Basarnas: Data Korban KM Nurul Salsa Berubah dari 78 Jadi 76 Orang
Makassar – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor SAR Makassar resmi mengumumkan perubahan data jumlah korban kecelakaan kapal KM Nurul
Revisi Data Korban KM Nurul Salsa: Basarnas Umumkan Penurunan Menjadi 76 Orang
Tajuknusa.com – Makassar – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor SAR Makassar resmi mengumumkan perubahan data jumlah korban kecelakaan kapal KM Nurul Salsa. Berdasarkan hasil verifikasi menyeluruh terhadap manifest penumpang, Basarnas mencatat total korban kini sebanyak 76 orang, mengalami penurunan dari angka sebelumnya yang mencapai 78 orang. Pembaruan penting ini disampaikan pada hari kesembilan operasi pencarian yang berlangsung di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis (23/7/2026).
Proses Verifikasi oleh Basarnas
Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, menjelaskan bahwa revisi data ini merupakan hasil pencocokan komprehensif antara data manifest penumpang dengan konfirmasi dari keluarga korban, operator kapal, serta berbagai instansi terkait. Menurutnya, terdapat dua nama yang tercatat secara ganda dalam data penumpang yang awalnya masuk dalam daftar korban. Selain itu, satu nama yang semula masuk dalam daftar manifest ternyata tidak jadi berangkat menggunakan kapal tersebut setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh tim Basarnas.
“Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, jumlah korban KM Nurul Salsa mengalami perubahan dari sebelumnya 78 orang menjadi 76 orang. Perubahan ini terjadi karena ditemukan dua nama yang tercatat ganda dalam data penumpang, serta satu nama yang sebelumnya masuk dalam daftar manifest, namun setelah dilakukan pendalaman dipastikan tidak jadi berangkat menggunakan KM Nurul Salsa,” jelas Andi Sultan dari Basarnas Makassar.
Detail Status Korban Menurut Basarnas
Dengan pembaruan data tersebut, tercatat 58 orang telah ditemukan selamat dan dinyatakan dalam kondisi aman. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 15 orang masih dalam pencarian aktif. Dari tiga korban yang telah ditemukan meninggal, dua di antaranya belum dapat dipastikan identitasnya karena masih menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan bekerja sama dengan tim Basarnas.
Andi Sultan menambahkan bahwa kedua korban tersebut ditemukan pada hari ketujuh operasi pencarian. Salah satunya ditemukan menggunakan pelampung KM Nurul Salsa, sedangkan yang lainnya berupa bagian tubuh. Selama identitas keduanya belum terkonfirmasi, pencarian terhadap 15 korban hilang tetap dilanjutkan dengan intensitas tinggi oleh Basarnas.
Strategi Operasi Basarnas Hari Kesembilan
Pada pelaksanaan pencarian hari kesembilan, tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas membagi wilayah operasi ke dalam tiga search and rescue unit (SRU). KN SAR Pacitan 102 bersama RIB Pacitan melakukan penyisiran di perairan Pulau Sapuka. Sementara itu, KN SAR Kamajaya 104 bersama RIB Kamajaya menyisir perairan Pulau Aloang dan Pulau Sapinggan dengan sistematis.
KLM Mattoangin, kapal Pemerintah Desa Kepulauan Sabalana, serta sejumlah kapal nelayan juga terlibat dalam penyisiran pulau-pulau tidak berpenghuni di sekitar Kepulauan Sabalana. Strategi pencarian akan terus disesuaikan dengan perkembangan di lapangan, termasuk berdasarkan analisis arus laut yang menunjukkan potensi pergerakan objek hanyut ke wilayah yang lebih luas. Basarnas memastikan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal.
“Seluruh unsur SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Kami juga terus berkoordinasi dengan masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah pencarian karena informasi dari mereka sangat membantu dalam menentukan arah operasi,” pungkasnya.
Operasi SAR KM Nurul Salsa akan terus dilaksanakan selama masa perpanjangan operasi dengan evaluasi harian terhadap kondisi cuaca, pergerakan arus, serta hasil pencarian di lapangan guna memaksimalkan peluang ditemukannya seluruh korban yang masih dinyatakan hilang. Basarnas berkomitmen untuk terus memberikan update terbaru kepada publik hingga seluruh proses pencarian dan identifikasi selesai sepenuhnya.
