Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Ekonomi

Tertekan Lonjakan Harga Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok 2 Persen

Robert Moore - tajuknusa.com 3 mins read

Perdagangan emas di pasar internasional mengalami koreksi tajam setelah sempat mencatatkan level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Penurunan ini terjadi di

Tertekan Lonjakan Harga Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok 2 Persen

Emas Global Turun 2 Persen Akibat Tekanan Kenaikan Harga Minyak

Tajuknusa.com – Perdagangan emas di pasar internasional mengalami koreksi tajam setelah sempat mencatatkan level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Penurunan ini terjadi di tengah Tertekan Lonjakan Harga Minyak Harga Emas yang menjadi perhatian para investor global. Kenaikan tajam harga minyak mentah akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah menjadi katalis utama pergerakan negatif ini. Kekhawatiran akan inflasi yang meningkat serta penguatan ekspektasi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat turut menekan permintaan logam mulia.

Harga emas spot tercatat anjlok sebesar 2 persen, menyentuh level US$ 4.047,26 per ons. Sebelumnya, pada sesi perdagangan sehari-hari, logam mulia ini berhasil menembus puncak tertinggi sejak 7 Juli 2026. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman bulan Agustus juga mencatatkan pelemahan sebesar 2,5 persen ke angka US$ 4.050 per ons. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan pasar terhadap emas masih berlanjut.

Logam Mulia Lain Mengikuti Jejak Emas

Pelemahan tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga merambat ke komoditas logam mulia lainnya. Harga perak spot mengalami penurunan cukup dalam sebesar 3,6 persen menjadi US$ 57,53 per ons. Platinum juga tercatat merosot 3,1 persen ke level US$ 1.593,22 per ons, sedangkan paladium turun 2,3 persen menjadi US$ 1.261 per ons. Seluruh logam mulia ini terdampak oleh sentimen negatif yang sama.

Penguatan nilai dolar Amerika Serikat sebesar 0,3 persen turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas. Dolar yang semakin kuat membuat pembelian logam mulia menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang asing lainnya. Hal ini semakin memperparah kondisi Tertekan Lonjakan Harga Minyak Harga Emas yang terjadi saat ini.

Imbal Hasil Obligasi Mendorong Penurunan Emas

Dari sisi pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat berjangka 10 tahun berhasil naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir. Kondisi ini semakin memperburuk sentimen terhadap emas dan perak. Kenaikan imbal hasil obligasi cenderung mengurangi daya tarik emas dan perak karena kedua aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Kenaikan harga minyak mendorong kenaikan imbal hasil obligasi karena pelaku pasar menilai bank sentral akan lebih sulit menurunkan suku bunga di tengah meningkatnya tekanan inflasi. Kenaikan imbal hasil obligasi cenderung mengurangi daya tarik emas dan perak karena kedua aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.

— Jim Wyckoff, Analis Pasar American Gold Exchange

Konflik Yaman dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Harga minyak Brent sebelumnya berhasil menembus ambang batas US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Mei 2026. Pencapaian ini terjadi setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di perairan Laut Merah. Insiden tersebut memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global yang berpotensi meluas hingga ke Selat Hormuz.

Kondisi ini semakin memperkuat pandangan bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, sehingga memberikan beban tambahan terhadap harga emas. Para pelaku pasar kini menantikan hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve yang dijadwalkan pada pekan depan, termasuk pernyataan resmi dari Ketua The Fed Kevin Warsh terkait arah kebijakan suku bunga. Situasi ini menunjukkan bahwa faktor makroekonomi masih menjadi penentu utama pergerakan harga.

Berdasarkan data dari CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga oleh The Fed pada bulan September diperkirakan mencapai sekitar 83 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan level 68 persen yang tercatat sehari sebelumnya. Dengan demikian, kondisi Tertekan Lonjakan Harga Minyak Harga Emas diprediksi akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Join the discussion