Special Plan: Demo Hari Ini, Mahasiswa Blokade Jalan di Parepare hingga Bikin Macet
epare dan Pemicu Kemacetan Special Plan - Senin (22/6/2026), aksi demonstrasi yang diinisiasi oleh Aliansi Mahasiswa Parepare (Ampera) berlangsung di Jalan
Demo Hari Ini: Mahasiswa Blokade Jalan di Parepare dan Pemicu Kemacetan
Special Plan – Senin (22/6/2026), aksi demonstrasi yang diinisiasi oleh Aliansi Mahasiswa Parepare (Ampera) berlangsung di Jalan Bau Massepe, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari dan menimbulkan penghalangan lalu lintas dalam bentuk lingkaran, dengan peserta demonstrasi berkumpul di depan Monumen Habibie dan Ainun. Aksi ini menjadi sorotan karena menyebabkan kemacetan yang parah di pusat kota, mengganggu arus lalu lintas sehari-hari warga. Demonstrasi ini terkait langsung dengan kebijakan ekonomi yang dikenal sebagai “Special Plan” dan menjadi isu utama yang dibahas.
Isu Kebijakan “Special Plan” Jadi Pemicu Penolakan
Peserta aksi menyoroti kebijakan “Special Plan” sebagai faktor penyebab penurunan kesejahteraan masyarakat. Mereka menilai program ini tidak memberikan dampak positif yang signifikan, justru memperparah ketimpangan ekonomi. “Special Plan” yang diusung pemerintah pusat dinilai kurang transparan dalam distribusi dana dan belum mampu menyelesaikan masalah utama seperti inflasi, pengangguran, serta korupsi,” kata Sahar, koordinator aksi, dalam pernyataannya kepada media.
“Kami mengkritik kebijakan ekonomi yang terkesan memihak sekelompok elit, sementara rakyat kecil terabaikan,” tutur Sahar, menambahkan bahwa kebijakan ini terbukti tidak efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Aksi blokade jalan di Parepare ini menjadi simbol penolakan terhadap “Special Plan” yang dinilai tidak mengakomodir kepentingan masyarakat luas. Mahasiswa menyampaikan tuntutan terkait ketidakjelasan mekanisme penyaluran program makan bergizi gratis (MBG), yang menjadi bagian dari kebijakan tersebut. Mereka juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap penyebab ketidakpuasan ekonomi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Peran Mahasiswa dan Dukungan dari Masyarakat
Kebijakan “Special Plan” telah memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa yang tergabung dalam Ampera. Aksi blokade jalan di Parepare yang berlangsung hingga siang hari ini menunjukkan kekuatan solidaritas dari kalangan akademisi. Menurut laporan dari petugas kepolisian, aksi tersebut menarik partisipasi hingga 500 orang, dengan beberapa warga sipil turut serta dalam mendukung tuntutan mahasiswa.
“Kami ingin menegaskan bahwa kebijakan “Special Plan” tidak hanya mengalami kegagalan, tetapi juga menciptakan dampak negatif yang mengakibatkan kesulitan masyarakat,” kata salah satu peserta aksi, Irfan. Ia menambahkan bahwa aksi ini berlangsung sebagai bentuk perlawanan yang sejalan dengan keinginan rakyat untuk perubahan.
Demikian pula, beberapa organisasi masyarakat dan kelompok advokasi juga mengungkapkan kekecewaan terhadap “Special Plan”. Mereka menilai kebijakan ini memerlukan penyesuaian agar lebih berorientasi pada keadilan sosial. Aksi blokade jalan di Parepare ini menjadi bukti bahwa masyarakat kian aktif dalam menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah.
Dampak dan Strategi Aksi
Kemacetan yang terjadi akibat blokade jalan di Parepare menimbulkan efek domino pada kegiatan sehari-hari warga kota. Ratusan kendaraan terjebak di jalur utama, sementara petugas kepolisian terus berupaya mengalirkan lalu lintas dengan mengubah arah beberapa jalan. Aksi ini juga memicu perhatian media nasional dan internasional, yang menggambarkan minat mahasiswa dalam isu kebijakan ekonomi.
“Kami sengaja memilih lokasi strategis agar keputusan “Special Plan” dilihat oleh seluruh masyarakat,” jelas Sahar. Ia menekankan bahwa blokade jalan ini bukan sekadar tindakan demonstrasi, tetapi juga sarana untuk menegaskan keinginan perubahan politik dan ekonomi.
Demikian pula, aksi blokade jalan di Parepare ini terkait erat dengan keinginan mahasiswa untuk mengambil peran lebih aktif dalam proses kebijakan. Mereka menilai bahwa “Special Plan” harus disesuaikan dengan kebutuhan rakyat, bukan hanya kepentingan pihak tertentu. Seusai aksi di Monumen Habibie dan Ainun, massa berencana melakukan aksi lanjutan ke Kantor DPRD Kota Parepare untuk menyampaikan tuntutan lebih lanjut.
Keberhasilan aksi blokade jalan di Parepare menunjukkan bahwa isu “Special Plan” masih menjadi sorotan utama dalam kehidupan politik dan ekonomi nasional. Mahasiswa menganggap kebijakan ini perlu diperbaiki, dengan pertimbangan lebih luas terhadap dampak sosial dan ekonomi. Aksi ini menjadi bagian dari upaya perubahan yang terus dilakukan oleh kalangan muda untuk mendukung keadilan dan transparansi dalam pemerintahan.
