Pelemahan Dolar AS Angkat Harga Emas Sentuh Level Tertinggi
New York, Beritasatu.com — Pasar logam mulia menunjukkan sentimen positif yang signifikan dalam perdagangan terbaru. Harga emas dunia berhasil menyentuh level
Logam Mulia Menguat Didorong Pelemahan Dolar dan Ketegangan Timur Tengah
Tajuknusa.com – New York, Beritasatu.com — Pasar logam mulia menunjukkan sentimen positif yang signifikan dalam perdagangan terbaru. Harga emas dunia berhasil menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu dua minggu terakhir, didorong oleh berbagai faktor fundamental yang saling mendukung. Beberapa pendorong utama kenaikan harga logam mulia ini meliputi pelemahan nilai dolar Amerika Serikat, aksi beli investor yang kembali agresif, serta ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Data Harga Logam Mulia
Berdasarkan data yang dikutip dari Reuters, harga emas spot mencatat kenaikan sebesar 1,3 persen dan menyentuh angka US$ 4.130,59 per ons troi. Angka ini menunjukkan momentum bullish yang kuat bagi investor logam mulia. Sebelumnya, harga sempat mencapai titik tertinggi sejak 7 Juli 2026, yaitu US$ 4.141,59 per ons troi, yang menandai periode konsolidasi sebelum kenaikan terbaru ini.
Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman bulan Agustus juga mengalami peningkatan sebesar 1,5 persen menjadi US$ 4.135,40 per ons troi. Kenaikan pada kontrak berjangka ini mengindikasikan ekspektasi pasar yang optimis terhadap kelanjutan tren kenaikan harga emas dalam jangka menengah.
Kenaikan tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak spot juga menguat 1,1 persen ke level US$ 59,40 per ons troi. Platinum mencatat kenaikan serupa sebesar 1,1 persen menjadi US$ 1.647,17 per ons troi. Paladium menunjukkan performa terbaik dengan kenaikan 2,9 persen menjadi US$ 1.319,74 per ons troi, mencerminkan permintaan industri otomotif yang pulih.
Faktor Pendorong dan Tantangan
Lukman Otunuga, Analis Senior dari FXTM, menjelaskan bahwa kenaikan harga emas didorong oleh pelemahan dolar AS serta kembalinya aksi beli investor ke pasar. Dalam konteks ini, pelemahan Dolar AS Angkat Harga emas secara langsung karena logam mulia menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional. Namun, ia juga menyebutkan bahwa kenaikan harga emas masih berpotensi tertahan karena harga minyak dunia yang terus meningkat dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Indeks dolar AS melemah pada perdagangan Rabu (22/7/2026), sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang dolar menjadi lebih murah bagi investor di luar Amerika Serikat. Pelemahan ini juga mencerminkan sentimen pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve yang diperkirakan akan lebih longgar di masa depan.
Ketegangan Geopolitik
Dari sisi geopolitik, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Washington masih membuka peluang negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Namun, menurutnya, Teheran belum menunjukkan keseriusan dalam proses perundingan. Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang mendukung permintaan emas sebagai safe haven.
Ketegangan di kawasan juga meningkat setelah empat kapal tanker yang membawa minyak mentah Arab Saudi menuju Asia memutar balik di Laut Merah menyusul ancaman kelompok Houthi yang didukung Iran. Perkembangan tersebut mendorong harga minyak dunia naik mendekati level tertinggi dalam enam pekan. Kombinasi antara ketegangan geopolitik dan pelemahan dolar menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kelanjutan kenaikan harga emas.
“Pelemahan Dolar AS Angkat Harga emas secara signifikan, namun investor perlu waspada terhadap potensi koreksi jika harga minyak terus melonjak,” ujar Lukman Otunuga.
