AHY Soroti Potensi Ekonomi Industri Gim Digital
Tajuknusa.com – AHY – Permainan digital seperti PlayerUnknown’s Battlegrounds atau PUBG dinilai dapat berkembang jauh melampaui fungsi hiburan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melihat sektor ini sebagai ruang ekonomi yang mampu memberi nilai bagi pemain, komunitas, pelaku usaha, hingga negara.
Pandangan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri Digital Infrastructure Summit 2026 yang digelar Biru Muda Project (BMP) di Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026. Di sela agenda forum tersebut, turut berlangsung kompetisi PUBG yang menjadi gambaran besarnya minat masyarakat terhadap gim digital.
“Ini adalah sebuah permainan, tetapi bisa menghadirkan banyak sekali peluang, termasuk peluang bisnis. Jadi, kita tidak boleh atau tidak bisa melihat gim itu sebagai sekadar hobi, tetapi juga bisa menjadi sebuah industri yang menguntungkan. Bukan hanya bagi komunitasnya, tetapi juga bahkan bagi negara,” ujar AHY.
Gim Membuka Rantai Nilai yang Lebih Luas
Industri gim tidak hanya berkaitan dengan orang yang bermain di depan layar. Di dalamnya terdapat kebutuhan akan pengembang perangkat lunak, perancang visual, pembuat musik, penyelenggara kompetisi, penyiar pertandingan, pembuat konten, hingga pengelola komunitas. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa ekosistem gim dapat menciptakan berbagai bentuk pekerjaan dan peluang usaha.
Kompetisi gim juga dapat menjadi ruang bagi komunitas untuk membangun jejaring, mengasah kemampuan, dan memperkenalkan talenta. Apabila dikelola dengan baik, kegiatan semacam ini dapat mempertemukan pemain dengan penyelenggara turnamen, pengembang, sponsor, serta pihak lain yang membutuhkan keahlian digital.
Dalam konteks ekonomi kreatif, gim mempunyai keterkaitan dengan banyak bidang. Desain karakter, ilustrasi, animasi, cerita, suara, teknologi jaringan, serta pemasaran digital merupakan unsur yang dapat bergerak bersama. Karena itu, pertumbuhan industri gim dapat memberi dampak yang lebih luas dibanding sekadar penjualan atau penggunaan sebuah permainan.
Keterampilan PUBG Tidak Semata Tentang Permainan
AHY juga membahas sejumlah kemampuan yang diperlukan ketika bermain PUBG. Permainan tersebut bukan hanya menempatkan pemain pada situasi penggunaan senjata, melainkan menuntut pembacaan kondisi, penentuan posisi, pengelolaan risiko, kerja sama, dan pengambilan keputusan dalam waktu yang terbatas.
Setiap pemain perlu mempertimbangkan kapan harus bertahan, bergerak, membantu rekan satu tim, atau mengubah strategi. Keputusan yang terburu-buru dapat membawa konsekuensi bagi seluruh tim. Sebaliknya, komunikasi dan koordinasi yang baik sering kali menentukan peluang untuk mencapai hasil terbaik.
AHY mengaitkan unsur-unsur itu dengan strategi dalam dunia politik. Kemampuan membaca keadaan, menempatkan diri secara tepat, bekerja bersama tim, serta memilih momentum menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan. Perbandingan tersebut menegaskan bahwa pengalaman bermain dapat mengandung latihan berpikir taktis, selama dilakukan secara seimbang dan bertanggung jawab.
Infrastruktur Digital Menjadi Fondasi
Potensi ekonomi digital tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan konektivitas dan infrastruktur yang memadai. Akses internet yang andal, teknologi yang mudah dijangkau, serta ruang pengembangan talenta menjadi faktor penting bagi pertumbuhan industri kreatif berbasis digital.
Gim daring, misalnya, membutuhkan koneksi yang stabil agar pemain dapat berinteraksi secara lancar. Bagi pengembang, infrastruktur digital juga berperan dalam proses distribusi produk, pembaruan layanan, komunikasi dengan pengguna, dan pengembangan usaha menuju pasar yang lebih luas.
AHY menekankan bahwa penguatan ekonomi kreatif, termasuk gim, perlu berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Tantangannya bukan hanya menyediakan perangkat dan jaringan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki keterampilan yang relevan untuk menciptakan, mengelola, serta memanfaatkan peluang digital.
Kolaborasi Pemerintah, Industri, Kampus, dan Komunitas
Pemerintah tidak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara sendirian. AHY menilai keterlibatan pelaku industri, akademisi, dan komunitas diperlukan agar kreativitas dapat diterjemahkan menjadi manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Dunia pendidikan memiliki peran dalam menyiapkan kemampuan teknis maupun kreatif. Pelaku industri dapat membantu membuka akses terhadap kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi. Sementara itu, komunitas menjadi ruang penting untuk menemukan minat, membangun pengalaman, serta memperluas kolaborasi antarpelaku.
Sinergi tersebut juga dapat membantu menciptakan ekosistem yang lebih sehat. Pengembangan talenta tidak berhenti pada kemampuan bermain, tetapi dapat diarahkan ke bidang desain, pemrograman, produksi konten, manajemen acara, animasi, dan berbagai profesi lain yang menopang sektor digital.
AI Memperluas Ruang Kreativitas
Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut membuka kemungkinan baru bagi industri kreatif. Pemanfaatannya dapat mendorong proses kreatif, pengembangan produk, serta eksplorasi cara baru dalam menyampaikan karya kepada masyarakat.
Selain gim, ruang ekonomi kreatif mencakup fesyen, kriya, kuliner, film, dan animasi. Beragam sektor tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda, tetapi sama-sama dapat memperoleh manfaat dari teknologi, talenta yang kuat, dan jaringan kolaborasi yang terbuka.
Pesan utama dari pembahasan AHY adalah perlunya melihat gim digital secara lebih utuh. Hobi tetap dapat menjadi sarana rekreasi, namun di saat yang sama industri gim berpotensi menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia apabila didukung infrastruktur, kemampuan manusia, serta kerja sama lintas sektor yang konsisten.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is AHY?
AHY is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does AHY matter?
AHY matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

