRICS Prabowo Tegaskan Komitmen matter?

Di KTT BRICS Prabowo Tegaskan Komitmen matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *